Member baru? Bingung? Perlu bantuan? Silakan baca panduan singkat untuk ikut berdiskusi.

Selamat datang, Pengunjung. Silahkan masuk atau mendaftar. Apakah anda lupa aktivasi email?

Oktober 16, 2021, 06:56:21 PM

Masuk dengan nama pengguna, kata sandi dan lama sesi

Topik Baru

Artikel Sains

Anggota
Stats
  • Total Tulisan: 139668
  • Total Topik: 10408
  • Online Today: 149
  • Online Ever: 441
  • (Desember 18, 2011, 12:48:51 AM)
Pengguna Online
Users: 0
Guests: 95
Total: 95

Ikuti ForSa

ForSa on FB ForSa on Twitter

Penulis Topik: lagi-lagi tentang pematenan hasil budaya Indonesia  (Dibaca 7754 kali)

0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.

Offline peregrin

  • Global Moderator
  • Profesor
  • *****
  • Tulisan: 538
  • IQ: 100
  • Gender: Wanita
  • 'truth' is a lonely thing (J.Gaarder)
lagi-lagi tentang pematenan hasil budaya Indonesia
« pada: September 18, 2008, 04:24:29 PM »
Berita dari Kompas:

Weleh... Perajin Bali Malah Dituding Menjiplak

Jumat, 12 September 2008

DENPASAR, JUMAT- Malang benar nasib Ketut Deni Aryasa, perajin perak asal Bali. Ia dituding menjyiplak salahsatu motif perusahaan perak milik asing, PT Karya Tangan Indah. Deni Aryasa bahkan telah diseret ke meja hijau dan dituntut dua tahun penjara.

"Motif yang saya gunakan ini adalah milik kolektif masyarakat di Bali, yang sudah ada sejak dulu. Bukan milik perseorangan, tapi mengapa bisa dipatenkan pihak asing," kata Deni Aryasa, yang ditemui di rumahnya di Denpasar, Jumat (12/9).

Deni Aryasa dituding meniru dan menyebarluaskan motif fleur atau bunga. Padahal motif ini adalah salah satu motif tradisional Bali yang kaya akan makna. Motif serupa dapat ditemui di hampir seluruh ornamen seni di Bali, seperti gapura rumah, ukiran-ukiran Bali, bahkan dapat ditemui sebagaimotif pada sanggah atau tempat persembahyangan umat Hindu di Bali.

Ironisnya, motif tradisional Bali ini ternyata dipatenkan pihak asing di Direktorat Hak Cipta, Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual Republik Indonesia pada tahun 2006 dengan nomor 030376. Pada surat keputusan Ditjen Haki, tertulis pencipta motif  fleur adalah Guy Rainier Gabriel Bedarida, warga Prancis yang bermukim di Bali. Sedangkan pemegang hak cipta adalah PT Karya Tangan Indah milik pengusaha asal Kanada, John Hardy.

Dengan tudingan melanggar hak cipta, Deni Aryasa kini dituntut dua tahun penjara. Bahkan Deni sempat ditahan selama 40 hari di LP Kerobokan Bali. Kini Deni menjalani tahanan rumah. "Saya mungkin satu-satunya orang yang dituntut melanggar hak cipta yang pernah ditahan selama 40 hari," kata Deni Aryasa.

Peradilan kasus hak cipta ini akan dilanjutkan pada Rabu (17/9) mendatang di Pengadilan Negeri Denpasar dengan agenda pledoi atau tanggapan terhadap tuntutan jaksa.

Motif fleur ini juga telah dipatenkan di Amerika Serikat, sehingga kini perajin perak di Bali yang menggunakan motif yang sama pun terancam ikut terjerat pelanggaran hak cipta. Asosiasi Perajin Perak mencatat terdapat sedikitnya 800 motif perak tradisional Bali yang telah dipatenkan pihak asing di Amerika Serikat.
Free software [knowledge] is a matter of liberty, not price. To understand the concept, you should think of 'free' as in 'free speech', not as in 'free beer'. (fsf)

Offline lem

  • Dosen
  • ****
  • Tulisan: 100
  • IQ: 8
Re: lagi-lagi tentang pematenan hasil budaya Indonesia
« Jawab #1 pada: September 21, 2008, 08:47:02 AM »
udah jadi kebiasaan di Indonesia... udah telat, baru kebakaran jenggot...
Dengan lem kita rekatkan persatuan dan kesatuan.....

Offline rawWARus

  • Profesor
  • *****
  • Tulisan: 639
  • IQ: 108
  • Gender: Pria
Re: lagi-lagi tentang pematenan hasil budaya Indonesia
« Jawab #2 pada: September 22, 2008, 02:05:09 PM »
yah memang susah klo masalah duit...
tempe aja sekarang bukan jd milik indonesia kok...
yah beginilah sering alasan mereka krn tak tahu cara mematenkan, masalah biaya, dan masalah males...dll
SeSuATu KarYa MaNusIa SerIng BeRaWaL dAri MimPI, MaKA eKSpresIkan MImpimU DenGAN Sains...
DaLAm HaL KeDUniAwiAn TAk AdA hAl yG tAk mUNgkin...

Offline violin

  • Dosen
  • ****
  • Tulisan: 102
  • IQ: 34
  • Gender: Wanita
Re: lagi-lagi tentang pematenan hasil budaya Indonesia
« Jawab #3 pada: September 25, 2008, 08:09:12 AM »
Kita baru menyadari betapa berharganya sesuatu,

kalo kita sudah kehilangan itu,..

Offline skuler

  • Staff
  • Profesor
  • *****
  • Tulisan: 993
  • IQ: 109
  • Gender: Pria
  • Read! write! Revolt!
    • Read! write! Revolt!
Re: lagi-lagi tentang pematenan hasil budaya Indonesia
« Jawab #4 pada: September 25, 2008, 09:29:05 PM »
Kita baru menyadari betapa berharganya sesuatu,kalo kita sudah kehilangan itu,..

tenang..tenang...masih ada sbiji-2 biji ksatria pininggit di bumi nuswantara iki..

http://budaya-indonesia. org/
"Who controls the present now controls the past. Who controls the past now controls the future.”-- RATM, 1999.

 

Related Topics

  Subyek / Dimulai oleh Jawaban Tulisan terakhir
3 Jawaban
4979 Dilihat
Tulisan terakhir Juli 11, 2008, 06:53:50 AM
oleh syx
6 Jawaban
6753 Dilihat
Tulisan terakhir Juni 29, 2010, 06:36:40 AM
oleh Mat Dillom
1 Jawaban
2077 Dilihat
Tulisan terakhir Juli 14, 2011, 01:27:54 AM
oleh mamang kuraya
1 Jawaban
5828 Dilihat
Tulisan terakhir September 09, 2016, 01:42:49 AM
oleh Monox D. I-Fly
0 Jawaban
1381 Dilihat
Tulisan terakhir Agustus 10, 2014, 12:09:11 PM
oleh Monox D. I-Fly