Gunakan MimeTex/LaTex untuk menulis simbol dan persamaan matematika.

Welcome to Forum Sains Indonesia. Please login or sign up.

Agustus 13, 2022, 07:57:18 AM

Login with username, password and session length

Topik Baru

Artikel Sains

Anggota
Stats
  • Total Tulisan: 139,633
  • Total Topik: 10,390
  • Online today: 49
  • Online ever: 441
  • (Desember 17, 2011, 09:48:51 AM)
Pengguna Online
Users: 0
Guests: 24
Total: 24

Aku Cinta ForSa

ForSa on FB ForSa on Twitter

ada yg bisa kasih masukan gak? cara2 agar Indonesia kembali bangkit!!!!!!

Dimulai oleh Karno Giyantono, Juni 29, 2009, 09:20:24 PM

« sebelumnya - berikutnya »

0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.

Social Permutation

Kutipdalam perspektif sosialistik murni..
bukan indofod yang harus membagikan profitnya ke negara dan kemudian negara mendistribusikannya ke rakyat..
tapi semua alat produksi milik grup salim diserahkan pada negara..
untuk kemudian dikelola dan dikembangkan oleh negara..
baru hasilnya (idealnya) oleh negara didistribusikan ke rakyatnya..

broder soviet, saya mau nanya ini adalah pernyataan soal konsep asli sosialisme, atau ini layak di terapkan di Indonesia?, mohon alasannya...
All Waves, Rise now and Become my Shield, Lightning, Strike now and Become my Blade

Dhantez

Kutip dari: ghostdoors pada November 01, 2009, 01:13:23 AM
ya kalo secara bodoh neoliberalis = liberalis gaya baru...!!
tp bkn itu kan. neoliberalis adl paham yang menolak atau mengurangi campur tangan pemerintah dan hanya terfokus pada pasar bebas.
mgkn itu yg saya ngerti....!

Saya jg sempat berpikir demikian lho.. ;D
Pas jaman kampanye pilpres kmren, kata2 itu mendadak populer.. saya sempat mengira itu adl "term" baru yg mungkin br muncul tahun 2000an.. akhirnya saya coba cari info..

Nah ternyata neoliberalisme itu adl kata yg cukup tua, pertama kali dicatatkan oleh ahli sosialis (Klo tdk salah namanya Lippmann) utk menandakan kebangkitan kembali paham liberalisme pd tahun 1940-60an..

Pengertian yg anda tulis adl pengertian liberalisme klasik..
Paham neoliberalisme justru mempersilakan pemerintah utk campur tangan pd keadaan pasar.. (agar tdk terjadi kondisi ekstrim, spt misalnya "penjajahan" buruh).

Itu adl teori / idealnya.. :)
Oba-chan ga itte ita: Ore wa ten no michi wo iki, subete wo tsukasadoru otoko

ghostdoors

dalam postingan saya di threat yg lain, sudah saya katakan..
tdk seratus persen sosialis-komunis benar dan juga tdk 100% sosialis salah.
tentunya anda sdh baca to bung......

Kutip"menurut anda konsep sosialis dan perubahan seperti apa yang pantas dilakukan oleh indonesia, instead of sistem kapitalis yang tidak memungkinkan menurut pandangan sodara?"
baik, salah satunya adl:
nasionalisasi perusahaan tambang.
negeri kita ini kaya lo....!!! misalkan saja smua atau paling tdk mayoritas perusahaan tambang dikelola negara, negara ini sukses besar bung... rakyatnya sejahtera...!!
dlm UUD'45 kan sdh jelas tertera yaitu pasal 23, 27, 33, dan 34. apa benar2 sdh diterapkan itu...??
"TIDAK ADA SEJARAH YANG TIDAK MENETESKAN DARAH DAN SETIAP PERJUANGAN MEMBUTUHKAN PENGORBANAN"

Social Permutation

All Waves, Rise now and Become my Shield, Lightning, Strike now and Become my Blade

ghostdoors

trimakasih bung dhantez... dan saya baru melihat hal ini, apa seperti yg anda katakan.

Kutiputk menandakan kebangkitan kembali paham liberalisme pd tahun 1940-60an..
bknkah ini berarti gaya liberalis baru..?? (tolong cerna kalimatnya)

KutipPaham neoliberalisme justru mempersilakan pemerintah utk campur tangan pd keadaan pasar.. (agar tdk terjadi kondisi ekstrim, spt misalnya "penjajahan" buruh).
maaf..,kalo boleh tau refrensinya dr mana ya...??
"TIDAK ADA SEJARAH YANG TIDAK MENETESKAN DARAH DAN SETIAP PERJUANGAN MEMBUTUHKAN PENGORBANAN"

Dhantez

Hmm.. mungkin bisa juga dikatakan "gaya baru"
tp kata neoliberalisme itu lebih merujuk ke peristiwa kebangkitan (setelah cukup lama tdk diterapkan).. ... ya krg lebihnya begitu lah.. ;D

Aku search di google (dgn [pranala luar disembunyikan, sila masuk atau daftar.]).. Yg pertama dibaca tentu wikipedia.. ;D
Tp aq baca juga kok source2 yg laen dari hasil search itu..

Kutip dari: ghostdoors pada November 01, 2009, 01:43:19 AM

baik, salah satunya adl:
nasionalisasi perusahaan tambang.
negeri kita ini kaya lo....!!! misalkan saja smua atau paling tdk mayoritas perusahaan tambang dikelola negara, negara ini sukses besar bung... rakyatnya sejahtera...!!


Saya sangat setuju dgn ide nasionalisasi tambang.. Ada nda yg bisa kasih wacana, sbrp susah regulasi ato resiko apa yg dihadapi negara kita klo itu dilaksanakan??

Saya jg sedih ngeliat Telkomsel, Indosat, dan XL dikuasai perusahaan asing.. Jg Sampoerna. Lalu beberapa bank spt Bank Niaga misalnya.. Kemaren sempet ada diskusi dgn rekan yg mendalami finance, mengenai bahaya terlalu open thd foreign investment
Oba-chan ga itte ita: Ore wa ten no michi wo iki, subete wo tsukasadoru otoko

soviet regarda

KutipJadi dgn cara pikir yg sama.. Indofood jg korban kapitalisme dong.
emang iya..
makanya dalam ide komunis dikenal istilah internasionale..
karena gurita kapitalisme sifatnya global..

KutipKalo sama2 bicara "idealnya"..Sistem kapital pun akan memberikan kesejahteraan yg baik utk orang yg mau berusaha..
berangkat dari ide itu sendiri..
ide tentang demokrasi, sosialisme, marhaenisme, komunisme, fasisme..
semua ide ya memang punya nilai2 idealisme yang hendak dicapai..
tapi dalam kapitalisme..
coba bandingkan usaha anak buruh dengan usaha anak pejabat ketika ingin menimba ilmu di fakultas kedokteran misalnya..

ghostdoors

KutipAda nda yg bisa kasih wacana, sbrp susah regulasi ato resiko apa yg dihadapi negara kita klo itu dilaksanakan??

yang pasti negeri ini bakal jd target utama "serangan" amrik dan sekutunya...!!
"TIDAK ADA SEJARAH YANG TIDAK MENETESKAN DARAH DAN SETIAP PERJUANGAN MEMBUTUHKAN PENGORBANAN"

Social Permutation

#233
Kutipberangkat dari ide itu sendiri..
ide tentang demokrasi, sosialisme, marhaenisme, komunisme, fasisme..
semua ide ya memang punya nilai2 idealisme yang hendak dicapai..
tapi dalam kapitalisme..
coba bandingkan usaha anak buruh dengan usaha anak pejabat ketika ingin menimba ilmu di fakultas kedokteran misalnya.

saya secara konsep setuju, tapi contoh kurang berkenan sedikit, karena persoalan itu menjadi panjang apabila kita mau mengkaji dari bidang yang berbeda, misalnya dari kajian kebijakan (publik tentunya), kebijakan yang baik adalah medemodifikasi sebuah aturan yang memungkinkan persamaan dalam pendidikan, tapi sekali lagi di dalam kebijakan ada politik, birokrasi, organisasasi dan manajemen (Rainer, 1997), ketika salah satu saja, misalnya birokrasi, ter-diskresi secara ego sektorial, misalnya oleh pejabat itu sendiri, institusi sebagai media kajian kebijakan akan mengikuti, namun itu tergantung tingkat "keseriusan" organisasi, tidak semua kampus menerima seperti itu, tapi saya pernah dengar memang di salah satu universitas swasta di bandung (era 2000-an awal), ada orang tua murid yang memberi sebuah "sumbangan" mobil baru...

jadi perlu adanya cross functional dicipline yang harus membedah nya, dari segi hukum beda lagi, tapi jangan pernah membedah dari segi kedokteran hewan, itu emang SALAH... :kribo:

bibliography

Rainer, Hal G. 1997. Understanding and Managing Public Organizations. Jossey-Bass Publishers. San Francisco.
All Waves, Rise now and Become my Shield, Lightning, Strike now and Become my Blade

Dhantez

Kutip dari: soviet regarda pada November 01, 2009, 01:57:28 AM
KutipJadi dgn cara pikir yg sama.. Indofood jg korban kapitalisme dong.
emang iya..
makanya dalam ide komunis dikenal istilah internasionale..
karena gurita kapitalisme sifatnya global..


Hmm.. OK..
Jadi jgn terlalu memojokkan Indofood.. Scr teori nasibnya sama spt pengusaha burjo dan yg lain2 yg tdk bisa bikin alat produksi sendiri..

Kutip dari: soviet regarda pada November 01, 2009, 01:57:28 AM
KutipKalo sama2 bicara "idealnya"..Sistem kapital pun akan memberikan kesejahteraan yg baik utk orang yg mau berusaha..
berangkat dari ide itu sendiri..
ide tentang demokrasi, sosialisme, marhaenisme, komunisme, fasisme..
semua ide ya memang punya nilai2 idealisme yang hendak dicapai..
tapi dalam kapitalisme..
coba bandingkan usaha anak buruh dengan usaha anak pejabat ketika ingin menimba ilmu di fakultas kedokteran misalnya..


Contoh yg baik.. tp dalam contoh tsb ada dua "kekurangan" utk dianalisa dari sudut pandang ideal.
Pertama, ketika kapitalisme berjalan sesuai teori, apakah biaya kuliah akan setinggi saat ini?
Kedua, Saya tdk yakin apakah institusi pendidikan bisa dimasukkan dalam kategori unit bisnis profit (profit center) dimana hukum pasar bisa diterapkan.. Dalam teori ekonomi, yg didasari ilmu kapitalisme tentunya, lembaga edukasi seharusnya diperlakukan sebagai Cost Center (yg ada hanya biaya, tdk ada pendapatan)..=> yg artinya scr teori lembaga edukasi tdk mencari profit, tp berusaha men-"standar"-kan (bukan menekan lho) biaya sesuai kebijakan pemilik lembaga.

Misal saja anggap itu bisa diterapkan.

Memang benar, anak buruh akan mengeluarkan effort lebih (realita saat ini, bukan teori). Saya krg tahu dgn fakultas kedokteran UGM.. tp di FEB selalu ada jalur beasiswa bahkan di S2nya. Kemudian selama menempuh kuliah pun, banyak program beasiswa lain.. (maaf klo krg nyambung)
Oba-chan ga itte ita: Ore wa ten no michi wo iki, subete wo tsukasadoru otoko

ghostdoors

Kutipsaya secara konsep setuju, tapi contoh kurang berkenan sedikit, karena persoalan itu menjadi panjang apabila kita mau mengkaji dari bidang yang berbeda, misalnya dari kajian kebijakan (publik tentunya), kebijakan yang baik adalah medemodifikasi sebuah aturan yang memungkinkan persamaan dalam pendidikan, tapi sekali lagi di dalam kebijakan ada politik, birokrasi, organisasasi dan manajemen (Rainer, 1997), ketika salah satu saja, misalnya birokrasi, ter-diskresi secara ego sektorial, misalnya oleh pejabat itu sendiri, institusi sebagai media kajian kebijakan akan mengikuti, namun itu tergantung tingkat "keseriusan" organisasi, tidak semua kampus menerima seperti itu, tapi saya pernah dengar memang di salah satu universitas swasta di bandung (era 2000-an awal), ada orang tua murid yang memberi sebuah "sumbangan" mobil baru...

kalo sampe jenjang perguruan tinggi saya rasa sangat berat. kita ambil dr yg kecil dulu saja (SD-SMA). bgmn kebijakan pemerintah dlm hal ini...??
coba bandingkan dg yg di Kuba.
"TIDAK ADA SEJARAH YANG TIDAK MENETESKAN DARAH DAN SETIAP PERJUANGAN MEMBUTUHKAN PENGORBANAN"

soviet regarda

KutipJadi jgn terlalu memojokkan Indofood.. Scr teori nasibnya sama spt pengusaha burjo dan yg lain2 yg tdk bisa bikin alat produksi sendiri..
haha..iya bro..
mohon maaf pada indofood..
telah dijadikan contoh yang terpojok..he

Kutip
Dalam teori ekonomi, yg didasari ilmu kapitalisme tentunya, lembaga edukasi seharusnya diperlakukan sebagai Cost Center (yg ada hanya biaya, tdk ada pendapatan)..=> yg artinya scr teori lembaga edukasi tdk mencari profit, tp berusaha men-"standar"-kan (bukan menekan lho) biaya sesuai kebijakan pemilik lembaga.
menarik..
kemudian dengan disahkannya uu bhp,
apakah berarti institusi pendidikan di negara ini telah dimasukkan dalam kategori unit bisnis yang profit oriented..

Social Permutation

#237
Kutipkalo sampe jenjang perguruan tinggi saya rasa sangat berat. kita ambil dr yg kecil dulu saja (SD-SMA). bgmn kebijakan pemerintah dlm hal ini...??
coba bandingkan dg yg di Kuba.

kalo kuba, negeri nya fidel casto nanti anda jelaskan...
indonesia aja ya dulu, kuba nya sama bung GD aja...
begini, menurut Denhardt (1991), organisasi publik dan organisasi swasta mempunyai kesamaan dalam hal bagaimana mengalokasikan SDM dan prinsip2 manajerial, yang jadi pertanyaan apakah pendidikan itu adalah publik atau privat (swasta), menurut Darwin (2009), sebenarnya organisasi yang namanya sekolah (SD-SMP) adalah organisasi publik. Namun perkembangan keilmuan dan environment menyebabkan bergesernya kontesk publik dan privat, nah maka dari itu peranan sekolah swasta dan negeri lama-lama jadi sama,

apa iya sama? sama pada konteks teori, beda dalam konteks pelaksanaan.
karena sekolah privat (ambil contoh santa aloysius, bandung) yang sudah memulai sistem kompetensi yang sangat maju, dari segi emosional yang terkecil sekali pun, maka dari itu ketika, murid tertimpa masalah, justru guru secara individual,...sekolah secara institusi telah berubah peran menjadi media intervensi yang sangat baik, misalnya contoh ekstrem, di sekolah swasta di sebuah kota X mendapat masalah, tidak punya akta kelahiran, siswa SMP, karena persoalan birokrasi yang bebelit2 12- tahun sebelumnya, jadi belum memiliki akta,

bagaimana dengan sekolah negeri, bila ada persoalan-persoalan di atas, kembali birokratis, taat nilai dan salah kaprah...
alienasi dan patologi sosial terjadi, namun tentunya tidak seperti itu 100 % di tempat yang berbeda...

soal kebijakan pemerintah, pemerintah RI telah menetapkan soal pendidikan menjadi bagian dari urusan pemda tk II, itu arti nya otonomi daerah, Kab. Jembrana (Bali) sudah melakukannya pendidikan full gratis, Kodya Lampung sudah, yang lain? jawabannya adalah rente birokrasi yang berbelit2 (Reressy, 2005). Birokrasi disini sebenarnya adalah bagian yang terdiskresi dari kebijkaan, Nugroho (2009) menjelaskan sebenarnya implementasi kebijakan pada prinsipnya adalah cara agar sebuah kebijakan dapat mencapai tujuannya, tapi birokrasi di indonesia selalu tergerus oleh kepentingan dan patologi-patologinya.

bibliography

Darwin, Muhadjir. 2009. Powerpoint Perkuliahan Teori Organisasi. MAP-UGM. Yogyakarta

Denhardt, R.B. 1991. Public Administration: An Action Orientation. Brook/Cole Publishing Company. California.

Nugroho, Riant. 2009. Public Policy. Elex Media Komputindo. Jakarta.

Reressy, Nikolaus. 2005. Rente Birokrasi dan Pemerintahan. Administrasi Negara Independent Zine. Bandung.
All Waves, Rise now and Become my Shield, Lightning, Strike now and Become my Blade

Dhantez

@Soviet: Aq malah br bener2 cari info ttg UU BHP ini setelah berdiskusi dgn Anda..hahaha... Trims.

Sejauh yg aq baca.. UU BHP dituduh sbg komersialisasi lembaga pendidikan.. Jadi benar yg anda katakan. Teorinya sebuah unit bisnis independen (yg artinya tdk berfungsi dibawah unit bisnis lain) akan berjalan sbg profit center.

Saya blm baca langsung isi dari UU itu.. tp klo emg benar spt itu, saya tdk suka.. Tidak perlu ada UU itupun jalur normal pendidikan di UGM sudah mahal. Scr praktek pun sudah menunjukkan gejala ngejar profit. Misal isu klo kawasan UGM mau ditarikin parkir resmi kampus..

Kembali ke UU BHP.. Ada juga forum yg terdiri dr orang2 internal lembaga pendidikan ini yg meminta UU BHP ini "ditinjau ulang": [pranala luar disembunyikan, sila masuk atau daftar.]

Nah... Skrg saya nonton Milan dulu... ;D
Oba-chan ga itte ita: Ore wa ten no michi wo iki, subete wo tsukasadoru otoko

dewaruci

Weleh, aku udah jauh ketinggalan ......

OK, simpan buku teori kita, mari turun ke jalan, rumuskan cara buat Indonesia Bangkit.