Selamat datang di ForSa! Forum diskusi seputar sains, teknologi dan pendidikan Indonesia.

Selamat datang, Pengunjung. Silahkan masuk atau mendaftar. Apakah anda lupa aktivasi email?

Desember 02, 2021, 10:41:25 PM

Masuk dengan nama pengguna, kata sandi dan lama sesi

Topik Baru

Artikel Sains

Anggota
Stats
  • Total Tulisan: 139668
  • Total Topik: 10408
  • Online Today: 30
  • Online Ever: 441
  • (Desember 18, 2011, 12:48:51 AM)
Pengguna Online
Users: 0
Guests: 30
Total: 30

Ikuti ForSa

ForSa on FB ForSa on Twitter

Penulis Topik: Arisan Nasional  (Dibaca 2268 kali)

0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.

Offline Freora

  • Mahasiswa
  • **
  • Tulisan: 26
  • IQ: 6
  • Gender: Wanita
Arisan Nasional
« pada: Mei 23, 2010, 07:40:19 AM »
Papa ku memiliki ide tentang arisan nasional yang di kelola oleh pemerintah dengan catatan sebuah database yang sudah di program dengan canggih. Tanpa adanya campur tangan manusia.

Arisan ini dapat terwujud dengan adanya kerjasama dengan bank nasional. Seperti pada program Tabunganku.

Setoran awal di bank Rp.20.000,-. dan setelah jumlah nasabah mencapai 5000, maka orang pertama yang menabung mendapat uang arisan 20.000 x 5000 = Rp.100.000.000,-

Nasabah kedua akan mendapat dana tersebut dengan catatan nasabah sudah mencapai 10.000 orang. Demikian juga dengan nasabah ke-3 dan seterusnya.

Dengan penduduk indonesia yang berjumlah kira-kira 200 juta, maka arisan ini dapat berputar terus menerus.

Setiap nasabah yang mendapat uang arisan tersebut langsung di debet ke rekeningnya dan nasabah tersebut dikenakan pajak sebesar 15% untuk pemerintah. Sisa dana nasabah hanya bisa di ambil setiap hari maksumum 1 juta, dengan adanya pengendapan dana di Bank, Bank yang bersangkutan tentu ingin bekerja sama untuk mencari nasabah sebanyaknya-banyaknya.

Setiap penarikan Rp.500.000,- di potong Rp.20.000,- untuk mendukung perputaran arisan, berlaku kelipatan. Penarikan di bawah Rp.500.000,- tidak di potong. Dan bunga yang ada di Bank, untuk di masukkan ke kas arisan nasional/pemerintah.

Nasabah harus punya ktp, untuk penduduk urban di kota besar yang tidak punya ktp mau tidak mau pulang ke kampung halaman untuk mengurus ktp dan membuka tabungan di tempat tinggalnya. Ini juga secara otomatis mengurangi kepadatan penduduk di kota besar. Pemerintah tidak perlu bingung untuk mengurus program transmigrasi lokal.

Untuk mendukung ide ini, pemerintah harus memiliki sistem ktp online dengan database yang canggih yang hanya bisa diakses oleh orang yang benar-benar dipercayai untuk mengurus arisan ini.

Bila arisan ini berjalan dengan lancar, maka semua program raskin, sosial, subsidi bbm, dll tidak perlu di laksanakan lagi. Dana tersebut dapat digunakan untuk mendukung program ini.

Menurut perhitungan saya, program arisan ini kira-kira membutuhkan dana 50 triliun, tapi tidak ada lagi kemiskinan di indonesia.

Hanya ada satu hal yang menjadi kekhawatiran kita, kalau semua mendapat dana dengan mudah, tidak ada lagi yang mau kerja. Dengan demikian, mungkin perlu membatasi setiap nasabah hanya dapat mengikuti arisan tersebut setahun sekali.



Saya tahu ide ini penuh dengan lubang misterius dan masih perlu di perbaiki. Saya membawa ini ke sini karena tidak pernah ada seorang pun yang memikirkan hal yang sama. Mungkin kita bisa membahasnya bersama dan membuatnya menjadi lebih baik.
« Edit Terakhir: Mei 23, 2010, 08:11:09 AM oleh Freora »

 

Related Topics

  Subyek / Dimulai oleh Jawaban Tulisan terakhir
17 Jawaban
27023 Dilihat
Tulisan terakhir Desember 26, 2009, 02:40:07 AM
oleh kurapnaga
25 Jawaban
17495 Dilihat
Tulisan terakhir Agustus 02, 2009, 10:36:36 PM
oleh skuler
1 Jawaban
2838 Dilihat
Tulisan terakhir September 02, 2010, 12:40:38 AM
oleh Nabih
0 Jawaban
3534 Dilihat
Tulisan terakhir Oktober 07, 2012, 02:15:20 AM
oleh Melnick
1 Jawaban
1095 Dilihat
Tulisan terakhir Juni 28, 2018, 03:38:37 AM
oleh drsdadenghidayat