Member baru? Bingung? Perlu bantuan? Silakan baca panduan singkat untuk ikut berdiskusi.

Welcome to Forum Sains Indonesia. Please login or sign up.

Agustus 13, 2022, 06:16:19 AM

Login with username, password and session length

Topik Baru

Artikel Sains

Anggota
Stats
  • Total Tulisan: 139,633
  • Total Topik: 10,390
  • Online today: 35
  • Online ever: 441
  • (Desember 17, 2011, 09:48:51 AM)
Pengguna Online
Users: 0
Guests: 24
Total: 24

Aku Cinta ForSa

ForSa on FB ForSa on Twitter

HARI GINI GA BAYAR PAJAK, APA KATA DUNIA...

Dimulai oleh rawWARus, Mei 12, 2010, 02:54:46 PM

« sebelumnya - berikutnya »

0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.

Mat Dillom

Kutip dari: Bernando pada Juni 24, 2010, 11:47:28 AM
^
^

mana lebih ironis :

100 org korupsi masing 1 jt dari uang 1 Milyar...atau
2 org korupsi masing 10 rb dari uang 50 rb...

yang namanya korupsi gak ada yang lebih baik...tidak berlaku seperti perhitungan anda...toh sama2 korupsi...gak ada yang namanya korupsi yang lebih baik

Jadi? jangan bayar pajak dan zakat?. Zakat boleh langsung kita berikan pada yg berhak jika kita meragukan petugas zakatnya tidak amanah. :)

Bernando

Be the sustainable learner, because life is learning...

Takagi Fujimaru

Walah... menurutq lebih enak diberikan seraca langsung pada orang yang berhak. Toh, dia mau korupsi pun ga ada yg dikorupsi kan? Wong uang2nya sendiri... see?

Masalah panitia zakat/ pemerintah pajak, tergantung personalnya aja sih....
Belajar itu buat cari ilmu, bukan cari nilai.

Mat Dillom

Kutip dari: Takagi Fujimaru pada Juni 28, 2010, 05:04:00 PM
Walah... menurutq lebih enak diberikan seraca langsung pada orang yang berhak. Toh, dia mau korupsi pun ga ada yg dikorupsi kan? Wong uang2nya sendiri... see?

Masalah panitia zakat/ pemerintah pajak, tergantung personalnya aja sih....

Solisinya sebenarnya penegakkan hukum secara benar. Masalahnya, penegak hukum di Indonesia pun ternyata tidak jauh dari hobby korupsi juga :D.

Takagi Fujimaru

Hahaha... Jarang sekali orang jujur di Indonesia ini. Kita lihat anak2 SMP/ SMA saja -yg konon katanya penerus bangsa-. Tidak sedikit kan yang tidak jujur dalam ulangan? Itu calon2 koruptor. Mementingkan kepentingan sendiri. Dalihnya bekerja sama dan solidaritas. Memangnya bersama2 dalam kejahatan itu baik? hahaha... :D
Belajar itu buat cari ilmu, bukan cari nilai.

Bernando

#20
jangan kan anak SMP...orang yang udah berpendidikan tinggi aja banyak melakukan manipulasi negatif...
lihat aja perusahaan2 di indonesia...berapa banyak yang melakukan dua pembukuan untuk membohongi pajak...

ketika saya tanya kepada beberapa perusahaan mengenai itu jawaban mereka rata2 seperti yang di post oleh mat dillom di page sebelumnya...ironis memang....
Be the sustainable learner, because life is learning...

heru.htl

#21
Kejujuran manusia tidak ditentukan status sosialnya ataupun predikat pendidikannya, tetapi ditentukan dirinya sendiri.
Setiap manusia pada dasarnya adalah sistem dengan ikal tertutup (closed loop system); sebagai suatu closed loop system, manusia sebenarnya telah dilengkapi kontrol umpan balik negatif (negatif feedback) dan kontrol gelinciran (offset-null). Pasalnya, manusia kadang tidak bisa mengaktifasi negatif feedback dan offset-null dalam sistem pemikirannya karena masalah integritas diri dan kekuatan faktor redaman (damping factor). Manusia sering terpengaruh rayuan secara lisan ataupun secara visual dimana rayuan semacam ini adalah "deran environmental" (noise, spike, atau disturbance).

SINGKATNYA: banyak manusia "tidak mengenali dirinya sendiri" dan selalu "ingin menjadi diri-diri yang lain" atau "nampak sadar tetapi tidak sadar"; hal ini berefek pada kebiasaan korup dan dusta.

Jika saja setiap manusia merasa cukup dan bersifat sederhana, maka tidak perlu menjangkau hal-hal di luar kemampuan jangkauannya; contoh: seorang pelajar SMP/SMU tidak perlu menyontek saat mengerjakan soal ujian hanya sekedar untuk mengejar nilai di atas kertas, seorang pejabat tidak perlu korupsi hanya karena khawatir akan mati sewaktu-waktu sebelum dapat mencapai harta kekayaan dalam jumlah maksimum.

Singkatnya setiap orang tidak perlu memanipulasi demi mencapai sesuatu dalam waktu cepat. Bahkan, dalam hukum fisika elektronik, konduksi arus pada sistem linear daya tinggi aman dicapai pada elevasi konduksi 45 derajat, bukan 90 derajat; ini dapat dijadikan pelajaran, bahwa sesuatu sebaiknya dicapai dalam suatu lajur sudut landai, bukan sudut vertikal ("sekali lancung naik ujian").

"Live is too short for human but, human tends to make live more shortly by doing so many lies and corruptions."

aoi_azzura

Kutip dari: rawWARus pada Mei 12, 2010, 02:54:46 PM
"Hari gini ga bayar pajak...apa kata dunia..."
begitu iklan pajak kita...
tapi ironis juga saat kata2 itu diiklankan, malah terjadi korupsi uang pajak kita...
mungkin mustinya ditambahkan
"Hari gini masih korupsi pajak...apa kata akhirat"... ;D

Sebenarnya uang pajak yang mengkorupsi tidak mungkin otoritas pajak, sebab kalau dah masuk kas negara ya sudah, biar David Copperfield sekalipun itu uang di kas negara gak bisa keluar lagi. Gimana mau dikorupsi?

Takagi Fujimaru

@atas:
weits, yg masuk kas negara itu uangnya apa catatannya? nah lo?
Belajar itu buat cari ilmu, bukan cari nilai.

heru.htl

Kutip dari: aoi_azzura pada Juli 18, 2010, 03:11:56 AM
Kutip dari: rawWARus pada Mei 12, 2010, 02:54:46 PM
"Hari gini ga bayar pajak...apa kata dunia..."
begitu iklan pajak kita...
tapi ironis juga saat kata2 itu diiklankan, malah terjadi korupsi uang pajak kita...
mungkin mustinya ditambahkan
"Hari gini masih korupsi pajak...apa kata akhirat"... ;D

Sebenarnya uang pajak yang mengkorupsi tidak mungkin otoritas pajak, sebab kalau dah masuk kas negara ya sudah, biar David Copperfield sekalipun itu uang di kas negara gak bisa keluar lagi. Gimana mau dikorupsi?

Kasusnya bukan terjadi setelah uang pajak masuk ke kas negara, tetapi sebelum masuk ke kas negara.
Oknum petugas pajak memanipulasi data laporan antara jumlah yang harus terinformasi kepada klien dan jumlah terinformasi kepada negara.

timothy januardo

pajak???
pajak adalah lahan buat korupsi..
fasilitas tidak ada yg bisa di nikmati..
pada rusak semua..
kemana tuh uang pajak semuanya>>
pada di telan ke perut?? :D :D ;D ;D ;D ;D >:( >:( >:(
*Image Removed*
[/s][/pre][/i]

Bernando

Kutip dari: heru.htl pada Juli 21, 2010, 10:03:04 PM
Kutip dari: aoi_azzura pada Juli 18, 2010, 03:11:56 AM
Kutip dari: rawWARus pada Mei 12, 2010, 02:54:46 PM
"Hari gini ga bayar pajak...apa kata dunia..."
begitu iklan pajak kita...
tapi ironis juga saat kata2 itu diiklankan, malah terjadi korupsi uang pajak kita...
mungkin mustinya ditambahkan
"Hari gini masih korupsi pajak...apa kata akhirat"... ;D

Sebenarnya uang pajak yang mengkorupsi tidak mungkin otoritas pajak, sebab kalau dah masuk kas negara ya sudah, biar David Copperfield sekalipun itu uang di kas negara gak bisa keluar lagi. Gimana mau dikorupsi?

Kasusnya bukan terjadi setelah uang pajak masuk ke kas negara, tetapi sebelum masuk ke kas negara.
Oknum petugas pajak memanipulasi data laporan antara jumlah yang harus terinformasi kepada klien dan jumlah terinformasi kepada negara.

artinya yang harus nya perusahaan A membayar pajak 100 Milyard dimanipulasi orang pajak menjadi 50 Milyard...dan orang pajak dapat 10 milyard....jadi perusahaan A  yang harus nya bayar 100 M menjadi 60 M...mereka untung 40 M....perusahaan A senang, orang pajak senang (karena dapat 10M), dan system kacau balau dan ketidakadilan terjadi.....
Be the sustainable learner, because life is learning...