Forum > Sosial dan Politik

Negara Asing Tak Senang Indonesia Maju

(1/4) > >>

rawWARus:
GORONTALO, KOMPAS.com — Banyak negara asing yang tidak senang jika Indonesia mengalami kemajuan pesat di bidang sains dan teknologi. Oleh karena itu, mereka dengan segala cara mencegah Indonesia untuk maju.

Demikian dikatakan anggota Akademi Ilmu Pengetahuan Indonesia (AIPI), Ary Mochtar Pedju, saat memberikan kuliah umum di Universitas Negeri Gorontalo, Senin (20/2/2012), di Gorontalo.

Kuliah umum tersebut diselenggarakan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (MIPA) Universitas Negeri Gorontalo. ”Bagaimana seandainya industri pesawat terbang kita yang dikembangkan BJ Habibie terus berkembang sampai sekarang? Pasti Indonesia akan disegani dalam dunia penerbangan karena sudah mampu memproduksi pesawat terbang sendiri,” kata Ary di depan ratusan mahasiswa.

Ary menambahkan, seandainya industri pesawat terbang dalam negeri terus berkembang, banyak negara asing yang tidak akan suka. Negara-negara itu terutama adalah produsen pesawat terbang.

”Perlu kesungguhan dan kekompakan dari segala sektor untuk mengembangkan sains dan teknologi dalam negeri, seperti kesungguhan politik, kestabilan ekonomi, dan situasi yang stabil,” ucap Ary.

Ary membandingkan kemajuan pesat yang dialami China. Hal itu salah satunya disebabkan seluruh rakyat dan pemimpin China bersatu padu mendukung pengembangan sains dan teknologi. Di Indonesia, pengembangan sains dan teknologi bisa terhambat hanya gara-gara latar belakang politik.


DARI ITU BNYAK ILMUWAN2 KITA DITARIK/DIPEKERJAKAN DI LUAR NEGERI...
DAN JUGA OKNUM2 YG TIDAK MENGHARGAI PARA ILMUWAN INI YG HARUSNYA DIBUANG JAUH2 DARI INDONESIA...
TERMASUK ENERGI ALTERNATIF YG KURANG DIPERHATIKAN DAN DI KEMBANGKAN DI INDONESIA MASIH SANGAT KURANG...
SALAH SATU JAWABANNYA ADALAH BANYAK KEPENTINGAN DARI OKNUM2...PADAHAL KITA BISA MANDIRI DENGAN ENERGI ALTERNATIF DAN BISA MEMPRODUKSI SENDIRI BAIK SPARE PARTNYA DAN TERSEDIA SDMNYA.

nʇǝʌ∀:
Faktor internal sepertinya termasuk faktor utama.

Soal ilmuwan banyak yang kerja di luar negeri semata-mata karena memang di Indonesia rata-rata kurang memadai fasilitas, salary, dan jaminan keamanan. kalo nga percaya coba anda kuliah sampe S2, anda malah akan kesulitan mencari pekerjaan di negara ini yang sesuai dengan prestasi akademis maksimal anda.

Tentu saja, oknum-oknum yang melemahkan nasionalisme orang Indonesia bukan cuma di panggung politik saja, tapi juga ekonomi dan pendidikan. Mudahnya memanfaatkan semangat belajar anak-anak dan ABG demi keuntungan pribadi kita, sedangkan keuntungan yang mereka peroleh lebih kecil dan nggak sebanding dengan pengorbanan mereka.

Dibandingkan jadi pegawai lulusan S1, keuntungan finansial yang anda peroleh bisa jauh lebih besar kalau anda menyusup ke institusi2 pendidikan dan mengeruk keuntungan dari para pembelajar.

ytridyrevsielixetuls:
kita tidak bisa cuma menyalahkan pihak asing, di Indonesia sepertinya kurang dihargai ya para orang cerdas. Coba pikir, bukankah lebih kaya nantinya bagi anda kalau bisa goyangan seksi ataupun bisa mengolah bola untuk dapat uang ratusan juta - milyaran rupiah per tahun ketimbang capek-capek mikirin mesin ataupun kode bahasa pemrograman ?

Di sisi lain, aslinya masyarakat Indonesia itu tidak berlatar-belakang orang ahli dalam mengelola potensi SDA maupun SDM. Kita dulu juga banyak berguru pada bangsa asing. So wajar saja pihak asing menjadikan Indonesia lahan investasi mereka.

kita boleh2 aja sich menghargai mahal orang yang pamer kemampuan fisiknya tapi ya hargai mahal juga donk mereka yang menonjolkan potensi intelegience-nya. Bagi saya setiap potensi di diri manusia yang di arahkan ke arah positif patut dihargai dan harus adil antara keahlian + sumbangsih dan rewardnya.

rawWARus:
untung aja sekarang2 ada pelajaran KEWIRAUSAHAAN jadi siswa dididik jd pengusaha, jangan cuma jadi KULI...meskipun KULI BERDASI...
dan kehadiran UKM sangat membantu memperkuat ekonomi negara
coba jika kita cuma bekerja jadi KULI di beberapa perusahaan besar, dan pada suatu saat perusahaan2 itu gulung tikar...ya bnayk pengangguran deh...tp klo kita jd pengusaha meskipun kecil2an..maka kita bisa ttp bertahan...
Apa lgi negara ini potensial sekali menjadi pasar negara lain...mereka tidak mau kita bisa membuat/memproduksi produk2 berkualitas sendiri...nanti produk mereka tidak laku...
dari itu mereka mengarahkan kita ke budaya konsumtif dan budaya jadi KULI
Oknum2 mereka juga bertindak dari segi politik & budaya...
Padahal jika kita bisa mengolah kekayaan alam kita sendiri...bisa saja kita sebanding dengan ekonomi china...

exile_rstd:
kalau saya pernah menonton Kick Andy : Berprestasi di Negara Orang. dan salah salah satu pernyataan seorang ilmuan Indonesia mengatakan; (memang) di Indonesia hanya sedikit yang bisa menghargai kaum cendekiawan. faktor lain karena kurangnya lapangan yang potensial. mengapa? kondisi di Indonesia tidak bisa mendukung proyek 'mereka' 100%. salah satu pernyaan seorang ilmuan dibidang pertambangan (kalau tidak salah).

Navigasi

[0] Indeks Pesan

[#] Halaman berikutnya

Ke versi lengkap