Selamat datang di ForSa! Forum diskusi seputar sains, teknologi dan pendidikan Indonesia.

Welcome to Forum Sains Indonesia. Please login or sign up.

Juli 06, 2022, 01:05:12 AM

Login with username, password and session length

Topik Baru

Artikel Sains

Anggota
  • Total Anggota: 26,754
  • Latest: sainsftw
Stats
  • Total Tulisan: 139,633
  • Total Topik: 10,390
  • Online today: 67
  • Online ever: 441
  • (Desember 17, 2011, 09:48:51 AM)
Pengguna Online
Users: 0
Guests: 53
Total: 53

Aku Cinta ForSa

ForSa on FB ForSa on Twitter

Pemilu dua putaran

Dimulai oleh mhyworld, Juli 12, 2012, 07:15:38 PM

« sebelumnya - berikutnya »

0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.

mhyworld

Baru-baru ini warga Jakarta baru saja melaksanakan pemilihan calon gubernur. Karena belum ada calon yang memperoleh suara mayoritas, pilkada harus dilanjutkan untuk putaran kedua pada bulan September.
Apakah menurut anda sistem ini sudah cukup efektif dan efisien? Apakah keuntungan yang diperoleh sebanding dengan biaya dan sumber daya lain yang dikorbankan, seperti waktu dan tenaga? Adakah metode lain yang lebih efisien tanpa mengorbankan kualitas hasilnya? Silakan didiskusikan di sini.  :)
once we have eternity, everything else can wait

mhyworld

IMO, pemilu dua putaran memiliki kekurangan lain di samping besarnya biaya dan sumber daya yang harus dikeluarkan. Biasanya calon yang lolos putaran pertama akan melakukan manuver politik untuk meraih dukungan dari calon yang tidak lolos, baik secara personal maupun melalui partai politik. Hal ini sering menimbulkan bargaining politik yang beresiko melunturkan idealisme calon yang bersangkutan.
once we have eternity, everything else can wait

mhyworld

Pemilu dilakukan dua putaran jika pada putaran pertama tidak ada calon yang meraih suara mayoritas (>50 %). Tujuannya supaya calon terpilih memiliki cukup legitimasi karena didukung oleh mayoritas pemilih. Jika pada putaran pertama ada calon yang meraih suara mayoritas, putaran kedua tidak perlu dilaksanakan lagi.

Pada intinya, pemilu putaran pertama menanyakan kepada pemilih, calon mana yang mereka inginkan untuk menjadi pemenang / memegang jabatan yang diperebutkan.
Sedangkan pada putaran kedua, tujuan utamanya untuk mengetahui pilihan para pemilih yang calonnya tidak lolos pada putaran pertama. Diasumsikan bahwa pemilih yang calonnya lolos ke putaran kedua tidak mengubah pilihannya.

Usul saya, pemilu cukup dilaksanakan satu putaran. Data yang diperlukan dalam putaran kedua seharusnya sudah bisa diambil dalam putaran pertama. Jadi selain memilih calon yang didukung untuk memenangkan pemilu, pemilih juga memasukkan calon alternatif jika calonnya gagal memperoleh suara yang diperlukan, yaitu alternatif pertama, kedua, ketiga, dan seterusnya sesuai jumlah calon. Memang pekerjaan untuk rekapitulasi menjadi sedikit lebih berat, namun dengan penggunaan IT tentunya hal ini dapat diatasi tanpa masalah yang berarti. Keuntungannya, kita bisa menghemat sumber daya untuk melaksanakan pemilu, baik dari segi dana, waktu, maupun tenaga yang terkuras cukup banyak dalam penyelenggaraan pemilu tersebut.
once we have eternity, everything else can wait

riochi

dua putaran. biaya yang diperlukan banyak, ada celah adanya konflik menjatuhkan antar pasangan

mhyworld

Pilkada DKI telah selesai, dan hasilnya (pemenangnya) sama saja dengan putaran pertama. Bayangkan saja berapa banyak biaya yang bisa dihemat seandainya pilkada tersebut dilakukan sekali saja.
once we have eternity, everything else can wait