Gunakan MimeTex/LaTex untuk menulis simbol dan persamaan matematika.

Selamat datang, Pengunjung. Silahkan masuk atau mendaftar. Apakah anda lupa aktivasi email?

Oktober 23, 2021, 05:43:07 AM

Masuk dengan nama pengguna, kata sandi dan lama sesi

Topik Baru

Artikel Sains

Anggota
Stats
  • Total Tulisan: 139668
  • Total Topik: 10408
  • Online Today: 46
  • Online Ever: 441
  • (Desember 18, 2011, 12:48:51 AM)
Pengguna Online
Users: 0
Guests: 38
Total: 38

Ikuti ForSa

ForSa on FB ForSa on Twitter

Penulis Topik: PERANAN MEDIA - INTELLIGEN - PROPAGANDA  (Dibaca 7170 kali)

0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.

Offline mynick

  • Asisten Dosen
  • ***
  • Tulisan: 70
  • IQ: 3
PERANAN MEDIA - INTELLIGEN - PROPAGANDA
« pada: September 14, 2014, 01:37:20 PM »
Media & Penyesatan Opini Global

Berita yang benar adalah salah satu rahmat yang kita tidak boleh berputus asa untuk mendapatkannya....maka kita disuruh mencari....hingga musibah dan penyesalan tidak menimpa kita

Hai anak-anakku, pergilah kamu, maka [SIZE="4"]carilah berita[/SIZE] tentang Yusuf dan saudaranya dan [SIZE="4"]jangan kamu berputus asa dari rahmat Allah[/SIZE]. Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah melainkan kaum yang kafir`. (QS Yusuf : 87)

Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka [SIZE="4"]periksalah[/SIZE] dengan teliti agar kamu tidak [SIZE="4"]menimpakan suatu musibah[/SIZE] kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu [SIZE="4"]menyesal atas perbuatanmu[/SIZE] itu. (QS AL HUJURAAT : 6)

[SIZE="4"]Media & Penyesatan Opini Global[/SIZE]

Tidak ada jurnalis yang netral. Itu ungkapan dari Bill Kovack, dalam bukunya “Element of Journalisme”. Apalagi saat ini, di saat perang tidak hanya terjadi di dunia nyata, melainkan juga melanda dunia maya.

Perang adalah propaganda. Perang adalah tipu daya. Semua media saat ini tengah menghadapi perang media global, antara al haq melawan al batil.
Syekh Ayman menyatakan dalam satu kesempatan bahwa media jihad hari ini menempati posisi sangat penting dalam peperangan melawan media salib dan yahudi. Faktanya dan sangat disayangkan, kaum Muslimin saat ini masih tergantung pada kantor-kantor berita asing , seperti : Reuters, AFP, CNN, BBC, NBC, MSN, ABC, dan sejenisnya. Saat ini, media propaganda barat mengontrol informasi dunia dan memproduksi rata-rata 6 juta kata per hari, sementara Islam hanya mampu memproduksi 500 ribu kata per hari.

Gabriel Weimann, dalam bukunya yang berjudul “Terror on the Internet, The New Arena, The New Challenges” meyakini pentingnya media jihad dengan pelbagai sarananya dalam upaya memenangkan perang yang sangat menentukan saat ini. Profesor komunikasi di Universitas Haifa, Israel ini, yang juga seorang analis terorisme dan media massa ini menyatakan bahwa “Saat ini “teroris” tidak hanya berperang di dunia nyata, tetapi juga berperang di dunia maya sebagaimana mereka melakukannya di darat.”

Penyesatan Opini Global

Walter Dickman mengatakan bahwa dalam perang seringkali media bukan menampilkan apa yang terjadi, tapi apa yang dikehendaki publik untuk terjadi. Dalam konteks Islam, Surat Al-Hujuraat ayat 6 memberikan kode etik tabayyunatau cek dan ricek untuk setiap informasi yang datang kepada kita, terutama apabila informasi itu datang dari orang-orang fasik, apalagi kafir (juga medianya).

Hal ini karena dalam percaturan opini publik, masalah pokoknya adalah bahwa masyarakat menerima fakta bukan sebagaimana adanya, tetapi apa yang mereka anggap sebagai fakta. Jadi, ada kesenjangan antara fakta sebenarnya dan “apa yang dianggap sebagai fakta” yang oleh Walter Lipmann dalam bukunya Opini Umum disebut sebagai “kenyataan fatamorgana” atau “lingkungan palsu”.

Fakta semu atau kenyataan fatamorgana hasil manipulasi media itulah yang kemudian dianggap fakta oleh publik. Kenyataannya, publik tidak mungkin atau sangat sulit untuk melihat langsung seluruh fakta yang disajikan oleh media massa, padahal fakta semu adalah hasil rekayasa media massa yang telah mengalami proses reporting, editing,bahkan manipulasi, baru kemudian dipublikasi. Pada setiap tingkatan proses tersebut, setiap berita atau fakta telah diseleksi oleh personil pers.

Dalam “Penyesatan Opini”, Adian Husaini menyebutkan bahwa dalam proses reporting, seorang reporter telah melakukan seleksi terhadap fakta yang diperolehnya. Reporter TV, misalnya, harus memilih dan memotong acara yang berlangsung selama berjam-jam untuk kemudian disajikan dalam bentuk berita TV yang durasinya hanya sekitar 15 atau 30 detik.
Reporter media cetak juga menyeleksi dan memotong ucapan-ucapan atau fakta-fakta yang diterimanya untuk disajikan menjadi berita yang panjangnya hanya beberapa kolom saja. Ucapan presiden atau menteri selama satu jam yang jumlahnya sekitar 60.000 kata, harus ditulis oleh seorang reporter dengan panjang tulisan sekitar 4.000 – 7.000 kata saja. Hal ini tentu menimbulkan distorsi yang luar biasa. Jadi tidak salah jika Alvin Tofler dalam bukunyaPowershift mengatakan wajarlah jika di seluruh dunia terjadi pertempuran untuk merebut kontrol terhadap pengetahuan dan alat-alat komunikasi.


[COLOR="red"]TROLLING[/COLOR]
Trolling diartikan sebagai kegiatan memposting tulisan atau pesan menghasut dan seringkali tidak relevan dengan topik yang dibicarakan di komunitas online seperti forum, chatting, blog, atau juga social network.
Tujuan dari trolling ini adalah memprovokasi dan memancing emosi para pengguna internet lainnya. Dalam dunia internet, pelaku trolling ini disebut troller.


[SIZE="5"]Agar Tak Bias Persepsi, Jurnalis Harus Hadir di Zona Konflik[/SIZE]

Redaksi Salam-Online – Kamis, 2 Zulqaidah 1435 H / 28 Agustus 2014 08:53


Jurnalis di medan konflik

NUSA DUA (SALAM-ONLINE): [SIZE="5"]Media massa tidak boleh sembarangan dalam menyajikan berita konflik[/SIZE]. Media massa harus memahami situasi yang terjadi dengan mengirimkan para jurnalis ke wilayah konflik.

“Ketiadaan akses ke wilayah konflik akan menimbulkan bias dalam informasi yang disampaikan media,” kata Ketua Forum Global Pengembangan Media, Leon Willems dalam diskusi ‘Global Media Forum‘, di Nusa Dua Bali, Rabu (27/8) yang dikutip Republika Online.

Sayangnya, kata Leon, belakangan ini akses media meliput ke zona konflik semakin sulit. Ini terutama di wilayah konflik Timur Tengah seperti Suriah dan Irak. Padahal, lanjut Leon, kehadiran media di zona konflik sangat penting guna menghindari bias persepsi.

“Kurangnya akses telah menghasilkan peningkatan bias dalam konflik jurnalisme, wartawan tidak bisa hadir di jantung konflik,” ujar Willems

Willems menyarankan agar jurnalis peliput konflik membangun relasi dengan jurnalis lokal untuk membangun persepsi yang utuh. Sebab menurutnya para jurnalis lokal memiliki pengalaman langsung atas situasi yang terjadi.

“Membangun jaringan dengan wartawan lokal adalah satu-satunya cara untuk mendapatkan pemahaman yang lebih dalam konflik yang simpang-siur,” katanya.

Sementara itu Mantan Ketua Aliansi Jurnalis Asia Tenggara, Kavi Chongkittavorn mengatakan [SIZE="5"][COLOR="Red"]media semakin sering gagal menjadi JURU DAMAI[/COLOR]  (Catatan saya : bahkan cenderung menjadi JURU PENCIPTA KONFLIK sebab-akibat dari PROPAGANDA)[/SIZE] lantaran berkurangnya jurnalis yang melaporkan konflik.

Kebanyakan jurnalis hanya memanfaatkan [SIZE="5"][COLOR="Red"]informasi dari apa yang mereka baca dan tanpa berupaya menguji dan membandingkan kebenarannya[/COLOR][/SIZE]. “Itu adalah masalah ketika Anda melaporkan konflik tanpa melihat konteks yang lebih luas,” katanya.

Kavi menambahkan, ada kalanya para jurnalis perlu mengambil waktu untuk merenungkan berbagai informasi tentang konflik yang mereka dapatkan. Hal ini agar mereka [SIZE="5"][COLOR="Red"]tidak terjebak pada propaganda dan bisa proporsional dalam menyampaikan informasi[/COLOR][/SIZE] kepada pembaca.

“Jurnalis perlu waktu untuk merenungkan tulisan-tulisan mereka. Wartawan harus baik dan tidak terpikat propaganda,” ujarnya. (RoL)

salam-online
- See more at: http://salam-online.com/2014/08/agar-tak-bias-persepsi-jurnalis-harus-hadir-di-zona-konflik.html#sthash.BsVHPMyX.dpuf


Offline mynick

  • Asisten Dosen
  • ***
  • Tulisan: 70
  • IQ: 3
Re:PERANAN MEDIA - INTELLIGEN - PROPAGANDA
« Jawab #1 pada: September 14, 2014, 01:42:53 PM »
Media & Penyesatan Opini Global

Berita yang benar adalah salah satu rahmat yang kita tidak boleh berputus asa untuk mendapatkannya....maka kita disuruh mencari....hingga musibah dan penyesalan tidak menimpa kita

Hai anak-anakku, pergilah kamu, maka carilah berita tentang Yusuf dan saudaranya dan jangan kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah melainkan kaum yang kafir`. (QS Yusuf : 87)

Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu. (QS AL HUJURAAT : 6)

Media & Penyesatan Opini Global

Tidak ada jurnalis yang netral. Itu ungkapan dari Bill Kovack, dalam bukunya “Element of Journalisme”. Apalagi saat ini, di saat perang tidak hanya terjadi di dunia nyata, melainkan juga melanda dunia maya.

Perang adalah propaganda. Perang adalah tipu daya. Semua media saat ini tengah menghadapi perang media global, antara al haq melawan al batil.
Syekh Ayman menyatakan dalam satu kesempatan bahwa media jihad hari ini menempati posisi sangat penting dalam peperangan melawan media salib dan yahudi. Faktanya dan sangat disayangkan, kaum Muslimin saat ini masih tergantung pada kantor-kantor berita asing , seperti : Reuters, AFP, CNN, BBC, NBC, MSN, ABC, dan sejenisnya. Saat ini, media propaganda barat mengontrol informasi dunia dan memproduksi rata-rata 6 juta kata per hari, sementara Islam hanya mampu memproduksi 500 ribu kata per hari.

Gabriel Weimann, dalam bukunya yang berjudul “Terror on the Internet, The New Arena, The New Challenges” meyakini pentingnya media jihad dengan pelbagai sarananya dalam upaya memenangkan perang yang sangat menentukan saat ini. Profesor komunikasi di Universitas Haifa, Israel ini, yang juga seorang analis terorisme dan media massa ini menyatakan bahwa “Saat ini “teroris” tidak hanya berperang di dunia nyata, tetapi juga berperang di dunia maya sebagaimana mereka melakukannya di darat.”

Penyesatan Opini Global

Walter Dickman mengatakan bahwa dalam perang seringkali media bukan menampilkan apa yang terjadi, tapi apa yang dikehendaki publik untuk terjadi. Dalam konteks Islam, Surat Al-Hujuraat ayat 6 memberikan kode etik tabayyunatau cek dan ricek untuk setiap informasi yang datang kepada kita, terutama apabila informasi itu datang dari orang-orang fasik, apalagi kafir (juga medianya).

Hal ini karena dalam percaturan opini publik, masalah pokoknya adalah bahwa masyarakat menerima fakta bukan sebagaimana adanya, tetapi apa yang mereka anggap sebagai fakta. Jadi, ada kesenjangan antara fakta sebenarnya dan “apa yang dianggap sebagai fakta” yang oleh Walter Lipmann dalam bukunya Opini Umum disebut sebagai “kenyataan fatamorgana” atau “lingkungan palsu”.

Fakta semu atau kenyataan fatamorgana hasil manipulasi media itulah yang kemudian dianggap fakta oleh publik. Kenyataannya, publik tidak mungkin atau sangat sulit untuk melihat langsung seluruh fakta yang disajikan oleh media massa, padahal fakta semu adalah hasil rekayasa media massa yang telah mengalami proses reporting, editing,bahkan manipulasi, baru kemudian dipublikasi. Pada setiap tingkatan proses tersebut, setiap berita atau fakta telah diseleksi oleh personil pers.

Dalam “Penyesatan Opini”, Adian Husaini menyebutkan bahwa dalam proses reporting, seorang reporter telah melakukan seleksi terhadap fakta yang diperolehnya. Reporter TV, misalnya, harus memilih dan memotong acara yang berlangsung selama berjam-jam untuk kemudian disajikan dalam bentuk berita TV yang durasinya hanya sekitar 15 atau 30 detik.
Reporter media cetak juga menyeleksi dan memotong ucapan-ucapan atau fakta-fakta yang diterimanya untuk disajikan menjadi berita yang panjangnya hanya beberapa kolom saja. Ucapan presiden atau menteri selama satu jam yang jumlahnya sekitar 60.000 kata, harus ditulis oleh seorang reporter dengan panjang tulisan sekitar 4.000 – 7.000 kata saja. Hal ini tentu menimbulkan distorsi yang luar biasa. Jadi tidak salah jika Alvin Tofler dalam bukunyaPowershift mengatakan wajarlah jika di seluruh dunia terjadi pertempuran untuk merebut kontrol terhadap pengetahuan dan alat-alat komunikasi.


TROLLING
Trolling diartikan sebagai kegiatan memposting tulisan atau pesan menghasut dan seringkali tidak relevan dengan topik yang dibicarakan di komunitas online seperti forum, chatting, blog, atau juga social network.
Tujuan dari trolling ini adalah memprovokasi dan memancing emosi para pengguna internet lainnya. Dalam dunia internet, pelaku trolling ini disebut troller.


Agar Tak Bias Persepsi, Jurnalis Harus Hadir di Zona Konflik

Redaksi Salam-Online – Kamis, 2 Zulqaidah 1435 H / 28 Agustus 2014 08:53


Jurnalis di medan konflik

NUSA DUA (SALAM-ONLINE): Media massa tidak boleh sembarangan dalam menyajikan berita konflik. Media massa harus memahami situasi yang terjadi dengan mengirimkan para jurnalis ke wilayah konflik.

“Ketiadaan akses ke wilayah konflik akan menimbulkan bias dalam informasi yang disampaikan media,” kata Ketua Forum Global Pengembangan Media, Leon Willems dalam diskusi ‘Global Media Forum‘, di Nusa Dua Bali, Rabu (27/8) yang dikutip Republika Online.

Sayangnya, kata Leon, belakangan ini akses media meliput ke zona konflik semakin sulit. Ini terutama di wilayah konflik Timur Tengah seperti Suriah dan Irak. Padahal, lanjut Leon, kehadiran media di zona konflik sangat penting guna menghindari bias persepsi.

“Kurangnya akses telah menghasilkan peningkatan bias dalam konflik jurnalisme, wartawan tidak bisa hadir di jantung konflik,” ujar Willems

Willems menyarankan agar jurnalis peliput konflik membangun relasi dengan jurnalis lokal untuk membangun persepsi yang utuh. Sebab menurutnya para jurnalis lokal memiliki pengalaman langsung atas situasi yang terjadi.

“Membangun jaringan dengan wartawan lokal adalah satu-satunya cara untuk mendapatkan pemahaman yang lebih dalam konflik yang simpang-siur,” katanya.

Sementara itu Mantan Ketua Aliansi Jurnalis Asia Tenggara, Kavi Chongkittavorn mengatakan media semakin sering gagal menjadi JURU DAMAI  (Catatan saya : bahkan cenderung menjadi JURU PENCIPTA KONFLIK sebab-akibat dari PROPAGANDA) lantaran berkurangnya jurnalis yang melaporkan konflik.

Kebanyakan jurnalis hanya memanfaatkan informasi dari apa yang mereka baca dan tanpa berupaya menguji dan membandingkan kebenarannya. “Itu adalah masalah ketika Anda melaporkan konflik tanpa melihat konteks yang lebih luas,” katanya.

Kavi menambahkan, ada kalanya para jurnalis perlu mengambil waktu untuk merenungkan berbagai informasi tentang konflik yang mereka dapatkan. Hal ini agar mereka tidak terjebak pada propaganda dan bisa proporsional dalam menyampaikan informasi kepada pembaca.

“Jurnalis perlu waktu untuk merenungkan tulisan-tulisan mereka. Wartawan harus baik dan tidak terpikat propaganda,” ujarnya. (RoL)

salam-online
- See more at: http://salam-online.com/2014/08/agar-tak-bias-persepsi-jurnalis-harus-hadir-di-zona-konflik.html#sthash.BsVHPMyX.dpuf

Offline mynick

  • Asisten Dosen
  • ***
  • Tulisan: 70
  • IQ: 3
Re:PERANAN MEDIA - INTELLIGEN - PROPAGANDA
« Jawab #2 pada: September 14, 2014, 01:43:44 PM »
Propaganda 2.0: Government Trolls, Sock Puppet Armies and Terrorist Twitterstorms
http://revolution-news.com/propaganda-2-0-government-trolls-sock-puppet-armies-terrorist-twitterstorms/

Kutipan:

Kutip
Kami mendengar laporan serupa dari akun palsu menyebarkan disinformasi di jaringan media sosial Suriah. Sumber Suriah telah memberitahu kami bahwa setiap real account memiliki lima rekening palsu dan [COLOR="#FF0000"]target mereka adalah memberikan berita palsu.[/COLOR] Sama seperti e-komite di Mesir, Suriah rekening palsu menyerang akun oposisi dan umumnya menyebar propaganda pro-pemerintah. Kita diberitahu bahwa banyak dari berita mereka diarahkan pada sumber-sumber media barat. Tentara Elektronik Suriah terkenal dengan eksploitasi yang hacking dan defacements situs tetapi juga melakukan kampanye spam yang mendukung pemerintah Suriah.

Kampanye Smear dan konsensus retak adalah buku teks manuver cointelpro digunakan [COLOR="#FF0000"]untuk mempengaruhi pendapat dalam forum online. Beberapa teknik psikologi sosial menggambarkan bagaimana mudah massa rakyat dapat dimanipulasi oleh apa yang tampaknya menjadi konsensus dari opini publik.[/COLOR]

Misalnya, ketidaktahuan pluralistik, situasi di mana orang tidak setuju secara pribadi tetapi publik mendukung norma atau keyakinan - berpikir keliru bahwa orang lain setuju, adalah efek psikologis didokumentasikan dengan baik yang dapat mempengaruhi massa rakyat. Ini mungkin pertama kali ditunjukkan dalam Hans Christian Andersen dongeng "The Emperor's New Clothes" di mana seluruh kota takut berbicara tentang ketidakadilan yang jelas tidak ingin berdiri keluar dari kerumunan. Akhirnya butuh satu anak yang tidak bersalah secara terbuka berteriak bahwa kaisar telanjang untuk warga kota lain untuk menyadari bahwa mereka semua telah ditipu.

Dibandingkan dengan zaman modern dan media sosial dunia nyata, [COLOR="#FF0000"]tentara troll dibayar secara signifikan dapat meredam suara-suara yang lebih kecil secara online yang mungkin mencoba untuk menyampaikan informasi yang benar sah dan pendapat.[/COLOR] Orang pemalu yang mungkin mempertimbangkan menyuarakan pendapat berbeda dapat dengan mudah diri disensor jika mereka percaya bahwa mayoritas orang yang tidak setuju dengan mereka.

Di Mesir dan Suriah troll dibayar menghasut kekerasan online dan mendapatkan orang tewas. Berpengalaman pengguna media sosial ......


Revealed: US spy operation that manipulates social media
http://www.theguardian.com/technology/2011/mar/17/us-spy-operation-social-networks

Operasi Earnest Voice diterbitkan oleh The Guardian pada tahun 2011 :
"Operasi Earnest Voice (OEV), yang pertama kali dikembangkan di Irak sebagai senjata perang psikologis "

Operation Earnest Voice
http://en.wikipedia.org/wiki/Operation_Earnest_Voice

Kutip
Dari Wikipedia, ensiklopedia bebas
Operasi Earnest Voice adalah direncanakan Astroturfing kampanye oleh pemerintah AS. Tujuan dari inisiatif ini adalah untuk menggunakan sockpuppets untuk menyebarkan propaganda pro-Amerika di situs jejaring sosial berbasis di luar Amerika Serikat. [ 1 ] [ 2 ] [ 3 ] [ 4 ] Menurut Amerika Serikat Militer Komando Sentral ( CENTCOM ), yang yang berbasis di AS Facebook dan Twitter jaringan tidak ditargetkan oleh program, meskipun hukum AS tidak melarang lembaga negara AS dari menyebarkan propaganda di kalangan warga AS [ 1 ] sesuai dengan Modernisasi Act Smith-Mundt 2012. [ 5 ] Namun, Isaac R. Porche, seorang peneliti di perusahaan RAND , klaim itu tidak akan mudah untuk mengecualikan khalayak AS ketika berhadapan dengan komunikasi internet. [ 4 ]

Rincian program [ sunting ]
Pemerintah AS menandatangani kontrak $ 2.8m dengan Ntrepid perusahaan web-keamanan untuk mengembangkan perangkat lunak khusus, yang memungkinkan agen-agen pemerintah untuk mengirim propaganda pada "situs-bahasa asing".

Karakteristik utama dari perangkat lunak, seperti yang dinyatakan dalam permintaan pengembangan perangkat lunak, [ 6 ] adalah:

50 user "operator" lisensi, 10 sockpuppets dikendalikan oleh masing-masing pengguna.
Sockpuppets harus menjadi "penuh dengan latar belakang, sejarah, rincian pendukung, dan kehadiran cyber yang secara teknis, budaya dan geografis konsisten". Sockpuppets harus "dapat muncul berasal di hampir setiap bagian dari dunia."
A aman khusus VPN , yang memungkinkan sockpuppets tampil posting dari "dipilih secara acak alamat IP," untuk "menyembunyikan keberadaan operasi."
50 statis alamat IP untuk memungkinkan instansi pemerintah untuk "mengelola personas secara online terus-menerus mereka," dengan identitas pemerintah dan perusahaan organisasi dilindungi yang akan memungkinkan bagi para petugas negara yang berbeda untuk menggunakan sockpuppet yang sama, dan dengan mudah beralih di antara sockpuppets yang berbeda untuk "terlihat seperti pengguna biasa sebagai lawan satu organisasi. "
9 private server, "berdasarkan wilayah geografis operasi pelanggan beroperasi di dalam dan yang memungkinkan persona online pelanggan (s) muncul berasal dari." Server ini harus menggunakan pusat hosting yang komersial di seluruh dunia.
Virtual mesin lingkungan, dihapus setelah setiap sesi terminasi, untuk menghindari interaksi dengan "virus apapun, worm, atau perangkat lunak berbahaya."

Offline mynick

  • Asisten Dosen
  • ***
  • Tulisan: 70
  • IQ: 3
Re:PERANAN MEDIA - INTELLIGEN - PROPAGANDA
« Jawab #3 pada: September 14, 2014, 01:47:46 PM »
Perang Propaganda: Pemenggalan Of Amerika Journalist - Dalih untuk Intervensi Militer di Suriah?

Memicu kemarahan populer dan setting panggung untuk intervensi Suriah

Media korporasi menggunakan kata keterangan - konon, tampaknya, tampaknya - untuk menggambarkan pemenggalan dilaporkan jurnalis freelance Amerika James Wright Foley.

Foley dilaporkan diculik di Suriah. Segera setelah kepergiannya yang  Columbia Journalism Review  mengatakan dia "hampir pasti ditahan oleh pemerintah Suriah di sebuah pusat penahanan di dekat ibukota Damaskus." Ia kemudian mengatakan bahwa ia dibawa oleh ISIS, yang sekarang dikenal sebagai IS, atau Islam Negara.

Pada hari Selasa video telah diposting ke Youtube diduga menunjukkan pemenggalan Foley. Video ini berjudul "Pesan untuk Amerika" dan menunjukkan seorang pria dikatakan Foley berlutut, mengenakan jumpsuit oranye, sebelah seorang pria berpakaian hitam pemerintah Inggris percaya adalah warga Inggris a.

Foto dan video juga muncul di akun Twitter terkait dengan kelompok IS.

"Saya meminta teman-teman, keluarga, dan orang-orang terkasih untuk bangkit melawan pembunuh yang sebenarnya, pemerintah AS, apa yang akan terjadi bagi saya adalah hanya akibat dari puas dan kriminalitas mereka," kata pria yang akan Foley menyatakan.

"Pesan saya kepada orang tua saya tercinta - menyelamatkan saya beberapa martabat dan tidak menerima kompensasi sedikit kematian saya dari orang yang sama yang efektif memukul paku terakhir di peti mati saya dari kampanye udara mereka baru-baru ini di Irak," referensi ke Obama pengeboman tanda administrasi diarahkan pada IS di Irak.

"Saya menyerukan kepada adikku John, yang adalah anggota Angkatan Udara AS, berpikir tentang apa yang Anda lakukan."

"Aku mati hari itu, John. Ketika rekan-rekan Anda menjatuhkan bom bahwa pada orang-orang, mereka menandatangani sertifikat kematian saya.

"Saya kira semua dalam semua, aku berharap aku tidak Amerika."

Menteri Luar Negeri Inggris  Philip Hammond  mengatakan algojo dalam video mungkin warga negara Inggris.

"Di wajah itu, tampaknya telah menjadi orang Inggris. Kita harus melakukan beberapa analisis yang lebih untuk membuat cukup yakin bahwa itu terjadi, "kata Hammond.

Perdana Menteri Inggris  David Cameron  "dipotong pendek liburan musim panas untuk kembali ke London dan pertemuan mendesak kursi pada ancaman yang ditimbulkan oleh ISIS di Irak dan Suriah," menurut NBC News.

Justru Jangka waktu Perang Propaganda

Dugaan pemenggalan ini sekarang mendominasi siklus pembentukan berita, membayangi peristiwa di Ferguson, Missouri. Media selalu terlibat dalam cakupan wall-to-wall ketika seorang jurnalis terbunuh, terutama dengan cara sensasional dan aneh seperti itu.

Diduga pembunuhan akan diragukan lagi dimanfaatkan oleh negara karena landai sampai re-intervensi di Irak di bawah bendera kemanusiaan. Sementara itu, itu adalah tanggung jawab dari media perusahaan untuk menghasilkan kemarahan publik dan selanjutnya mengutuk IS, sebuah kelompok paramiliter yang dibuat oleh AS dan yang rekan Gulf Emirate dan dilatih oleh militer Amerika Serikat di Yordania.

"Tujuan langsung Para ekstremis 'adalah menggunakan gambar mengejutkan untuk mengintimidasi pemerintahan Obama dalam menghentikan serangan udara AS pada ISIS benteng di Irak," laporan  International Business Times .

Bahkan, seperti ISIS pasti tahu, sebaliknya akan terjadi - Amerika Serikat dan mitra-mitranya akan meningkatkan kampanye pemboman mereka, menggunakan video sebagai alat propaganda yang mudah digunakan dan memanfaatkan kemarahan populer selama kelompok.

The New York Post , yang dimiliki oleh News Corp Rupert Murdoch raja, mengerahkan dewan redaksi yang pagi ini dan menyatakan "waktu untuk permainan berakhir" dan "mengerikan wake-up call" dari Foley dugaan pembunuhan menuntut pembalasan militer. "Dengan kehidupan Amerika sekarang sedang diambil dan bahkan lebih berisiko, Amerika kini terlibat langsung. Tidak ada lagi bermain footsie dengan tukang jagal. "

Johan Galtung , seorang sosiolog Norwegia dan pendiri utama dari disiplin studi perdamaian dan konflik, telah menggambarkan bagaimana media pembentukan mengeksploitasi kekerasan untuk mempropagandakan tujuan kebijakan luar negeri negara.

Manicheanism, seni menggambarkan satu sisi sebagai brutal dan jahat sementara yang lain dipandang sebagai korban suci dan tak berdosa, memainkan peran yang dominan dalam propaganda perang. Ini adalah proses yang kita sekarang menyaksikan sehubungan dengan dugaan pembunuhan James Foley.

Media Pembentukan akan terus mempekerjakan taktik ini, bersama dengan dari konteks kekerasan - memikirkan tanggapan emosional irasional sementara mengabaikan alasan yang mendasari kekerasan dan, dalam kasus ISIS, menghilangkan fakta kelompok dan pemimpin lincah yang sebagian besar merupakan ciptaan intelijen AS dan mitra-mitranya


Perang Propaganda: Atas Pemenggalan Jurnalis Amerika - Dalih untuk Intervensi Militer di Suriah?
http://www.globalresearch.ca/war-propaganda-supposed-isis-beheading-of-american-journalist-pretext-for-military-intervention-in-syria/5396624

Kutip
Perang Propaganda: Pemenggalan Of Amerika Journalist - Dalih untuk Intervensi Militer di Suriah?

Memicu kemarahan besar dan setting sandiwara untuk intervensi Suriah

Media korporasi menggunakan kata keterangan - konon, tampaknya, tampaknya - untuk menggambarkan pemenggalan dilaporkan jurnalis freelance Amerika James Wright Foley.

...
Diduga pembunuhan akan diragukan lagi dimanfaatkan oleh negara karena landai sampai re-intervensi di Irak di bawah bendera kemanusiaan. Sementara itu, itu adalah tanggung jawab dari media perusahaan untuk menghasilkan kemarahan publik dan selanjutnya ....

Offline mynick

  • Asisten Dosen
  • ***
  • Tulisan: 70
  • IQ: 3
Re:PERANAN MEDIA - INTELLIGEN - PROPAGANDA
« Jawab #4 pada: September 14, 2014, 01:49:46 PM »
    Eksekusi oleh "Gerilyawan Teroris" dan Operasi Propaganda lainnya

    Oleh Larry Chin
    Global Research, November 21, 2004

    Pola telah konsisten dan jelas. Setiap laporan berita atau skandal yang telah merugikan / agenda perang Anglo-Amerika Bush telah diikuti, dalam hitungan jam, dengan eksekusi mengejutkan (nyata dan bertahap) yang dikaitkan dengan "pemberontak teroris", meskipun keadaan dipertanyakan, bukti non-diverifikasi dan sumber-sumber tidak dapat diandalkan, seperti "tidak disebutkan namanya" kecerdasan dan pejabat militer.

    Para pihak yang bertanggung jawab atas tindakan-tindakan belum, dan mungkin tidak akan diidentifikasi, sebagian besar berkat untuk membicarakan US / Pentagon pemadaman pelaporan dari zona perang, dan disinformasi sarat dan media korporasi Bush dikendalikan.

    Yang jelas, terlepas dari identitas para pelaku, adalah bahwa hasilnya secara eksklusif menguntungkan AS / Bush mesin perang administrasi, sementara benar-benar merusak tujuan politik dan hubungan masyarakat dari anti-AS / gerakan oposisi anti-pendudukan dan kelompok. Metode yang digunakan dalam penculikan dan pembunuhan Margaret Hassan, Nick Berg dan lain-lain rapi sesuai dengan profil kecerdasan dan kontra operasi klasik barat.


    Margaret Hassan

    Laporan dari pembunuhan massal genosida, kekejaman dan kejahatan perang sekarang sedang dilakukan oleh pasukan AS di Fallujah (juga melihat kiriman oleh Dahr Jamail dari Irak)
    http://www.globalresearch.ca/articles/NIM410B.html
    telah "balas" dengan video eksekusi jelas Margaret Hassan , seorang pejabat bantuan PERAWATAN yang dicintai dan dihormati oleh rakyat Irak dan non-Irak sama. Tindakan ini, yang dipersalahkan pada gerilyawan, telah mendorong kemarahan di kalangan rakyat Irak terhadap pejuang pemberontak.

    Tapi Hassan membunuh bagian dari operasi intelijen Inggris ? Sebuah account oleh seorang wartawan Yordania:

    "Inggris telah mencoba untuk menjamin terhadap setiap potensi serangan balik dari masyarakat umum dan sendiri Buruh MP (dalam hal situasi memburuk salah) dengan menginstruksikan agennya di tanah di Irak untuk menculik Margaret Hassan, pekerja amal Care International.

    Komunike terbaru dari Mujahidin telah terkena polis asuransi Inggris dan membantah terlibat dalam penculikan itu JTJ. Penculikan itu akan mengirim pesan ke publik Inggris bahwa perlawanan Irak terdiri dari monster dan seri pembunuh-dan tidak ada respon lain selain menyeka mereka dari muka bumi-sehingga memperpanjang pemindahan pasukan Inggris di wilayah tersebut dekat Baghdad. "

    Memang, penculikan dan eksekusi Hassan tidak masuk akal, kecuali sebagai operasi intelijen AS, koperasi Inggris atau US-sekutu:

    "Tapi kenapa perlawanan akan menculik seseorang yang telah memberikan bantuan kemanusiaan kepada rakyat Irak selama 25 tahun?

    Apakah mungkin perlawanan Irak ingin menyangkal rakyat Irak bantuan kemanusiaan? Tentu saja tidak. Di Amerika, media korporasi menjawab pertanyaan di atas setiap hari-perlawanan Irak fanatik, pembunuh, tidak lebih dari konfederasi teroris, penjahat, orang-orang gila Islam, sadis gila yang meledakkan bom mobil di kotak pasar yang ramai dan membunuh perempuan dan anak-anak, tetangga mereka sendiri.

    Namun, ada penjelasan lain yang mungkin: penculikan Margaret Hassan adalah bagian dari operasi kontra dirancang untuk membuat perlawanan terlihat buruk dan dengan demikian mengubah opini dunia terhadap hal itu ".

    Selama lebih dari 20 tahun, Hassan sendiri adalah salah satu suara yang paling kuat pada krisis kemanusiaan di Irak. Dan baru-baru ini, ia adalah seorang kritikus pendudukan. Dalam rekaman video sebelumnya, Hassan mengaku untuk Inggris untuk keluar dari Irak . Dia adalah kewajiban public relations.


    Toretta dan Pari penculikan

    Pada bulan September 2004, dua pekerja bantuan kemanusiaan Italia muda, Simona Toretta dan Simona Pari, diculik dalam keadaan mencurigakan. Hal ini disalahkan pada gerilyawan dan / atau teroris yang terhubung ke Zarqawi .

    Menurut penyelidikan di Guardian Inggris , pemberontak Irak tak ketinggalan penculikan dua pekerja bantuan Italia:

    "The Guardian, mengatakan penculikan Simona Torretta dan Simona Pari memiliki tanda operasi asing menyamar dalam upaya untuk mendiskreditkan perlawanan Irak berlanjut terhadap pasukan pendudukan AS.

    "Surat kabar massal sirkulasi menambahkan lebih kecurigaan pada keterlibatan asing dalam operasi seperti itu dilakukan hanya beberapa meter dari Zona Hijau yang dijaga berpatroli tanpa gangguan dari polisi Irak dan militer AS.

    "The Guardian, menyatakan bahwa senjata yang digunakan dalam operasi yang lebih canggih daripada yang biasanya digunakan oleh perlawanan Irak sebagai penculik menggunakan AK-47, senapan dan pistol dengan peredam suara dan senjata bius, sedangkan pejuang Irak selalu menggunakan Kalashnikov berkarat.

    "Paling mencolok, menurut harian Inggris, para penculik mengenakan seragam Garda Nasional Irak dan mengidentifikasi diri mereka sebagai bekerja untuk [Perdana Menteri Irak] Iyad Allawi."


    Nick Berg eksekusi

    Pada musim semi 2004, Nick Berg adalah "dieksekusi" oleh intelijenAS atau sekutu AS  untuk mengalihkan perhatian dari skandal penyiksaan di Abu Ghraib.

    Ada juga banyak bukti bahwa pelaksanaan rekaman video dari Nicholas Berg pada musim semi 2004 adalah fabrikasi lengkap , berdasarkan analisis rinci oleh La Voz de Aztlan . Meskipun demikian, dan debunkings lain, pemenggalan Berg tetap gambar seram yang meminta kebencian "anti-teroris" .

    Daniel Pearl

    Pembunuhan wartawan Daniel Pearl adalah sama dipelintir untuk menguntungkan propaganda "perang melawan terorisme", dan untuk menyalakan kemarahan terhadap mereka yang diduga teroris Al-Qaeda terlibat dalam serangan 9/11.

    Sama seperti Margaret Hassan adalah masalah PR yang harus menggigit sejak awal, Pearl adalah gangguan. Dia telah mengejar hubungan antara terorisme, kelompok teroris dan badan-badan intelijen, dan akan setelah ISI Pakistan (cabang CIA virtual), tak lama sebelum dia dibunuh.

    Pos-9 menjamur / 11 mimpi buruk

    Jelas bahwa sebagian besar, jika tidak semua, dari penculikan yang terletak waktunya dan eksekusi, peringatan teror palsu, video Osama Bin Laden, "Al-Qaeda" penangkapan, konstan Zarqawi genderang (juga lihat di sini ) -telah telah dipentaskan dan dimanfaatkan untuk propaganda perang Anglo-Amerika , waktunya untuk

    [LIST=1]
    • mengalihkan perhatian dari kebenaran sepihak agresi Anglo-Amerika,
    • mengubah opini dunia terhadap mereka menolak perang dan pendudukan pimpinan AS , dan
    • menjaga rasa takut, shock dan benci berbasis mitos "terorisme" dan "fanatik musuh luar ".

    Pada saat yang sama, apa yang tidak dapat diabaikan adalah bahwa kemarahan kekerasan pada bagian dari korban agresi pimpinan AS akan lepas kendali-jika belum melakukannya. Sebagai agresi pimpinan AS terus meningkat, itu telah mendorong korban untuk tindakan semakin putus asa resistensi dan pertahanan diri. Dengan desain.

    Seperti Mike Ruppert menulis dalam Crossing Rubicon : "Bahkan jika tidak ada [teroris] sebelum 9/11 (dan ada), AS telah pergi keluar dari cara untuk menciptakan permusuhan terhadap negara ini yang ada di bunga penuh seluruh seluruh dunia ". Dari "perang melawan terorisme" untuk pemboman, invasi dan pendudukan dari Afghanistan dan Irak.

    Dari pembantaian di Mazar-I-Sharif ke sel-sel penyiksaan Teluk Guantanamo dan Abu Ghraib. Hari ini di Irak, tentara fanatik Amerika membunuh dengan haus darah -grotesquely ditunjukkan oleh pembantaian harian di Fallujah, pembunuhan di masjid , dan insiden sebelumnya seperti "membunuh karena kasihan" dari Irak tak berdosa bongkar muat truk sampah.

    Dalam dunia mimpi buruk dari siklus tak berujung dan memperluas perang, dan berkesinambungan provokasi dan respon, menjadi sulit, jika bukan tidak mungkin, untuk membedakan kebrutalan agresor kriminal dari tindakan perlawanan terhadap agresi ini. Sama seperti Israel-Palestina telah terkunci dalam siklus tak berujung kekerasan tak terduga dan tak terkendali selama puluhan tahun, seluruh dunia, diterangi oleh 9/11 "perang melawan terorisme" , diatur untuk sama.

    Perang ini, dan amunisi propaganda itu , harus dihentikan.

    Larry Chin adalah jurnalis lepas yang berfokus pada isu-isu geopolitik dan kecerdasan dan Global Research Berkontribusi Editor.

    http://www.globalresearch.ca/on-executions-by-terrorist-insurgents-and-other-propaganda-operations/249

    Link lainnya:
    Menginvasi Irak 2.0: Propaganda ISIS , Proxy Wars dan AS-NATO 'Blitzkrieg'
    http://www.globalresearch.ca/invading-iraq-2-0-isis-propaganda-proxy-wars-and-us-natos-blitzkrieg/5388616

    ISIS di Irak bau operasi "PERANG KOTOR" CIA / NATO
    http://rt.com/op-edge/168064-isis-terrorism-usa-cia-war/

    Apakah Penculikan CARE Margaret Hassan  Operasi CIA-Mossad?
    http://www.globalresearch.ca/articles/NIM410B.html

    Offline mynick

    • Asisten Dosen
    • ***
    • Tulisan: 70
    • IQ: 3
    Re:PERANAN MEDIA - INTELLIGEN - PROPAGANDA
    « Jawab #5 pada: September 14, 2014, 01:51:27 PM »
          ada kutipan:
    http://conflictantiquities.wordpress.com/2014/07/12/syria-iraq-mosul-nineveh-tomb-prophet-jonah-retraction-correction/
    Kutip
    Ketika Daily Mail meminta maaf atas kesalahan yang dibuat dalam "itikad baik", Clooney mengatakan bahwa mereka 'sudah tahu cerita ... adalah palsu dan  tetap dicetak';

    'Dapat terbukti menjadi kebohongan ..., kebohongan terencana.'; mereka sudah 'terkena sendiri' sebagai tabloid itu membuat fakta-fakta yang merugikan pembacanya dan mencetak ulang mereka semua publikasi yang membabi buta '. (2)

    selebihnya coba telusuri sendiri link-link yang diberikan web ini
    http://blog.foreignpolicy.com/posts/2014/07/24/islamic_state_isn_t_circumcising_women_and_didn_t_steal_400_million_either
    dan
    http://observers.france24.com/content/20140812-slavery-genital-mutilation-collective-marriage-fake-isis-images
    dan
    http://conflictantiquities.wordpress.com/2014/07/20/syria-iraq-mosul-burned-syriac-catholic-cathedral-propaganda/


    TRANSLATE BY GOOGLE:


    Perang, Propaganda dan Media
    http://www.globalissues.org/article/157/war-propaganda-and-the-media
    oleh Anup ShahHalaman ini terakhir Updated Kamis, 31 Maret, 2005
    Halaman ini: http://www.globalissues.org/article/157/war-propaganda-dan-the-media .
    Untuk mencetak semua informasi misalnya diperluas catatan sisi, menunjukkan link alternatif, gunakan versi cetak:
    http://www.globalissues.org/print/article/157

    Kutip
    Kita harus ingat bahwa pada saat perang apa yang dikatakan di sisi musuh dari depan selalu propaganda, dan apa yang dikatakan di pihak kita depan adalah kebenaran dan kebajikan, penyebab kemanusiaan dan perang untuk perdamaian.
    - Walter Lippmann

    Mungkin setiap konflik berjuang di setidaknya dua alasan : medan perang dan pikiran rakyat melalui propaganda. "Orang baik" dan "orang jahat" seringkali dapat keduanya bersalah menyesatkan orang dengan distorsi, berlebihan, subjektivitas, ketidaktepatan dan bahkan fabrikasi, dalam rangka untuk menerima dukungan dan rasa legitimasi.

    Halaman web ini memiliki sub-bagian berikut:
    [LIST=1]
    • Elemen Propaganda
    • Propaganda And War
    • Propaganda Ketika Mempersiapkan Atau Perang Membenarkan
    • Kontrol Militer Informasi
    • Operasi Informasi
    • Tertanam Wartawan: Sebuah Advantage Untuk Militer
    • Dilema Jurnalis Dan Wartime Cakupan
    • Propaganda Yang Lebih Luas
    • Propaganda Di Democracies
    • Mengapa Apakah So Much Propaganda Kerja?
    • Ingin Percaya Yang Terbaik Dari Diri Kita Sendiri
    • Takut-Mongering Dan Mendistorsi Fakta-Fakta
    • Manajemen Media Dan Public Relations Sangat Profesional
    • Menyebarluaskan Dikemas, Berita Bahkan Palsu
    • Taktik Smear Meningkat Di Kecanggihan
    • Mempersempit Rentang Debat
    • Beberapa Contoh Detil

    Elemen Propaganda

    Propaganda dapat berfungsi untuk menggalang orang di belakang penyebabnya, tetapi sering pada biaya melebih-lebihkan, keliru, atau bahkan berbohong tentang isu-isu dalam rangka untuk mendapatkan dukungan itu.

    Sementara isu propaganda sering dibahas dalam konteks militerisme, perang dan perang-mongering, itu adalah di sekitar kita dalam semua aspek kehidupan.

    Sebagai berbagai contoh di bawah ini akan menunjukkan, taktik umum dalam propaganda sering digunakan oleh kedua sisi meliputi:

    [LIST=1]
    • Menggunakan cerita selektif yang datang selebar-covering dan obyektif.
    • Fakta sebagian , atau konteks historis
    • Memperkuat alasan dan motivasi untuk bertindak karena ancaman pada keamanan individu.
    • Persempit sumber "ahli" untuk memberikan wawasan ke situasi. (Sebagai contoh, media mainstream biasanya mewawancarai pensiunan personil militer bagi banyak masalah yang berhubungan dengan konflik, atau mengobati sumber resmi pemerintah sebagai fakta, bukan hanya satu perspektif yang perlu diverifikasi dan diteliti).
    • Mengutuk "musuh" yang tidak cocok dengan gambaran apa yang "benar".
    • Menggunakan kisaran sempit wacana , dimana penilaian sering dibuat saat batas wacana itu sendiri, atau kerangka di mana pendapat terbentuk, seringkali tidak dibahas. Fokus sempit kemudian membantu untuk melayani kepentingan para propagandis.
    Beberapa bagian berikut melihat bagaimana propaganda digunakan dalam berbagai cara, memperluas pada daftar di atas taktik dan perangkat.

    Propaganda dan Perang

    Pada masa perang, atau membangun untuk perang, pesan ekstremitas dan benci, dikombinasikan dengan emosi kehormatan dan kebenaran saling memberikan propaganda yang kuat untuk suatu tujuan.

    Kutip
    Korban pertama ketika perang datang adalah Kebenaran
    - AS Senator Hiram Johnson, 1917
    Banyak yang mengatakan bahwa itu tidak bisa dihindari dalam perang bahwa orang akan mati. Namun, dalam banyak kasus, perang itu sendiri tidak bisa dihindari, dan propaganda sering digunakan untuk pergi lebih dekat ke perang, jika itu adalah pilihan kebijakan luar negeri yang lebih disukai. Memang, setelah perang dimulai, sayangnya dijamin hampir pasti korban sipil.

    Kutip
    Dalam masa perang, kebenaran begitu berharga bahwa ia harus selalu dihadiri oleh pengawal kebohongan.
    - Winston Churchill, Perdana Menteri Inggris selama Perang Dunia II

    Mereka yang mempromosikan citra negatif dari "musuh" mungkin sering memperkuatnya dengan retorika tentang kebenaran dari diri mereka sendiri; upaya ini adalah untuk mengerahkan dukungan dan memelihara keyakinan bahwa apa yang dilakukan adalah demi kepentingan positif dan menguntungkan semua orang. Seringkali, prinsip-prinsip yang digunakan untuk mengutuk yang lain, tidak digunakan untuk menilai diri, yang mengarah ke tuduhan standar ganda dan kemunafikan.

    Kutip
    Selanjutnya negarawan akan menciptakan kebohongan murah, menempatkan menyalahkan pada bangsa yang diserang, dan setiap orang akan senang dari mereka nurani-menenangkan falsities, dan tekun akan mempelajari mereka, dan menolak untuk memeriksa setiap sanggahan dari mereka; dan dengan demikian ia akan oleh dan dengan meyakinkan dirinya sendiri bahwa perang hanya, dan akan berterima kasih kepada Tuhan untuk tidur yang lebih baik ia menikmati setelah proses ini aneh menipu diri sendiri.

    - Mark Twain, The Stranger Misterius, 1916, bab.9


    Daftar taktik yang digunakan dalam propaganda yang tercantum lebih lanjut di atas juga dinyatakan dengan cara yang sama oleh Johann Galtung, seorang profesor Studi Perdamaian dan dirangkum di sini oleh Danny Schechter:

    [Profesor] ​​Galtung ditata 12 poin perhatian di mana jurnalisme sering terjadi kesalahan ketika berhadapan dengan kekerasan. Setiap implisit menyarankan solusi yang lebih eksplisit.

    [LIST=1]
    • Kekerasan dari konteks : berfokus pada irasional tanpa melihat alasan untuk konflik yang belum terselesaikan dan polarisasi.
    • Dualisme : mengurangi jumlah partai dalam konflik dua, ketika sering lebih terlibat. Cerita yang hanya fokus pada perkembangan internal sering mengabaikan seperti luar atau "eksternal" kekuatan sebagai pemerintah asing dan perusahaan transnasional.
    • Manicheanism : menggambarkan satu sisi sebagai baik dan mengutuk yang lain sebagai "jahat."
    • Armageddon : menyajikan kekerasan sebagai tak terelakkan, menghilangkan alternatif.
    • Berfokus pada tindakan individual kekerasan sambil menghindari penyebab struktural , seperti kemiskinan, pengabaian pemerintah dan militer atau represi polisi.
    • Kebingungan : berfokus hanya pada arena konflik (yaitu, medan atau lokasi insiden kekerasan) tetapi tidak pada kekuatan-kekuatan dan faktor-faktor yang mempengaruhi kekerasan.
    • Tidak termasuk dan menghilangkan berduka , sehingga tidak pernah menjelaskan mengapa ada tindakan balas dendam dan spiral kekerasan.
    • Kegagalan untuk mengeksplorasi penyebab eskalasi dan dampak dari liputan media itu sendiri .
    • Kegagalan untuk mengeksplorasi tujuan intervensionis luar, terutama kekuatan besar .
    • Kegagalan untuk mengeksplorasi proposal perdamaian dan menawarkan gambar hasil damai .
    • Membingungkan gencatan senjata dan negosiasi dengan damai sebenarnya .
    • Menghilangkan rekonsiliasi : konflik cenderung muncul kembali jika perhatian tidak dibayar untuk upaya untuk menyembuhkan masyarakat retak. Ketika berita tentang upaya untuk menyelesaikan konflik tidak hadir, fatalisme diperkuat. Yang dapat membantu menyebabkan lebih banyak kekerasan, ketika orang tidak memiliki gambar atau informasi tentang kemungkinan hasil yang damai dan janji penyembuhan.
    - Danny Schechter, Meliputi Kekerasan: Bagaimana Media Harus Menangani Konflik , 18 Juli 2001 (Penekanan Added)


    BERSAMBUNG...di http://www.globalissues.org/article/157/war-propaganda-and-the-media

    Offline mynick

    • Asisten Dosen
    • ***
    • Tulisan: 70
    • IQ: 3
    Re:PERANAN MEDIA - INTELLIGEN - PROPAGANDA
    « Jawab #6 pada: September 14, 2014, 01:54:25 PM »
      Disinformasi Media dan Pasukan Pembunuh(Dad Scuad) di Pendudukan Irak
      Crying Wolf: Media Disinformation and Death Squads in Occupied Iraq
      Kutip
      Abstrak

      Fenomena pasukan berani mati yang beroperasi di Irak telah menjadi berlaku umum selama beberapa bulan terakhir. Namun, dalam perlakuan terhadap masalah ini, media mainstream telah rajin mengikuti garis menghubungkan pembunuhan di luar hukum untuk milisi Syiah yang tidak bertanggung jawab yang telah meningkat menjadi terkenal dengan kemenangan pemilu pemerintah Syiah yang dipimpin Ibramhim Jafaari pada bulan Januari.

      Artikel berikut membahas kedua cara di mana informasi yang telah disajikan secara luas dan apakah presentasi yang mempunyai dasar yang sebenarnya sebenarnya. Menyimpulkan bahwa atribusi milisi Syiah tidak berkelanjutan, artikel menganggap siapa penulis intelektual kejahatan terhadap kemanusiaan dan apa tujuan mereka layani dalam konteks pendudukan negara berkelanjutan .

      Media Spin And Propaganda Resmi Selama Perang Teluk Pada Tahun 1991
      Media, Propaganda and Iraq
      Kutip
      Selama Perang Teluk 1991, Amerika Serikat telah memberlakukan kontrol militer pada informasi, yang berarti bahwa penggambaran media yang tidak akan memberikan gambaran yang lengkap.

      Ada banyak kecerdasan buruk atau disinformasi langsung , seperti Christian Science Monitor highlights, yang memberikan kontribusi untuk mendukung perang terhadap Irak pada tahun 1991 Selain itu, banyak PR dan berputar digunakan, dan saat ini sedang digunakan dalam krisis yang lebih baru .

      Satu fakta yang sering disajikan adalah bahwa ada sangat hampir tidak ada korban. Hal ini menyebabkan klaim tipe baru perang yang bisa berhasil berjuang. Itu sering tidak menjelaskan berapa banyak warga Irak telah tewas.



      Perang Propaganda dan Media Barat: Potret Fabrikasi. Palsu Videos
      Kaset Video palsu yang digunakan oleh CNN

      Oleh Prof Michel Chossudovsky
      War Propaganda and the Western Media: Fabricated Images. Fake Videos | Global Research
      Kutip
      The New York Times kini telah mengakui dulu gambar palsu tentang keterlibatan dugaan tentara Rusia di Ukraina Timur.

      Maaf, kami membuat kesalahan: pencabutan The NYT disajikan sebagai kesalahan teknis dimana gambar salah keliru dipilih.

      "Sebuah paket bahan pengarahan Amerika yang dipersiapkan untuk pertemuan di Jenewa menegaskan bahwa foto itu diambil di Rusia. Orang-orang yang sama juga ditunjukkan pada foto-foto yang diambil di Ukraina.

      "Penampilan mereka di kedua foto-foto disajikan sebagai bukti keterlibatan Rusia di timur Ukraina. Paket itu kemudian diberikan oleh pejabat Amerika untuk The New York Times, yang termasuk deskripsi dari kelompok foto dalam sebuah artikel dan keterangan yang diterbitkan pada hari Senin. The ... sengketa kelompok foto melemparkan awan di atas satu bagian yang sangat jelas dan sangat dipublikasikan bukti. "

      Apa yang harus dipahami adalah bahwa penggunaan gambar fabrikasi adalah prosedur rutin media Barat. Its niat utamanya adalah mempertahankan kebohongan dan menyesatkan opini publik.

      Ada banyak contoh dari manipulasi media yang.

      Artikel berikut pertama kali diterbitkan enam tahun yang lalu di bangun dari Maret 2008 Tibet kerusuhan menunjukkan bagaimana CNN digunakan video palsu

      Perang Propaganda
      Oleh Prof Michel Chossudovsky
      Kutip
      Teks ini pertama kali diterbitkan pada Januari 2003, dua bulan sebelum awal perang di Irak

      Perencana militer di Pentagon sangat sadar peran sentral propaganda perang. Dilancarkan dari Pentagon, Departemen Luar Negeri dan CIA, ketakutan dan disinformasi kampanye (FDC) telah diluncurkan. Distorsi terang-terangan kebenaran dan manipulasi sistematis dari segala sumber informasi merupakan bagian integral dari perencanaan perang. Dalam bangun dari 9/11, Menteri Pertahanan Donald Rumsfeld diciptakan untuk Kantor Pengaruh Strategis (OSI), atau "Kantor Disinformasi" seperti yang dicap oleh para kritikus yang:

      Fabrikasi Kebenaran

      Untuk mempertahankan agenda perang, ini "realitas palsu", disalurkan pada hari ke hari ke dalam rantai berita harus menjadi kebenaran yang tak terhapuskan, yang merupakan bagian dari konsensus politik dan media yang luas. Dalam hal ini, media korporasi-meskipun bertindak secara independen dari aparat intelijen-militer, merupakan instrumen ini berkembang sistem totaliter.

      Peran CIA

      Komponen yang paling kuat dari Ketakutan dan Disinformasi Kampanye (FDI) terletak pada CIA, yang, diam-diam mensubsidi penulis, jurnalis dan kritikus media melalui web dari yayasan swasta dan CIA disponsori organisasi depan. CIA juga mempengaruhi ruang lingkup dan sebagian besar produksi Hollywood. Sejak 9/11, sepertiga dari produksi Hollywood film perang. "Bintang Hollywood dan scriptwriter bergegas untuk memperkuat pesan baru dari patriotisme, berunding dengan CIA dan brainstorming dengan militer tentang kemungkinan serangan teroris kehidupan nyata." 8 "The Sum of All Fears" disutradarai oleh Phil Alden Robinson, yang menggambarkan skenario perang nuklir, menerima dukungan dan dukungan dari kedua Pentagon dan CIA.9 yang

      Disinformasi secara rutin "ditanam" oleh operasi CIA di ruang berita dari harian utama, majalah dan saluran TV. Di luar public relations perusahaan yang sering digunakan untuk membuat "cerita palsu"

      Inisiatif disinformasi Terselubung di bawah naungan CIA juga disalurkan melalui berbagai proxy intelijen di negara lain. Sejak 9/11, mereka telah mengakibatkan penyebaran sehari-hari informasi palsu dugaan "serangan teroris".

      Doktrin "Bela Diri"

      Pada titik kritis ini, pada bulan (s) yang mengarah ke invasi Irak mengumumkan, kampanye propaganda diarahkan mempertahankan ilusi bahwa "Amerika sedang diserang". Disampaikan tidak hanya melalui media mainstream, tetapi juga melalui sejumlah alternatif situs media internet, ini "dibuat realitas" menggambarkan perang sebagai tindakan bonafide membela diri, sementara hati-hati menyembunyikan tujuan strategis dan ekonomi yang luas dari perang.

      Pada gilirannya, kampanye propaganda mengembangkan casus belli , "pembenaran", legitimasi politik untuk berperang. "Realitas resmi" (disampaikan deras dalam pidato George W) bertumpu pada luas "kemanusiaan" premis yang disebut "preemptive", yaitu "perang defensif", "perang untuk melindungi kebebasan"

      Feeding Disinformasi ke Rantai Berita

      Bagaimana propaganda perang yang dilakukan? Dua set "mata muncul" "pernyataan" yang berasal dari berbagai sumber (termasuk laporan Keamanan Nasional resmi, media, think tank yang berbasis di Washington, dll) diberi makan setiap hari ke dalam rantai berita. Beberapa peristiwa (termasuk berita tentang teroris diduga) yang terang-terangan dibuat oleh badan-badan intelijen. Pernyataan ini didukung oleh sederhana dan catchy "istilah-istilah", yang mengatur panggung untuk fabrikasi berita:

      Kata kunci no. 1 "Osama bin Laden Al Qaeda" (Osama) berada di belakang sebagian besar berita tentang "perang melawan terorisme" termasuk "dugaan", "masa depan" "dianggap", dan "sebenarnya" serangan teroris. Apa yang jarang disebutkan adalah bahwa ini musuh di luar Al Qaeda adalah "aset intelijen" CIA, yang digunakan dalam operasi rahasia.

      Kata kunci no. 2.Aktifitas "Senjata Pemusnah Massal (WMD)" pernyataan digunakan untuk membenarkan "perang pre-emptive" terhadap "sponsor negara teror", negara-negara -yaitu seperti Irak, Iran dan Korea Utara yang diduga memiliki senjata pemusnah massal. Cukup didokumentasikan dalam kasus Irak, tubuh besar berita tentang WMD dan serangan biologis, yang dibuat.

      Laporan WMD-Osama digunakan besar-besaran oleh media mainstream. Dalam bangun dari 9/11, gaya laporan juga menjadi bagian integral dari hari ke wacana politik. Mereka juga telah menyusup kerja diplomasi internasional dan fungsi PBB.

      sumber:
      War Propaganda | Global Research

      Link > Psychological Warfare dan "False Flag" Meme
      Kutip
      Opderpal dan pembunuhan merupakan komponen utama dari kampanye perang psikologis rumit dilancarkan pada publik Amerika untuk membenarkan apa yang disebut "perang global melawan terorisme," dan peristiwa 11 September 2001 adalah landasan proyek ini.

      Operasi bendera palsu operasi rahasia yang dirancang untuk menipu masyarakat luas.

      ... Israel dikenal untuk operasi tersebut, karena sengaja menyerang USS Liberty dengan pejuang tanpa tanda dan kapal torpedo yang menyebabkan 174 korban Amerika dalam upaya untuk menyalahkan Mesir dan menggalang dukungan Amerika selama perang 1967

      BACA JUGA:

      [LIST=1]

      Offline mynick

      • Asisten Dosen
      • ***
      • Tulisan: 70
      • IQ: 3
      Re:PERANAN MEDIA - INTELLIGEN - PROPAGANDA
      « Jawab #7 pada: September 14, 2014, 01:55:27 PM »
      Mengenai The Joint Threat Research Intelligence Group (JTRIG)
      http://en.wikipedia.org/wiki/Joint_Threat_Research_Intelligence_Group
      Kutip
      Misi

      Ruang lingkup misi JTRIG mencakup menggunakan "trik kotor" untuk "menghancurkan, menyangkal, menurunkan [dan] mengganggu" musuh dengan "mendiskreditkan" mereka, menanam informasi yang salah dan mematikan komunikasi mereka. Dikenal sebagai "Efek" operasi, karya JTRIG telah menjadi "bagian utama" dari operasi GCHQ oleh 2010. Slide juga mengungkapkan penyebaran " perangkap madu/honey traps "yang bersifat seksual oleh agen intelijen Inggris.

      Operasi

      Pada tahun 2011, JTRIG melakukan denial-of-service attack (DoS) pada jaringan aktivis Anonymous . target JTRIG lainnya termasuk pemerintah Iran dan Taliban di Afghanistan.

      Kampanye dioperasikan oleh JTRIG telah secara luas jatuh ke dalam dua kategori; serangan cyber dan upaya propaganda . Upaya propaganda (bernama "Aksi Terselubung online") menggunakan "pesan massal" dan "mendorong [dari] cerita" melalui media Twitter , Flickr , Facebook dan YouTube . "False flag" operasi juga digunakan oleh JTRIG terhadap target. JTRIG juga berubah foto-foto di media sosial situs, serta email dan SMS rekan kerja dan tetangga dengan "informasi buruk" tentang individu yang ditargetkan.

      False flag
      http://en.wikipedia.org/wiki/False_flag
      Kutip
      Bendera palsu/False flag (atau bendera hitam ) menggambarkan rahasia militer atau operasi paramiliter yang dirancang untuk menipu sedemikian rupa bahwa operasi muncul seolah-olah mereka sedang dilakukan oleh entitas, kelompok atau negara-negara lain dibandingkan dengan mereka yang benar-benar merencanakan dan mengeksekusi mereka.

      Operasi dilakukan selama masa damai oleh organisasi sipil, serta instansi pemerintah rahasia, mungkin dengan ekstensi disebut operasi bendera palsu jika mereka berusaha untuk menyembunyikan organisasi sebenarnya di balik operasi. Geraint Hughes menggunakan istilah untuk merujuk kepada tindakan-tindakan yang dilakukan oleh "personel militer atau pasukan keamanan, yang kemudian disalahkan pada teroris."



      USAID Finances the Anti-War Movement. Open Letter to the Organizers of the Peace Event in Sarajevo 2014 | Global Research
      Kutip
      Karena saya seorang warga negara AS, dalam sisa surat ini saya ingin menjelaskan lebih lengkap mengapa saya sangat keberatan dengan penerimaan sumbangan dari USAID untuk konferensi perdamaian.

      Seperti yang Anda harus tahu, USAID didirikan pada puncak Perang Dingin pada tahun 1961 dan telah memainkan peran kontroversial dalam upaya destabilisasi pemerintah AS di berbagai negara sejak itu, diawali dengan Vietnam, Laos, dan Kamboja. Situs USAID menetapkan misi lembaga ini:

      "USAID adalah badan Pemerintah AS yang menyediakan ekonomi, pembangunan, dan bantuan kemanusiaan di seluruh dunia  untuk mendukung tujuan kebijakan luar negeri  Amerika Serikat. "

      "Meskipun secara teknis sebuah agen federal independen, USAID beroperasi tunduk pada kebijakan luar negeri  bimbingan Presiden, Sekretaris Negara, dan Dewan Keamanan Nasional . "

      "Selanjutnya, karena 9/11, program bantuan luar negeri Amerika Serikat ini telah dipilih lebih lengkap diintegrasikan ke dalam Strategi Keamanan Nasional Amerika Serikat. "

      Selama bertahun-tahun, banyak negara telah mengusir USAID. Pada 2012  USAID  diusir Rusia karena "upaya untuk mempengaruhi proses politik melalui dana hibah," dan Bolivia, Kuba, Ekuador, Republik Dominika, Nikaragua dan Venezuela meminta semua negara Amerika Latin ALBA  untuk mengusir USAID.

      Tampaknya negara-negara ini memiliki alasan yang baik untuk mengusir USAID. Misalnya, pada tahun 2013  Wikileaks terkena bagaimana USAID bekerja di Venezuela untuk mengacaukan pemerintahnya .

      Pada bulan April 2014, sebuah artikel investigasi oleh  Associated Press terkena USAID mencoba untuk mengguncang Kuba  dengan mendirikan sebuah layanan Twitter Kuba. Sekitar 40.000 orang Kuba bergabung dengan layanan Twitter, menyadari peran AS dalam pengaturannya.

      Mereka juga tidak menyadari bahwa pemerintah AS sedang memantau komunikasi Twitter pribadi mereka. AS telah merencanakan untuk kemudian campur tangan dalam jaringan sosial Kuba dengan mengirimkan pesan ke pelanggan Twitter dengan tujuan mengobarkan kerusuhan di Kuba. Pelaporan skandal Twitter Kuba, program berita independen Demokrasi terkenal AS sekarang bertanya:  "Apakah USAID adalah CIA Baru?"


      Fake USAID mission
      Search | Global Research

      Fake USAID mission
      https://www.google.co.id/search?q=Fake+USAID+mission&rlz=1C1GGGE___ID584ID584&es_sm=93&noj=1&ei=rLAFVNLEK4rr8AX88YHoCg&start=10&sa=N&biw=1366&bih=653


      Offline mynick

      • Asisten Dosen
      • ***
      • Tulisan: 70
      • IQ: 3
      Re:PERANAN MEDIA - INTELLIGEN - PROPAGANDA
      « Jawab #8 pada: September 14, 2014, 01:58:35 PM »

        Media Sosial dan Destabilisasi Kuba: USAID Rahasia "Kuba Twitter" Dimaksudkan untuk Aduk Kerusuhan
        Social Media and the Destabilization of Cuba: USAID’s Secret “Cuban Twitter” Intended to Stir Unrest | Global Research
        Kutip
        Reported oleh Associated Press, Washington telah menciptakan "Cuba Twitter" dengan maksud untuk menciptakan kerusuhan sosial. Tujuan utama dari ini dan inisiatif lainnya adalah untuk menjelekkan dan melemahkan pemerintahan Komunis Kuba.

        Program ini harus dilihat sebagai bagian dari tindakan Seluruh Dunia Washington untuk menerapkan perubahan rezim di negara-negara yang tidak mematuhi diktat AS. Program media sosial berjudul ZunZuneo adalah bagian dari rencana rahasia di bawah naungan Badan Amerika Serikat untuk Pembangunan Internasional (USAID):

        Pada bulan Juli 2010, Joe McSpedon, seorang pejabat pemerintah AS, terbang ke Barcelona untuk menempatkan sentuhan akhir pada rencana rahasia untuk membangun proyek media sosial bertujuan merusak pemerintah komunis Kuba.

        Proyek ini dibiayai oleh USAID sebagai bagian dari  agenda pembangunan "demokrasi". USAID dikenal memiliki kontak rutin dengan CIA. Badan Pembangunan Internasional AS pada dasarnya sebuah front untuk operasi intelijen yang direncanakan dengan hati-hati:

        Media Sosial Sebagai Alat Kebijakan Luar Negeri. "Cuba Twitter" yang Gagal  Dirancang Oleh Kontraktor Pemerintah AS
        Social Media as a Foreign Policy Tool. Failed Cuban
        Kutip
        ZunZuneo - platform media sosial sekarang mati mirip dengan Twitter - dirancang untuk meruntuhkan pemerintah Kuba oleh dua kontraktor swasta: Creative Associates International (CAI) dari Washington DC dan Mobile Accord, sebuah perusahaan yang berbasis di Denver. Pendanaan diberikan oleh US Agency for International Development (USAID).

        Dinamakan setelah hummingbird Kuba, sistem pesan berbasis teks diluncurkan pada tahun 2010 dan mencapai puncak 40.000 pengguna sebelum ditutup pada bulan Juni 2012 ketika dana habis. CAI ditargetkan daftar 500.000 nomor telepon Kuba yang disediakan oleh seorang insinyur dari Cubacel, penyedia ponsel milik pemerintah. Ponsel Accord ditugasi pelacakan usia, jenis kelamin, "keterbukaan" dan "kecenderungan politik" individu yang mendaftar untuk layanan ini.

        Bagaimana Washington Menggunakan Media Sosial untuk Menggulingkan Pemerintah dan Memanipulasi Opini Publik

        How Washington Uses Social Media to Topple Governments and Manipulate Public Opinion | Global Research
        Kutip
        Upaya terbaru pemerintah AS untuk menggulingkan Kuba menggunakan media sosial hanyalah puncak dari gunung es, tapi apa benar-benar menarik adalah bagaimana menghubungkan ke krisis Ukraina.

        Transkrip

        Upaya terbaru pemerintah AS untuk menggulingkan Kuba menggunakan media sosial hanyalah puncak dari gunung es, tapi apa benar-benar menarik adalah bagaimana menghubungkan ke krisis Ukraina.
        Pada tanggal 2 April Associated Press merilis laporan mengungkapkan bagaimana pemerintah AS baru-baru ini berusaha menggulingkan pemerintah Kuba lagi. Kali ini plot bergantung pada penciptaan jaringan komunikasi yang disebut "ZunZuneo" yang pada dasarnya versi primitif dari Twitter. Rencana, yang dimasak oleh US Agency for International Development (USAID) dan Departemen Luar Negeri AS, adalah untuk membangun sebuah berikut besar pengguna dan kemudian mendorong mereka menuju pemberontakan. Jaringan ini dibangun menggunakan perusahaan shell dan dibiayai melalui bank asing untuk menyembunyikan hubungan mereka dengan Washington. Pemerintahan Obama membela program mengatakan bahwa "telah diungkapkan inisiatif untuk Kongres".

        Tentu saja kita semua tahu bahwa mencoba untuk menggulingkan pemerintah asing baik-baik saja selama Anda membiarkan kongres tahu sedikit di muka.

        Mengejutkan dan tidak masuk akal sebagai berita ini mungkin kepada masyarakat umum, kebenaran dari masalah ini adalah bahwa ini hanyalah puncak gunung es. Pemerintah AS dan sekutunya telah menggunakan internet sebagai senjata rahasia untuk beberapa waktu sekarang. Banyak bukti kegiatan ini mendapat liputan utama, tapi media perusahaan sangat berhati-hati untuk tidak merujuk pada bukti-bukti dalam konteks peristiwa saat ini.

        Jadi mari kita menghubungkan beberapa titik di sini.

        Pada tahun 2011 itu terungkap bahwa militer AS telah mengembangkan 'boneka kaus kaki' (sock puppet) perangkat lunak untuk membuat dan mengelola identitas online palsu. Akun ini "sock puppet" itu harus digunakan untuk menyebarkan propaganda di media sosial situs, forum dan blog. Perangkat lunak yang digambarkan sebagai "persona layanan online manajemen" memungkinkan seorang tentara untuk mengendalikan hingga 10 identitas terpisah berdasarkan seluruh dunia. Ketika program ini terkena pemerintah AS mengklaim bahwa program ini tidak pernah digunakan pada khalayak berbahasa Inggris. Mengingat bahwa ini adalah orang yang sama yang bersumpah atas dan ke bawah bahwa program surveilans NSA tidak pernah ditargetkan warga AS, kita bisa mengambil dengan sebutir garam, tetapi perlu dicatat bahwa mereka secara eksplisit diakui dalam pernyataan mereka bahwa program ini ditujukan untuk rahasia operasi di luar negeri.

        Sebuah dokumen yang bocor baru-baru ini dipublikasikan oleh Glenn Greenwald menunjukkan bahwa Inggris GCHQ telah menjalankan program serupa melalui unit yang disebut Ancaman Penelitian Bersama Kelompok Intelijen / Joint Threat Research Intelligence Group (JTRIG). Anda dapat men-download file yang Greenwald bocor di sini.

        Menurut dokumen, JTRIG bergantung pada dua taktik utama:
        [LIST=1]
        • injeksi bahan palsu ke internet dalam rangka untuk menghancurkan reputasi target; dan
        • penggunaan ilmu-ilmu sosial dan teknik lain untuk memanipulasi wacana secara online dan aktivisme terhadap hasil yang diinginkan.


        Di antara metode dipromosikan dalam dokumen yang "operasi bendera palsu" / “false flag operations” (mengirim bahan ke internet dan palsu menghubungkan ke orang lain), posting blog korban palsu (berpura-pura menjadi korban dari individu yang reputasinya mereka ingin menghancurkan), posting "informasi negatif" di berbagai forum, memikat target dalam hubungan seksual untuk menghancurkan reputasi mereka (madu-perangkap), mengirim email dan pesan teks dengan target teman, tetangga dan rekan kerja, dan "kerajinan kampanye pesan untuk pergi 'virus'."

        Dokumen menempatkan penekanan pada menggunakan teknik online untuk memicu peristiwa di dunia nyata.


        Sekarang ingat copy cat jaringan Twitter dirancang untuk menggulingkan Kuba disatukan oleh USAID. USAID mempertahankan depan publik bantuan kemanusiaan dan promosi demokrasi, tapi skandal Kuba menegaskan apa yang banyak analis geopolitik telah mengatakan selama bertahun-tahun: bahwa USAID, seperti itu saudara kandung The National Endowment for Democracy, tidak lebih dari cabang aparat intelijen AS yang menyamar.

        Kelompok depan, boneka kaus kaki, stunts PR, dan pembunuhan langsung. Begitulah Washington dan sekutunya menggulingkan pemerintah dan memanipulasi opini publik di era internet, tapi jangan salah ini bukanlah hal baru.
        How Washington Uses Social Media to Topple Governments and Manipulate Public Opinion | Global Research

        Offline mynick

        • Asisten Dosen
        • ***
        • Tulisan: 70
        • IQ: 3
        Re:PERANAN MEDIA - INTELLIGEN - PROPAGANDA
        « Jawab #9 pada: September 14, 2014, 01:59:33 PM »
        USAID Finances the Anti-War Movement. Open Letter to the Organizers of the Peace Event in Sarajevo 2014 | Global Research
        Kutip
        Karena saya seorang warga negara AS, dalam sisa surat ini saya ingin menjelaskan lebih lengkap mengapa saya sangat keberatan dengan penerimaan sumbangan dari USAID untuk konferensi perdamaian.

        Seperti yang Anda harus tahu, USAID didirikan pada puncak Perang Dingin pada tahun 1961 dan telah memainkan peran kontroversial dalam upaya destabilisasi pemerintah AS di berbagai negara sejak itu, diawali dengan Vietnam, Laos, dan Kamboja. Situs USAID menetapkan misi lembaga ini:

        "USAID adalah badan Pemerintah AS yang menyediakan ekonomi, pembangunan, dan bantuan kemanusiaan di seluruh dunia  untuk mendukung tujuan kebijakan luar negeri  Amerika Serikat. "

        "Meskipun secara teknis sebuah agen federal independen, USAID beroperasi tunduk pada kebijakan luar negeri  bimbingan Presiden, Sekretaris Negara, dan Dewan Keamanan Nasional . "

        "Selanjutnya, karena 9/11, program bantuan luar negeri Amerika Serikat ini telah dipilih lebih lengkap diintegrasikan ke dalam Strategi Keamanan Nasional Amerika Serikat. "

        Selama bertahun-tahun, banyak negara telah mengusir USAID. Pada 2012  USAID  diusir Rusia karena "upaya untuk mempengaruhi proses politik melalui dana hibah," dan Bolivia, Kuba, Ekuador, Republik Dominika, Nikaragua dan Venezuela meminta semua negara Amerika Latin ALBA  untuk mengusir USAID.

        Tampaknya negara-negara ini memiliki alasan yang baik untuk mengusir USAID. Misalnya, pada tahun 2013  Wikileaks terkena bagaimana USAID bekerja di Venezuela untuk mengacaukan pemerintahnya .

        Pada bulan April 2014, sebuah artikel investigasi oleh  Associated Press terkena USAID mencoba untuk mengguncang Kuba  dengan mendirikan sebuah layanan Twitter Kuba. Sekitar 40.000 orang Kuba bergabung dengan layanan Twitter, menyadari peran AS dalam pengaturannya.

        Mereka juga tidak menyadari bahwa pemerintah AS sedang memantau komunikasi Twitter pribadi mereka. AS telah merencanakan untuk kemudian campur tangan dalam jaringan sosial Kuba dengan mengirimkan pesan ke pelanggan Twitter dengan tujuan mengobarkan kerusuhan di Kuba. Pelaporan skandal Twitter Kuba, program berita independen Demokrasi terkenal AS sekarang bertanya:  "Apakah USAID adalah CIA Baru?"


        Fake USAID mission
        Search | Global Research

        Fake USAID mission
        https://www.google.co.id/search?q=Fake+USAID+mission&rlz=1C1GGGE___ID584ID584&es_sm=93&noj=1&ei=rLAFVNLEK4rr8AX88YHoCg&start=10&sa=N&biw=1366&bih=653

        Mengenai The Joint Threat Research Intelligence Group (JTRIG)
        http://en.wikipedia.org/wiki/Joint_Threat_Research_Intelligence_Group
        Kutip
        Misi

        Ruang lingkup misi JTRIG mencakup menggunakan "trik kotor" untuk "menghancurkan, menyangkal, menurunkan [dan] mengganggu" musuh dengan "mendiskreditkan" mereka, menanam informasi yang salah dan mematikan komunikasi mereka. Dikenal sebagai "Efek" operasi, karya JTRIG telah menjadi "bagian utama" dari operasi GCHQ oleh 2010. Slide juga mengungkapkan penyebaran " perangkap madu/honey traps "yang bersifat seksual oleh agen intelijen Inggris.

        Operasi

        Pada tahun 2011, JTRIG melakukan denial-of-service attack (DoS) pada jaringan aktivis Anonymous . target JTRIG lainnya termasuk pemerintah Iran dan Taliban di Afghanistan.

        Kampanye dioperasikan oleh JTRIG telah secara luas jatuh ke dalam dua kategori; serangan cyber dan upaya propaganda . Upaya propaganda (bernama "Aksi Terselubung online") menggunakan "pesan massal" dan "mendorong [dari] cerita" melalui media Twitter , Flickr , Facebook dan YouTube . "False flag" operasi juga digunakan oleh JTRIG terhadap target. JTRIG juga berubah foto-foto di media sosial situs, serta email dan SMS rekan kerja dan tetangga dengan "informasi buruk" tentang individu yang ditargetkan.

        [COLOR="#FF0000"]Joint Threat Research Intelligence Group (JTRIG)[/COLOR]
        Thread Informasi Kegiatan2 JTRIG
        http://schema-root.org/region/europe/western_europe/united_kingdom/government/executive/intelligence_services/gchq/jtrig/

        [COLOR="#FF0000"]BAGAIMANA AGEN TERSELUBUNG MENYUSUP INTERNET UNTUK MEMANIPULASI, MENIPU, DAN HANCURKAN REPUTASI[/COLOR]

        https://firstlook.org/theintercept/2014/02/24/jtrig-manipulation/
        Kutip
        Salah satu dari banyak cerita menekan yang masih harus diberitahu dari arsip Snowden adalah bagaimana badan-badan intelijen Barat sedang berusaha untuk memanipulasi dan mengontrol wacana online dengan taktik ekstrim penipuan dan reputasi kehancuran. Sudah waktunya untuk menceritakan sepotong cerita itu, lengkap dengan dokumen yang relevan.

        Selama beberapa minggu terakhir, saya bekerja dengan NBC News untuk menerbitkan serangkaian dari artikel tentang "trik kotor" taktik yang digunakan oleh GCHQ ini Unit yang sebelumnya rahasia, JTRIG (Ancaman Penelitian Bersama Intelligence Group). Ini didasarkan pada empat  diklasifikasikan  GCHQ  dokumen  disampaikan kepada NSA dan tiga mitra lainnya dalam berbahasa Inggris  "Lima Mata" aliansi . Hari ini, kami di Intercept menerbitkan dokumen JTRIG baru lain , secara penuh, berjudul "The Art of Deception:. Pelatihan Operasi Terselubung online"


        False flag
        http://en.wikipedia.org/wiki/False_flag
        Kutip
        Bendera palsu/False flag (atau bendera hitam ) menggambarkan rahasia militer atau operasi paramiliter yang dirancang untuk menipu sedemikian rupa bahwa operasi muncul seolah-olah mereka sedang dilakukan oleh entitas, kelompok atau negara-negara lain dibandingkan dengan mereka yang benar-benar merencanakan dan mengeksekusi mereka.

        Operasi dilakukan selama masa damai oleh organisasi sipil, serta instansi pemerintah rahasia, mungkin dengan ekstensi disebut operasi bendera palsu jika mereka berusaha untuk menyembunyikan organisasi sebenarnya di balik operasi. Geraint Hughes menggunakan istilah untuk merujuk kepada tindakan-tindakan yang dilakukan oleh "personel militer atau pasukan keamanan, yang kemudian disalahkan pada teroris."

        Offline mynick

        • Asisten Dosen
        • ***
        • Tulisan: 70
        • IQ: 3
        Re:PERANAN MEDIA - INTELLIGEN - PROPAGANDA
        « Jawab #10 pada: September 14, 2014, 02:02:22 PM »
        PROPAGANDA CERITA PALSU
        http://forum.viva.co.id/internasional/1725134-dari-mana-kisah-palsu-krisis-kemanusiaan-berasal.html

        PROPAGANDA GAMBAR PALSU
        http://forum.viva.co.id/internasional/1718432-gambar-palsu-yg-digunakan-untuk-menuduh-isis-france24-com.html

        [COLOR="Red"]TROLLING[/COLOR]
        Trolling diartikan sebagai kegiatan memposting tulisan atau pesan menghasut dan seringkali tidak relevan dengan topik yang dibicarakan di komunitas online seperti forum, chatting, blog, atau juga social network.
        Tujuan dari trolling ini adalah [COLOR="Red"]memprovokasi dan memancing emosi para pengguna internet/informasi[/COLOR] lainnya. Dalam dunia internet, pelaku trolling ini disebut troller.
        Contoh:
        PROPAGANDA TROLLING
        http://forum.viva.co.id/politik/1723128-pasukan-tweet-kami-ingin-al-qaeda-terlihat-buruk.html

        [COLOR="Red"]Terorisme dengan "Wajah Manusia" : Akar Sejarah Perang Terselubung[/COLOR]
        http://myquran.or.id/forum/showthread.php/81505-Terorisme-dengan-quot-Wajah-Manusia-quot-Akar-Sejarah-Perang-Terselubung-AS-NATO-di-Suriah

        Offline mynick

        • Asisten Dosen
        • ***
        • Tulisan: 70
        • IQ: 3
        Re:PERANAN MEDIA - INTELLIGEN - PROPAGANDA
        « Jawab #11 pada: September 14, 2014, 02:05:23 PM »
        Renungkan lagi.....OPERASI ADU DOMBA
        http://myquran.or.id/forum/showthread.php/81505-Terorisme-dengan-quot-Wajah-Manusia-quot-Akar-Sejarah-Perang-Terselubung-AS-NATO-di-Suriah?p=2317486&viewfull=1#post2317486
        Kutip
        Operasi Psikologis:

        PSYOP dapat mendukung misi dengan mendiskreditkan kekuatan pemberontak kelompok netral, menciptakan perselisihan di antara para pemberontak sendiri, dan mendukung program pembelot . program memecah belah menciptakan pertikaian, disorganisasi, moral rendah, subversi, dan pembelotan di antara pasukan pemberontak . Juga penting untuk menang pemberontak nasional untuk pihak pemerintah dengan tawaran amnesti dan manfaat program. Alasan untuk pengiriman mungkin berbeda dari persaingan pribadi dan kepahitan kekecewaan dan keputusasaan. pasukan keamanan tekanan memiliki kekuatan persuasif.

        Offline mynick

        • Asisten Dosen
        • ***
        • Tulisan: 70
        • IQ: 3
        Re:PERANAN MEDIA - INTELLIGEN - PROPAGANDA
        « Jawab #12 pada: September 14, 2014, 02:07:53 PM »
        Pengalaman Kuba: Beginilah Strategi CIA Masuk ke Perguruan Tinggi

        Dalam sebuah wawancara baru-baru ini di Havana, mantan kolaborator CIA, Kuba Raúl Capote, mengungkapkan strategi CIA di perguruan tinggi di Venezuela untuk menciptakan jenis gerakan mahasiswa. Dia juga membahas manipulasi media dan menuduh bahwa salah satu diplomat AS diusir Presiden Maduro  dari Venezuela September lalu, ternyata adalah seorang agen CIA. Berikut terjemahan dan catatan yang dibuat oleh Sabina C. Becker.

        Raúl Capote adalah Kuba. Tapi tidak sembarang Kuba. Di masa mudanya, ia diangkat oleh Badan Intelijen Pusat AS (CIA). Mereka menawarkan sejumlah uang  yang tak terbatas untuk persengkongkolan di Kuba. Tapi kemudian sesuatu menampar muka AS terjadi.  Capote, dalam kenyataannya, bekerja untuk keamanan nasional Kuba. Sejak saat itu, ia menjabat sebagai agen ganda. Berikut wawancara eksklusif dengan majalah Chavez Vive di Havana:

        SELANJUTNYA DISINI:
        http://www.suara-islam.com/read/index/11847/Pengalaman-Kuba--Beginilah-Strategi-CIA-Masuk-ke-Perguruan-Tinggi


        Kutip
        Apa sasaran dari yayasan itu?

        Sasaran ‘Yayasan Kebebasan’ (Freedom Institute) adalah untuk menguasai wacana, tampak seperti revolusioner, tetapi ide ini adalah untuk membingungkan rakyat.

        Jadi, apa yang seharusnya terjadi dalam situasi seperti itu?

        Setelah semua matriks opini diciptakan, dan semua matriks media telah membangun gambaran Kuba, seluruh dunia seharusnya akan melihat citra Kuba sebagai sumber bencana besar, bahwa mereka membunuh orang-orang, bahwa mereka membunuhi rakyat. Kemudian, organisasi saya akan menyelesaikan tugas akhir.

        Tugas akhir seperti apa?

        Nah, untuk mengumpulkan pers internasional, dalam kapasitas saya sebagai seorang profesor universitas, dan sebagai penulis, dan sebagai pemimpin organisasi, saya pergi keluar secara terbuka meminta pemerintah Amerika Serikat untuk campur tangan di Kuba, untuk menjamin kehidupan warga sipil dan membawa perdamaian dan ketenangan bagi rakyat Kuba. Untuk berbicara dengan negara atas nama rakyat Kuba. Bayangkan saja!

        Rencana tersebut runtuh. Tidak ada hasil,

        tetapi Anda bisa melihat,

        kemudian di Libya, dan cara itu digunakan. Lebih dari 80% dari informasi yang kita lihat, fabrikasi. Mereka melakukan hal yang sama di Suriah, dan mereka melakukan hal yang sama di Ukraina.


        Saya memiliki kesempatan untuk berkomunikasi dengan banyak kawan Ukraina, karena mereka berada di pangkalan.

        Dia (AS-U) telah melakukan serangkaian tur negara di dunia, di mana situasi yang sangat mirip telah terjadi, seperti apa yang ia coba lakukan di Venezuela. Dan ketika Anda menganalisis Venezuela, dan apa yang terjadi saat ini, atau cara di mana ia bertindak.


        Apakah CIA menggunakan database dari jaringan sosial, dan hal semacam itu, untuk menentukan rencana mereka?

        Mereka adalah master. Mereka adalah master dari semua itu. Baik, ada pembatalan dari Snowden atau semua yang telah datang dari Wikileaks, dan semua hal-hal yang tidak rahasia kepada siapa pun, karena kita dicurigai, tapi sudah dibuktikan. Ini dibuktikan bahwa server, Internet, adalah milik mereka. Semua server di dunia, pada akhirnya, dikendalikan di server Amerika Utara. Mereka adalah ibu dari Internet, dan semua jaringan dan jasa dikendalikan oleh mereka. Mereka memiliki akses ke semua informasi. Dan mereka tidak ragu-ragu untuk merekamnya. Facebook adalah sebuah basis data yang luar biasa. Orang-orang meletakkan segala sesuatu di Facebook. Siapa teman Anda? Apa yang selera mereka, film apa yang mereka lihat? Apa yang mereka konsumsi? Dan itu adalah sumber informasi langsung.





        MBAH TERORIS :
        http://myquran.or.id/forum/showthread.php/81505-Terorisme-dengan-quot-Wajah-Manusia-quot-Akar-Sejarah-Perang-Terselubung-AS-NATO-di-Suriah

        APA YANG TERJADI DI PAPUA?
        Tarik Clue nya disini:
        http://forum.viva.co.id/politik/1722986-perancis-diduga-ikut-terlibat-di-konflik-papua.html

        Offline mynick

        • Asisten Dosen
        • ***
        • Tulisan: 70
        • IQ: 3
        Re:PERANAN MEDIA - INTELLIGEN - PROPAGANDA
        « Jawab #13 pada: September 14, 2014, 02:09:37 PM »
        ISIS dan Perang Propaganda: Mainstream Media Jual "KETAKUTAN" untuk Mempengaruhi Publik
        ISIS and War Propaganda: The Mainstream Media is Selling Fear to Control the Public | Global Research

        Kutip
        Media menjual ketakutan dari pemenggalan kepada publik. Suriah hancur dan begitu juga Irak, terutama di tangan mesin militer AS dan mitra Barat. Jaringan pipa minyak dan penawaran senjata adalah alasan untuk keburukan ini yang tidak mengenal akhir dalam pendudukan brutal.




        CIA Emails Expose “Access Journalist” at Work – LA Times/Associated Press Reporter or Covert CIA Spokesperson?
        CIA Emails Expose “Access Journalist” at Work – LA Times/Associated Press Reporter or Covert CIA Spokesperson? | Global Research

        The CIA’s Mop-Up Man: L.A. Times Reporter Cleared Stories With Agency Before Publication
        https://firstlook.org/theintercept/2014/09/04/former-l-times-reporter-cleared-stories-cia-publication/

        Translate Google:
        Kutip
        Seorang wartawan keamanan nasional terkemuka untuk Los Angeles Times  secara rutin menyampaikan draft dan ringkasan rinci cerita kepada pers CIA sebelum dipublikasikan, menurut dokumen yang diperoleh The Intercept .

        Pertukaran email antara perwira urusan publik CIA dan Ken Dilanian, sekarang seorang wartawan intelijen Associated Press yang sebelumnya tertutup CIA untuk kali , menunjukkan bahwa Dilanian menikmati hubungan erat kolaboratif dengan lembaga,

        Email Dilanian ini termasuk dalam ratusan halaman dokumen bahwa CIA diserahkan dalam menanggapi dua permintaan FOIA mencari catatan pada interaksi badan dengan wartawan. Mereka termasuk pertukaran email dengan wartawan untuk Associated Press, Washington Post , New York Times , Wall Street Journal , dan outlet lainnya.

        Selain hubungan hormat Dilanian dengan humas pers CIA, dokumen menunjukkan bahwa badan tersebut secara teratur mengundang wartawan

        ..., Markas untuk briefing dan acara lainnya. Wartawan yang telah membahas CIA termasuk Washington Post , David Ignatius, mantan ombudsman untuk New York Times , NPR, Washington Post , dan Fox News 'Brett Baier, Juan Williams, dan Catherine Herridge.



        MEDIA INDONESIA ???
        Tarik Clue-nya disini
        http://forum.viva.co.id/politik/1723128-pasukan-tweet-kami-ingin-al-qaeda-terlihat-buruk.html#post4776301



        Offline mynick

        • Asisten Dosen
        • ***
        • Tulisan: 70
        • IQ: 3
        Re:PERANAN MEDIA - INTELLIGEN - PROPAGANDA
        « Jawab #14 pada: September 14, 2014, 02:10:44 PM »
        PENGGUNAAN MEDIA SEBAGAI INSTRUMEN PERANG

        I. PENDAHULUAN


        Perang di era modern adalah sebuah perang yang lebih mengandalkan kekuatan media ketimbang kekuatan fisik. Pemerintahan Amerika Serikat dan Pentagon  –  adalah sebuah contoh –  bagaimana melakukan salah satu kampanye  public relation paling sukses dalam sejarah politik modern dalam penggunaan media untuk menggerakan dukungan terhadap perang. Perang AS terhadap Irak, menurut Kellner, adalah sebuah perang yang di hasilkan oleh interaksi antara Pemerintahan Bush, Pentagon dan media yang mempergunakan berbagai citra dan wacana tentang krisis, dan menggerakan persetujuan dan dukungan bagi intervensi militer AS

        Samuel Huntington, menjelaskan dalam bukunya yang fenomenal The Clash of Civilization and The Remaking of World Order (2003 : 476) ,  bahwa opini publik dunia menolak penyerangan AS ke Irak pada perang teluk I. Upaya militer Barat, menurut Huntington, hanya memperoleh sedikit dukungan masyarakat non-Barat.

        Lebih dari 50 % masyarakat non-Barat menentang dan hanya 25 %  menyatakan dukungannya. Dengan demikian, upaya untuk membalikkan opini publik kearah “mendukung perang”, dalam  pandangan pemerintah AS, adalah strategi mendesak yang harus dilakukan.

        Douglas Kellner (1995 : 199) telah melakukan sebuah analisis menarik mengenai  bagaimana media telah “diperalat” untuk kepentingan perang. Dalam analisisnya yang cukup kritis, dia menilai bahwa perang terhadap Irak merupakan sebuah teks yang dihasilkan oleh pemerintahan Bush, Pentangon dan media yang mempergunakan berbagai citra dan wacana tentang krisis, untuk menggerakkan persetujuan dan dukungan bagi intervensi militer AS.

        Kellner (1995 : 199) juga melihat bahwa sejak awal, berbagai  institusi berita utama mengikuti kebijakan pemerintahan Bush dan Pentagon. Media-media utama di AS adalah media komersial, yang bersaing mendapatkan audiens dan keuntungan. Akibatnya, televisi, surat kabar, dan majalah berita utama, tidak mau kehilangan para konsumen, sehingga sangat berhati-hati dalam melawan opini publik dan pendapat resmi  pemerintah.

        Media-media utama juga mendahulukan sumber resmi pemerintah untuk  berbagai ceritanya, khususnya dalam masa krisis. Karena itu, mereka cenderung menjadi corong kebijakan dan tindakan pemerintah AS.

        Media-media mainstream di AS telah menjadi “kaki tangan” pemerintah. Ketika  pemerintahan Bush mengirim pasukan berjumlah besar ke wilayah Irak, media-media utama mendukung tindakan ini dan menjadi corong untuk menggerakkan dukungan bagi kebijakan AS. Selama beberapa minggu, hanya sedikit suara penolakan yang terdengar di media-media utama.

        Berita, komentar, dan diskusi, terutama di televisi, sangat menyanjung solusi militer atas krisis tersebut, sebagai kendaraan propaganda bagi militer AS. Tidak ada debat televisi yang penting mengenai berbagai konsekuensi berbahaya respons militer  besar-besaran AS atas invasi Irak, atau mengenai kepentingan dan kebijakan yang dilakukan oleh invasi militer tersebut. Kritik atas kebijakan AS secara luas menghilang dari media-media utama yang memberitakan krisis tersebut, dan hanya sedikit analisis ditampilkan yang menyimpang dari isu-isu yang dihadirkan oleh Pemerintahan Bush.

        Pemerintahan Bush mengontrol wacana media, sebagian melalui penyesatan informasi dan propaganda, dan sebagian lagi melalui control pers dengan system sumber daya kolektif (pool system)
        .
        DOWNLOAD:
        PENGGUNAAN MEDIA SEBAGAI INSTRUMEN PERANG
        http://www.academia.edu/6150620/PENGGUNAAN_MEDIA_SEBAGAI_INSTRUMEN_PERANG_STUDI_ANALISIS_DISKURSUS_DALAM_KASUS_NUKLIR_IRAN



        BACA :
         
        Wartawan ANTV : Berbagi Pengalaman Dalam Diskusi "Standard Peliputan Kasus Terorisme"
        http://www.kaskus.co.id/thread/541121f032e2e64b3b8b4572/wartawan-antv--berbagi-pengalaman-dalam-diskusi-quotstandard-peliputan-kasus-terorismequot/

         

        Related Topics

          Subyek / Dimulai oleh Jawaban Tulisan terakhir
        0 Jawaban
        3241 Dilihat
        Tulisan terakhir Oktober 05, 2008, 08:34:10 AM
        oleh devil
        6 Jawaban
        7125 Dilihat
        Tulisan terakhir April 22, 2010, 08:21:12 AM
        oleh Takagi Fujimaru
        4 Jawaban
        2704 Dilihat
        Tulisan terakhir Januari 28, 2011, 07:24:21 AM
        oleh syx
        45 Jawaban
        18688 Dilihat
        Tulisan terakhir September 08, 2016, 04:49:50 AM
        oleh Monox D. I-Fly