Gunakan MimeTex/LaTex untuk menulis simbol dan persamaan matematika.

Welcome to Forum Sains Indonesia. Please login or sign up.

Agustus 13, 2022, 07:33:56 AM

Login with username, password and session length

Topik Baru

Artikel Sains

Anggota
Stats
  • Total Tulisan: 139,633
  • Total Topik: 10,390
  • Online today: 35
  • Online ever: 441
  • (Desember 17, 2011, 09:48:51 AM)
Pengguna Online
Users: 0
Guests: 42
Total: 42

Aku Cinta ForSa

ForSa on FB ForSa on Twitter

Pro Kontra Pembangunan Reaktor Nuklir Indonesia

Dimulai oleh ksatriabajuhitam, Mei 31, 2009, 07:48:10 PM

« sebelumnya - berikutnya »

0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.

ksatriabajuhitam

topik ini sudah lama, tetapi cukup menarik untuk dibahas,
tadinya mau disimpen di fisika, tapi ini lebih condong pada sosial dan politik -nya sih, jd ditempel di sini aja




kita mulai komporin dulu dengan isu-isu ini...

Reaktor Nuklir di Indonesia
3 November 2008, 12:16 pm | No Comments

Markus Wauran

engembangan dan pengaplikasian teknologi nuklir di Indonesia diawali dengan pembentukan Panitia Negara untuk penyelidikan Radioaktivitet pada 1954. Panitia Negara bertugas menyelidiki kemungkinan adanya jatuhan radioaktif dari uji coba senjata nuklir di Lautan Pasifik yang dilakukan oleh ne- gara-negara maju.

Dengan memperhatikan perkembangan pendayagunaan dan pemanfaatan tenaga atom bagi kesejahteraan masyarakat maka melalui Peraturan Pemerintah No 65 Tahun 1958 pada 5 Desember 1958 dibentuk Dewan Tenaga Atom dan Lembaga Tenaga Atom (LTA), yang kemudian disempurnakan menjadi Badan Tenaga Atom Nasional (Batan), berdasarkan UU No 31 Tahun 1964 tentang Ketentuan-ketentuan Pokok Tenaga Atom. Di sisi lain, pada 1957, Indonesia menjadi AnggotaIAEA (International Atomic Energy Agency).

Dengan perubahan paradigma, pada 1997 ditetapkan UU No 10 tentang Ketenaganukliran di mana antara lain diatur pemisahan unsur pelaksana kegiatan pemanfaatan tenaga nuklir (Batan) dan Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Bapeten), di samping ditetapkan perlunya dibentuk Majelis Pertimbangan Tenaga Nuklir. Di sisi lain, dengan UU tersebut nama Batan disesuaikan menjadi Badan Tenaga Nuklir Nasional. Tanggal 5 Desember ditetapkan sebagai hari jadi Batan, yang merupakan tanggal bersejarah bagi perkembangan teknologi nuklir di Indonesia.

Bertolak dari ketentuan awal itu, untuk lebih meningkatkan penguasaan di bidang iptek nuklir, pada 1965 diresmikan pengoperasian reaktor atom pertama dengan nama Triga Mark II di Bandung, Pusat Penelitian Tenaga Atom Pasar Jumat, Jakarta, pada 1966, Reaktor Atom Kartini di Yogyakarta 1967, dan terakhir Reaktor Atom Siwabessy di Serpong 1987.

...

sumber: [pranala luar disembunyikan, sila masuk atau daftar.]



Program Nuklir Indonesia

...
Indonesia menyatakan bahwa program akan berkembang dengan pantauan International Atomic Energy Agency (IAEA). Oleh sebab itu, Mohammed ElBaradei diundang untuk mengunjungi negara ini pada Desember 2006.

Protes terhadap rencana ini muncul pada Juni 2007 didekat Jawa Tengah[1] dan juga lonjakan pada pertengahan 2007.[2]

Pada maret 2008 , melalui menteri Riset dan Teknologi, Indonesia memaparkan rencananya untuk membangun 4 buah PLTN berkekuatan 4800 MWe (4 x 1200 MWe) [2]
...

Untuk penelitian, reaktor percobaan telah dibuat di Indonesia:

  1. Bandung, Jawa Barat. Pusat Penelitian Tenaga Nuklir (PPTN) Bandung. (reaktor Triga Mark II - berkapasitas 250 kW diresmikan 1965 , kemudian ditingkatkan kapasitasnya menjadi 2 MW pada tahun 2000 ).[3]
  2. Yogyakarta, Jawa Tengah (Reaktor penelitian nuklir Kartini - kapasitas 250 kW operasi sejak 1979).
  3. Serpong (Banten). (reaktor penelitian nuklir MPR RSG-GA Siwabessy - kapasitas 30 MW diresmikan tahun 1987).

Berbagai lokasi digunakan untuk membangun reaktor untuk memproduksi listrik:

  1. Muria, Jawa Tengah.
  2. Gorontalo, Sulawesi.

...

Kritik

Rencana nuklir Indonesia dikritik oleh Greenpeace dan grup individual lainnya, seperti Gus Dur. Pada Juni 2007, hampir 4.000 demonstran di Jawa Tengah meminta pemerintah membatalkan rencana pembangunan reaktor nuklir. Mereka menolaknya karena bahaya limbah nuklir, dan lokasi Indonesia di Cincin Api Pasifik, dengan banyak aktivitas geologi, seperti gempa bumi dan letusan gunung, sehingga berbahaya untuk memiliki reaktor nuklir.[1]
...

sumber: [pranala luar disembunyikan, sila masuk atau daftar.]



PLTN Muria Beroperasi 2015

Dikatakan Kepala BATAN saat ini investor yang telah mengatakan berminat adalah Jepang. Menurutnya harga listrik yang dihasilkan akan lebih murah yakni antara 3,5-4 sen dolar per Kwh. "Makin besar PLTN maka makin ekonomis," tegasnya.

Soedyartomo menyebutkan rencana pembanguan PLTN Muria I ini sebenarnya sudah sejak tahun 1986 karena ada masalah psikologis tidak bisa dilakukan. Kemudian pada tahun 1996 juga sudah dilakukan studi dan direncanakan dibangun tahun 1997 yang kemudian terjadi krisis sehingga ditunda. Pada tahun 2001 juga akan dibangun namun tahun 2002 kembali terhenti. (san)

sumber: [pranala luar disembunyikan, sila masuk atau daftar.]





niatan pemerintah menurut saya cukup baik, tetapi tetap menuai pro kontra dan spekulasi

- masyarakat sekitar mengalami "ketakutan" berlebihan mendengan kata "nuklir"
- LSM pada protes
kalo LSM nya bener sih ok ok aja, nah kalo LSM nya cuma cari duit doang dengan mengangkat isu ini ???
- akankah nasib kita akan sama dengan negara lain yg mencoba mengembangkan nuklir, semisal Iran, yang diembargo habis-habisan ???


bagaimana menurut teman-teman, untuk menghadapi resiko dan tantangan2 di atas (baru 3, mungkin ada lagi)
apa strategi yang harus diambil?

silahkan...
not all the problems could be solved by the sword, but sword holder take control of problems.
ForSa versi mobile: http://www.forumsains.com/forum?wap2

The Houw Liong

Usul yang baik ialah memakai PLTN yang dibangun di atas kapal (floating reactor nuclear) dengan nol sampah radioaktif.
Sampah radioaktif harus diproses lagi sehingga hasil akhirnya tidak ada sampah radioaktif yang dibuang ke lingkungan.
HouwLiong

ksatriabajuhitam

hm , pernah dengar (dari Pak Zaky Su'ud) tentang ide floating reactor nuclear ini,
tp gimana distribusi energi listrik nya ya, pak? kalo disimpen di atas kapal, apa kapalnya statis kayak kilang minyak offshore ?
not all the problems could be solved by the sword, but sword holder take control of problems.
ForSa versi mobile: http://www.forumsains.com/forum?wap2

xSaVioRx

ga mesti pke kapal statis,bs jg pke pondasi ke dasar laut..
distribusi energinya kan bs lwt kabel bwh laut..sepertinya distribusi listrik dr jawa ke bali,melalui selat bali..
If someone feels that they had never made a mistake in their life,then it means that they had never tried a new thing in their life ~ Einstein

kurapnaga

mo dibangun diatas kapal atau di jkt atau remote island

gw percaya dengan segala desain yg diajukan engineer, n gw sangat-sangat yakin dengan kualitas engineer kita

yg gw ga percaya adalah realisasi desainnya oleh pemerintah n pemborong

yg udah2 bahan yg didatang dari china

operasional sesuai dengan rancangan paling 5 tahun awal

karena dana dah keburu habis dikorup

The Houw Liong

Kutip dari: ksatriabajuhitam pada Juni 01, 2009, 09:28:27 PM
hm , pernah dengar (dari Pak Zaky Su'ud) tentang ide floating reactor nuclear ini,
tp gimana distribusi energi listrik nya ya, pak? kalo disimpen di atas kapal, apa kapalnya statis kayak kilang minyak offshore ?
Kapal bisa diletakkan di "dekat" daerah yang memerlukan energi listrik. Namun bisa saja berpindah sesuai keperluan dan harus terletak pada daerah yang bebas dari Tsunami.
HouwLiong

Pi-One

Daerah bebas tsunami = daerah bebas gempa = kalimantan.

TIDAAAKKKKK!!!!

skuler

hehehe... knapa tidak? kalimantan emang udah jadi sumber energi migas + batu bara indo, tambah aja ama nuklir skalian... :D

masalah PLTN: pengen dong contoh electrical wiring diagram suatu PLTN di jabarin topiknya di forum teknik ato apalah... mau berlembar2 jg gamasalah, kita keroyok aja rame2...

klo mengkaji masalah sosial n lingkungan, kayaknya tipe floating reaktor cocok jg nih.... mirip punya migas offshore: ada yg bisa pindah, ada yg ditanem pake pondasi (tgantung kebutuhan lah)... lalu tipe reactor sperti ini uda ada yg perna bikin lom? klo di Muria masalah sosialnya ga bakal beres, mending bikin ide baru aja yg tanpa protestan... mbetol nda?
"Who controls the present now controls the past. Who controls the past now controls the future."-- RATM, 1999.

The Houw Liong

BBM, migas dan batu bara di Indonesia akan habis dalam jangka waktu 20--30 tahun dari sekarang.
HouwLiong

skuler

@ Houw Liong: masi praduga tak bersalah itu statusnya... sampean dapat data darimana? data itu diambil pake cara apa? klo prediksi gw mah masi 100an taun lagi lah abisnya...
"Who controls the present now controls the past. Who controls the past now controls the future."-- RATM, 1999.

bencong

yoi betul, LSMnya jangan ngehe' dan HOAXS doang. kalo masalah teknologi udah pada yakin deh banyak manfaatnya dibanding ruginya dan bahayanya. tapi kan kita bisa lihat banyak banget perusahaan yang bergerak di bidang energi justru lemah di penanganan dampaknya. antisipasi juga minim, kebanyakan cari untung dan sekali ada yang bocor ya bukannya berusaha memperbaiki tapi justru ditutup tutupi, itu dengan kong kali kong sama LSM. Benahin dulu sistemnya, kalo udah bener baru berani-berani bermain resiko....
[move]
kenapa harus berlari, kan gunung ga kemana-mana....
[/move]

skuler

akhirnya terungkap sudah masalah sosial PLTN di muria = LSM ngehe' + rakyat yg tertipu. ato masih ada tambahan lain?
"Who controls the present now controls the past. Who controls the past now controls the future."-- RATM, 1999.

skuler

brikut ada info dari milis... katanya dapet dari koran republika kemarin,

Senin,
26 April 2010 pukul 09:08:00

Masa Depan Energi Nuklir, Ferhat Aziz
(Kepala Biro Kerja Sama, Hukum, dan Hubungan Masyarakat BATAN)

Peristiwa nahas itu terjadi pada dini hari. Saat itu, operator menyiapkan uji coba sistem keselamatan sebelum pemadaman rutin untuk perawatan. Teras reaktor yang sejatinya didesain bukan untuk komersial melainkan untuk tujuan militer itu mengalami transient daya dan kemudian terbakar. Kecelakaan terjadi akibat kelemahan dalam desain yang mengabaikan keselamatan (tanpa pengungkung) serta lemahnya budaya keselamatan operator nuklir era perang dingin. Operator mengabaikan prosedur keselamatan dengan mem-by pass sistem keselamatan yang ada dalam melakukan eksperimen yang bertujuan untuk mengetahui apakah pendinginan teras reaktor dapat terus berlangsung bila terjadi kehilangan daya listrik.

Kini, 24 tahun telah berlalu. Dunia telah belajar banyak dari peristiwa yang mengakibatkan mandeknya pembangunan PLTN baru selama 20 tahun dan melahirkan rezim keselamatan baru yang jauh lebih ketat. Pelan, tetapi pasti, kesadaran masyarakat tentang keselamatan dan keamanan nuklir semakin tumbuh seiring dengan semakin terujinya pengoperasian PLTN yang ada. Ide-ide baru dan inovatif dalam desain pemanfaatan nuklir yang damai, selamat, aman, dan ekonomis
bermunculan.

Setelah Chernobyl, IAEA memperbarui standar keselamatan yang merefleksikan praktik terbaik dari industri nuklir. Konvensi Internasional Keselamatan Nuklir diberlakukan untuk menerapkan norma yang mengikat secara hukum agar meningkatkan keselamatan. Indonesia meratifikasi konvensi ini dan menegaskannya dengan PP No 43 Tahun 2006 tentang Perizinan Reaktor Nuklir, yang menyebutkan bahwa PLTN yang boleh dibangun di Indonesia adalah yang aman dan selamat serta sudah teruji (proven). IAEA dan Asosiasi Operator Nuklir Dunia (WANO) bersinergi membentuk jaringan internasional guna melakukan peer review dan saling membandingkan praktik-praktik keselamatan terbaik di fasilitas masing-masing. Hal ini berdampak pada rekor keselamatan nuklir yang sangat tinggi. Dewasa ini, nuklir semakin dikenal sebagai sistem pembangkit energi yang paling kecil dari segi jumlah kecelakaan ataupun kerugian jiwa.

Dari segi filosofi desain, PLTN generasi baru berhasil menutupi kelemahan yang ada pada generasi sebelumnya. Sebelum Chernobyl, PLTN didesain mengandalkan kecanggihan peralatan dan keterampilan operator. Menyadari bahwa peralatan bisa mengalami kegagalan dan operator bisa berbuat kesalahan, PLTN generasi baru (Generasi III+) lebih banyak mengandalkan sistem keselamatan pasif.

Sebut saja PLTN AP1000 dari Amerika Serikat sebagai contoh reaktor yang sudah menerapkan sistem pasif ini. Bila terjadi kecelakaan, operator tidak perlu melakukan tindakan apa pun. Mereka cukup mengawasi sistem keselamatan pasifnya dalam mengatasi keadaan dengan mengandalkan gaya alamiah, seperti gravitasi atau perbedaan tekanan. PLTN jenis ini sudah mendapatkan sertifikasi Amerika Serikat dan bahkan sudah mulai dibangun di Cina yang telah menetapkan AP1000 sebagai PLTN standarnya. Cina memesan empat unit AP1000 dari Amerika Serikat dan unit pertama diharapkan mulai beroperasi pada tahun 2013. PLTN Generasi III ini juga dikembangkan di Eropa, Korea Selatan, dan Jepang.

Walaupun semakin aman, keselamatan nuklir senantiasa terus ditingkatkan. Dalam industri nuklir, tidak ada istilah puas dengan standar keselamatan yang sudah dicapai. Hal inilah yang membuat nuklir semakin dilirik negara-negara berkembang
yang belum punya tradisi kuat dalam mengelola nuklir. Tak kurang, tetangga kita
Vietnam telah mendeklarasikan pembangun PLTN yang bekerja sama dengan Rusia. Di Timur Tengah, Uni Emirat Arab menandatangani kontrak jangka panjang membangun empat unit PLTN dari Korea Selatan, termasuk pengelolaan dan pengoperasiannya. Thailand, Filipina, dan Malaysia sudah mulai gencar mempromosikan PLTN untuk negaranya masing-masing.

Bagaimana dengan Indonesia? Kita telah merasakan hambatan berat dalam melaksanakan pembangunan dan menjaga pertumbuhan ekonomi, yaitu permasalahan ketersediaan energi. Hal ini dipersulit oleh memburuknya kualitas lingkungan hidup akibat pemenuhan kebutuhan energi yang kurang memerhatikan daya dukung lingkungan hidup. Tantangan pemenuhan energi kita adalah bagaimana menggunakan sumber energi yang aman dan selamat, ramah lingkungan, kompetitif, dan mampu menyediakan energi dalam skala besar secara berkesinambungan. Semua persyaratan ini dapat dipenuhi oleh PLTN.

Tampaknya, mulai sadar akan keterbatasan pilihan yang ada, semakin banyak kalangan mendesak pemerintah agar segera merealisasikan program PLTN. Kalangan DPR pun semakin vokal menyuarakan dukungannya. Ditetapkannya penggunaan listrik nuklir pada rentang 2015-2019 dalam Undang-Undang No 17 Tahun 2007 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional mempertegas dukungan tersebut. Pemerintah pun mulai tanggap. Munculnya sosialisasi energi nuklir dalam Instruksi Presiden No 1 Tahun 2010 setidaknya telah menyiratkan bahwa program PLTN akan segera ditetapkan.

Peristiwa Chernobyl telah berlalu. Dunia telah banyak belajar dari kejadian itu. Sudah saatnya kita menatap ke depan untuk dunia yang lebih damai, aman, dan sejahtera.

(-) Index Koran
"Who controls the present now controls the past. Who controls the past now controls the future."-- RATM, 1999.

cakpredi

Kutip dari: ksatriabajuhitam pada Mei 31, 2009, 07:48:10 PM

kalo LSM nya bener sih ok ok aja, nah kalo LSM nya cuma cari duit doang dengan mengangkat isu ini ???
- akankah nasib kita akan sama dengan negara lain yg mencoba mengembangkan nuklir, semisal Iran, yang diembargo habis-habisan ???


silahkan...
yup bener mas....iran mungkin msh bisa diembargo klo indon agak sulit wong makan daun singkong aja bs hidup, sbg kompensasinya rakyat kita yg digoblokin ama barat...masak negara2 maju bs makek energi sepuasnya trus yg kek negara2 kita disuruh "go green"(mereka yg makan kt dijadikan klosetnya)

syx

bukan masalah LSM tapi lebih pada masalah di mana lokasi pembangunannya. kecuali kalimantan, seluruh pulau di indonesia rentan bahaya gempa. jepang aja sampe nutup reaktornya gara-gara kena gempa. masalah di kalimantan adalah pondasi. tanah di kalimantan rata-rata bergambut sangat tebal. jadi untuk mendapatkan pondasi yang kuat harus dikeruk dalam-dalam hingga diperoleh lapisan tanah yang memadai untuk dibangun reaktor. blom lagi berapa panjang kabel yang harus dipasang untuk transmisi listrik ke daerah yang memerlukan. (btw, emang listrik mutlak harus pake kabel ya? ga bisa seperti telpon yang dikirim pake satelit?)
sumber daya alam yang melimpah di indonesia, yang bisa dimanfaatkan adalah sinar matahari. bisa ga dimanfaatin sebesar-besarnya? ato pake panasnya... mumpung global warming. ide bagus kan kalo bisa mengubah kalor dari udara langsung menjadi listrik? siapa tau malah bisa bikin adem.