Selamat datang di ForSa! Forum diskusi seputar sains, teknologi dan pendidikan Indonesia.

Welcome to Forum Sains Indonesia. Please login or sign up.

Agustus 13, 2022, 08:07:03 AM

Login with username, password and session length

Topik Baru

Artikel Sains

Anggota
Stats
  • Total Tulisan: 139,633
  • Total Topik: 10,390
  • Online today: 49
  • Online ever: 441
  • (Desember 17, 2011, 09:48:51 AM)
Pengguna Online
Users: 0
Guests: 13
Total: 13

Aku Cinta ForSa

ForSa on FB ForSa on Twitter

Pro Kontra Pembangunan Reaktor Nuklir Indonesia

Dimulai oleh ksatriabajuhitam, Mei 31, 2009, 07:48:10 PM

« sebelumnya - berikutnya »

0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.

Pi-One

Perasaan penggunaan thorium sebagai pengganti uranium juga masih dalam penelitian, dan saat ini Chinalah yang penelitiannya paling maju. Jadi, emang bisa sekarnag Indonesia bikinPLTN dengan thorium?

topazo

Udah ada 20an reaktor kok yang menggunakan thorium di seluruh dunia... Meskipun beberapanya memang eksperimen, tapi udah ada yang memang berfungsi penuh... Makanya saya bilang, jangan tanggung2... hehehehe... Wong proyek PLTN aja udah ambisius kok, apa salahnya jadi pelopor thorium sekalian... Cita2 yang ndableg sekalian...

[pranala luar disembunyikan, sila masuk atau daftar.]
Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?

Pi-One

Kutip dari: topazo pada Maret 23, 2011, 02:23:37 PM
Udah ada 20an reaktor kok yang menggunakan thorium di seluruh dunia...
Bisa dibilang, baru India yang menggunakan PLTN thorium sebgai penyuplai listriknya...

topazo

India yang notabene "negara berkembang" aja bisa kan... hehehehe... (Saya sampe sekarang salut sama India, negaranya butut, tapi orang terkaya n teknologi2 mantap udah ada di sana...)
Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?

soviet regarda

Kutipaya sampe sekarang salut sama India, negaranya butut, tapi orang terkaya n teknologi2 mantap udah ada di sana...
knp negaranya butut, karena distirbusi kapital, kekuasaan dan ilmu pengetahuan muter di orang2 kaya itu..
sama di Indonesia juga ada segelintir orang kuuaya ruaya bangedddd, mereka2 itulah yg menguasai negara ini..
ga cuma kuasain..gerogotin pula..

topazo

Mirip banget kan dengan Indonesia, tapi di Indonesia kayanya n menggerogotinya nanggung... Paling tidak, ada kek yang masuk forbes top 10... Masak yang paling kaya cuman nangkring di urutan 208...

Makanya saya berkhayal tentang thorium, paling tidak ada kek yang bisa dibanggakan dari nuklir di Indonesia... Masa mau buat reaktor yang semodel sama Fukushima yang teknologi tahun 1970an...
Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?

soviet regarda

KutipMirip banget kan dengan Indonesia, tapi di Indonesia kayanya n menggerogotinya nanggung... Paling tidak, ada kek yang masuk forbes top 10... Masak yang paling kaya cuman nangkring di urutan 208...
negara digerogoti malah seneng..bilang nanggung pula..urutan 208 bilang cuman..
dikira di dunia cuma ada 210 orang? milyaran bapak.....
KutipMakanya saya berkhayal tentang thorium, paling tidak ada kek yang bisa dibanggakan dari nuklir di Indonesia... Masa mau buat reaktor yang semodel sama Fukushima yang teknologi tahun 1970an...
makanya jgn berhayal mulu..memangnya yg bisa dibanggakan cuma nuklir..

topazo

hehehe... Ini [pranala luar disembunyikan, sila masuk atau daftar.] boss...

Saya bicara tentang nuklir karena topiknya nuklir... Maksud saya, sepertinya pemerintah sangat berambisi ke nuklir, kalau berambisi jangan tanggung2... Saya juga bilang tentang reaktor nuklir baru, karena Indonesia bisa kerja sama dengan Institusi luar negeri, kontraktor internasional, dan BATAN n pemerintah bisa belajar... Jadi untuk perdana nuklir di Indonesia, kita cukup jadi co-founder, tapi sekalian yang canggih... Nah, setelah kita sanggup untuk "menuklirkan" diri, baru silakan kalo mau kerja sendiri...
Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?

semut-ireng

#53
Kutip dari: topazo pada Maret 24, 2011, 12:54:25 AM
Nah, setelah kita sanggup untuk "menuklirkan" diri, baru silakan kalo mau kerja sendiri...

Lha iya itu yang saya inginkan,  menuklirkan diri ............siapa yang gak bangga,  hayo .........??

Dan berpikirnya jangan Jawa sentris-lah,  mosok kok mbangun apa-apa di Jawa saja,  soal distribusi yang jauh teknologinya kita punya,   bisa diatur.

MonDay

Kutip dari: semut-ireng pada Maret 24, 2011, 07:28:46 AM
Lha iya itu yang saya inginkan,  menuklirkan diri ............siapa yang gak bangga,  hayo .........??

Dan berpikirnya jangan Jawa sentris-lah,  mosok kok mbangun apa-apa di Jawa saja,  soal distribusi yang jauh teknologinya kita punya,   bisa diatur.
bisa diatur? sehrusnya hal sampe pendistribusian sdh dipikirkan dan dirancang sblm pembangunan

Pi-One

Kutip dari: topazo pada Maret 23, 2011, 11:18:51 PM
India yang notabene "negara berkembang" aja bisa kan... hehehehe... (Saya sampe sekarang salut sama India, negaranya butut, tapi orang terkaya n teknologi2 mantap udah ada di sana...)
Mau disamakan? India adalah salah satu negara dimana banyak ahli IT sekalipun (sebagian bekerja di amrik dengan gaji gila-gilaan). Dan emangnya penelitian thorium itu bsia didapat dengan mudah? Jika semudah itu, mestinya negara selain India juga apda bikin PLTN dengan thorium. Lalu kenapa saat ini cuma India?

syx

di indonesia ada bahan sumber radioaktif apa aja yang bisa ditambang?

topazo

Ya udah... Non thorium juga gak apa2 kalo gak memungkinkan, tapi reaktornya harus dari generasi yang paling baru... Jangan kayak fukushima yang teknologi zaman Pak Harto...

Tapi saya harus cross check ulang nih, apa betul teknologi thorium sesusah itu... Dan juga, percuma saya koar2 di forum, kalau ternyata pemerintah udah membuat rencana blueprint dan tinggal dilaksanakan... Sampai sekarang saya belum tau pemerintah konsepnya udah sampai tahap mana (lagi2 masalah transparansi...)

@syx, kita punya lumayan banyak uranium, thorium lumayan banyak di Babel...
Tapi sama aja, meskipun kita punya bahan bakarnya, karena politis dll, bahan bakar nuklir harus di impor dari amrik sono... Gak tau deh masa depan, mudah2an bisa dibuat dan dimanfaatkan sendiri...
Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?