Gunakan MimeTex/LaTex untuk menulis simbol dan persamaan matematika.

Selamat datang, Pengunjung. Silahkan masuk atau mendaftar. Apakah anda lupa aktivasi email?

Desember 02, 2021, 08:28:39 PM

Masuk dengan nama pengguna, kata sandi dan lama sesi

Topik Baru

Artikel Sains

Anggota
Stats
  • Total Tulisan: 139668
  • Total Topik: 10408
  • Online Today: 30
  • Online Ever: 441
  • (Desember 18, 2011, 12:48:51 AM)
Pengguna Online
Users: 0
Guests: 21
Total: 21

Ikuti ForSa

ForSa on FB ForSa on Twitter

Penulis Topik: saatnya Indonesia menuju negara sains  (Dibaca 15911 kali)

0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.

Offline rawWARus

  • Profesor
  • *****
  • Tulisan: 639
  • IQ: 108
  • Gender: Pria
Re: saatnya Indonesia menuju negara sains
« Jawab #15 pada: Januari 02, 2009, 08:20:49 AM »
ya makanya itu "dihargai"
klo moralnya baguskan akan menghargai
SeSuATu KarYa MaNusIa SerIng BeRaWaL dAri MimPI, MaKA eKSpresIkan MImpimU DenGAN Sains...
DaLAm HaL KeDUniAwiAn TAk AdA hAl yG tAk mUNgkin...

Offline skuler

  • Staff
  • Profesor
  • *****
  • Tulisan: 993
  • IQ: 109
  • Gender: Pria
  • Read! write! Revolt!
    • Read! write! Revolt!
Re: saatnya Indonesia menuju negara sains
« Jawab #16 pada: Januari 03, 2009, 09:31:54 AM »
klo moralnya baguskan akan menghargai
weleh2..seandainya saja teori anda bisa terjadi, sobat....
susah banget buat masyarakat yg kaya gitu...orang2 yg mayoritas pd payah smua...
"Who controls the present now controls the past. Who controls the past now controls the future.”-- RATM, 1999.

Offline rawWARus

  • Profesor
  • *****
  • Tulisan: 639
  • IQ: 108
  • Gender: Pria
Re: saatnya Indonesia menuju negara sains
« Jawab #17 pada: Januari 04, 2009, 09:50:47 AM »
ya gt dh klo terkena budaya sok kebarat-baratan...lupa akan ketimuran kita...

Offline Lunaris

  • Dosen
  • ****
  • Tulisan: 266
  • IQ: 0
Re: saatnya Indonesia menuju negara sains
« Jawab #18 pada: Januari 04, 2009, 10:03:11 AM »
Sains itu nga ada barat dan timurnya.  Jepang, Korea dan China yang paling timurpun bisa maju dalam bidang sains.

Kebenaran sains itu cuma 1. Yang ada cuma sains atau non-sains.

Offline rawWARus

  • Profesor
  • *****
  • Tulisan: 639
  • IQ: 108
  • Gender: Pria
Re: saatnya Indonesia menuju negara sains
« Jawab #19 pada: Januari 04, 2009, 10:18:30 AM »
maksudku ngutip keskuler...
klo moral kita trutama remaja kebanyakan udah ga sebaik dulu, sekarang suka hura2 miras apa lg narkoba dan kecil2 jg udah pacaran parahnya lagi sex bebas boro2 mikirin belajar sains...dan yg miskin ga kebagian pendidikan krn faktor ekonomi mau makan aja susah ...trs gmn mau maju Indonesia...
apa lg mikirin sains...

Offline Lunaris

  • Dosen
  • ****
  • Tulisan: 266
  • IQ: 0
Re: saatnya Indonesia menuju negara sains
« Jawab #20 pada: Januari 04, 2009, 08:22:04 PM »
Menjadikan negara ini negara sains tidak susah. Asalkan tidak mengalami talibanisasi saja. karena scientist dan taliban itu dua sisi yang berbeda.

Kayaknya anda sibuk sekali sama seks bebas dan miras.

Asal tahu saja, dinegara yang sainsnya maju miras itu legal dan pre martial sex tidak ada masalah. Dan ajaibnya tingkat korupsinya rendah. Begitu juga tingkat kriminalitasnya yang rendah. Plus tingkat ekonominya luar biasa.

Dinegara yang mengkonsumsi Miras bisa dihukum mati dan melakukan premartial seks juga bisa dihukum mati justru mengalami kemunduran sains.

Kesimpulanya bagaimana nih.

Offline rawWARus

  • Profesor
  • *****
  • Tulisan: 639
  • IQ: 108
  • Gender: Pria
Re: saatnya Indonesia menuju negara sains
« Jawab #21 pada: Januari 05, 2009, 02:51:21 AM »
Y sygnya org indonesia ga kyk gt,udh pemakai dan blm siap akn globalisasi sec umum,tp knyataanya skrg negara yg ktnya adidaya slh satunya ekonominya malah trkena krisis,itu krn pnjajahan ekonomi mrk thdp negara lain,akhirnya saat negara yg djajah sec ekonomi tsb mngalami puncak kmiskinannya shg negara adidaya itupun ksulitan mncari sapi perahan baru utk mnopang ekonomi mrk,dan sptnya bnyk paten dan hak cipta yg mrk punya itu mrk beli dari negara lain...

Offline Lunaris

  • Dosen
  • ****
  • Tulisan: 266
  • IQ: 0
Re: saatnya Indonesia menuju negara sains
« Jawab #22 pada: Januari 05, 2009, 03:25:51 AM »
Y sygnya org indonesia ga kyk gt,udh pemakai dan blm siap akn globalisasi sec umum,tp knyataanya skrg negara yg ktnya adidaya slh satunya ekonominya malah trkena krisis,itu krn pnjajahan ekonomi mrk thdp negara lain,akhirnya saat negara yg djajah sec ekonomi tsb mngalami puncak kmiskinannya shg negara adidaya itupun ksulitan mncari sapi perahan baru utk mnopang ekonomi mrk,dan sptnya bnyk paten dan hak cipta yg mrk punya itu mrk beli dari negara lain...

Fallacy besar kalau berkata negara adidaya kena krisis, negara teokratis yang retard science dan sudah terpuruk secara ekonomi sebelum krisis tidak krisis. Mereka justru krisisnya lebih dalam.  Berhubung harga minyak dunia terjun bebas dan negara-negara teokratis yang ada sekarang ekonominya berbasis minyak apa anda yakin mereka tidak krisis?

Negara berkembang sekarang kena krisis karena barang-barang yang mereka produksi tidak bisa dibeli sama negara-negara maju.

Apa sih yang anda maksud penjajahan ekonomi itu?

Kalau anda protes mengapa sebuah mobil yang di produksi Honda yang makan tempat hanya beberapa meter persegi di Jepang dalam waktu 6 jam setara dengan ribuan ton beras yang memerlukan puluhan hektar sawah dan waktu 3 bulan. Salahkan kenapa kok bisa tertinggal dalam bidang teknologi. Kalau tidak suka akan kenyataan tersebut jangan pake mobil, pake unta saja.

Offline rawWARus

  • Profesor
  • *****
  • Tulisan: 639
  • IQ: 108
  • Gender: Pria
Re: saatnya Indonesia menuju negara sains
« Jawab #23 pada: Januari 05, 2009, 06:02:26 AM »
hahaha blh tuh pake unta klo ada yg mau ngasih...
dijajah secara ekonomi itu krna kita masih bergantung pada negara lain...baik dalam mengelola SDA kita ataupun dlm pemasarannya...karena sy yakin klo sbnrnya Indonesia mampu sec SDM dan uang jika mmg bnr2 berniat utk menglola SDA sendiri tapi karena kita udh terjebak pd hutang yg ada embel2nya salah satunya utk campurtangan negara asing dlm mengelola SDA kita...

Offline The Houw Liong

  • Profesor
  • *****
  • Tulisan: 1.585
  • IQ: 59
  • Gender: Pria
    • Sains, Filsafat dan Teknologi
Re: saatnya Indonesia menuju negara sains
« Jawab #24 pada: Januari 05, 2009, 06:53:37 AM »
Kemajuan suatu bangsa ditentukan oleh faktor budaya dominan. Jaman sekarang yang menjadi budaya dominan ialah agama/kepercayaan yang bisa membangun etos kerja, etika dan moral serta sains dan teknologi.
HouwLiong

Offline utusan langit

  • Profesor
  • *****
  • Tulisan: 1.509
  • IQ: 106
  • Gender: Pria
  • K
    • utusan langit
Re: saatnya Indonesia menuju negara sains
« Jawab #25 pada: Januari 05, 2009, 08:55:54 AM »
"Hidup adalah perbuatan,.."

Kalau anda protes mengapa sebuah mobil yang di produksi Honda yang makan tempat hanya beberapa meter persegi di Jepang dalam waktu 6 jam setara dengan ribuan ton beras yang memerlukan puluhan hektar sawah dan waktu 3 bulan. Salahkan kenapa kok bisa tertinggal dalam bidang teknologi. Kalau tidak suka akan kenyataan tersebut jangan pake mobil, pake unta saja.
hehehe, tapi unta Express ya,..??
yah kalo semua petani jadi tukang buat mobil, terus yang menghasilkan padi siapa? kita makan apa?

pernah tahu, orng jerman bilang gini ke anaknya,..
"sekolahlah kamu, kalau sudah tamat, kembali dan jadilah petani seperti bapak,...."
salahkah?


Kemajuan suatu bangsa ditentukan oleh faktor budaya dominan. Jaman sekarang yang menjadi budaya dominan ialah agama/kepercayaan yang bisa membangun etos kerja, etika dan moral serta sains dan teknologi.

saya kira bukan hanya budaya dominan, tapi juga kualitas dari sistem yang terkait,..

Offline ksatriabajuhitam

  • Staff
  • Profesor
  • *****
  • Tulisan: 791
  • IQ: 97
  • Gender: Pria
  • keep holding on
    • hsw weblog
Re: saatnya Indonesia menuju negara sains
« Jawab #26 pada: Januari 05, 2009, 12:16:21 PM »
Kemajuan suatu bangsa ditentukan oleh faktor budaya dominan. Jaman sekarang yang menjadi budaya dominan ialah agama/kepercayaan yang bisa membangun etos kerja, etika dan moral serta sains dan teknologi.
setuju...

kalo menurut saya ekonomi harus dibuat maju dulu, entah dengan memanfaatkan sains (aka ilmu alam) atau cara lain, (mana aja yang paling cepet)
kalo banyak "orang pintar" tapi ga bisa "dipelihara", ujung2nya malah merasa ga dihargai dan lari...
not all the problems could be solved by the sword, but sword holder take control of problems.
ForSa versi mobile: http://www.forumsains.com/forum?wap2

Offline Lunaris

  • Dosen
  • ****
  • Tulisan: 266
  • IQ: 0
Re: saatnya Indonesia menuju negara sains
« Jawab #27 pada: Januari 06, 2009, 09:06:16 AM »
hahaha blh tuh pake unta klo ada yg mau ngasih...
dijajah secara ekonomi itu krna kita masih bergantung pada negara lain...baik dalam mengelola SDA kita ataupun dlm pemasarannya...karena sy yakin klo sbnrnya Indonesia mampu sec SDM dan uang jika mmg bnr2 berniat utk menglola SDA sendiri tapi karena kita udh terjebak pd hutang yg ada embel2nya salah satunya utk campurtangan negara asing dlm mengelola SDA kita...


Kita bergantung sama negara maju karena kita terbelakang dalam bidang teknologi. Bukanyanya sekolah buat jadi ilmuan buat memajukan bangsa, yang terjadi adalah sekolah buat jadi taliban yang memundurkan bangsa.

Kita butuh utang karena kesadaran membayar pajak di Indonesia sangat rendah, meskipun subsidinya banyak.

Kalau tidak mau jual SDA boleh saja tetapi cari pemasukan negara dari sektor lain atau pajaknya ditambah.

Kutip dari: utusan langit
yah kalo semua petani jadi tukang buat mobil, terus yang menghasilkan padi siapa? kita makan apa?

Yang saya tuliskan adalah perbedaan nilai tambah dari mobil yang dibuat dalam 6 jam dengan padi yang butuh 3 bulan.

Tahukah anda kalau pengekspor makanan paling besar di dunia ini adalah negara maju, yang kebetulan negara Industri, bukanya negara agraris?

Jangan kawatir. Nanti kalau ada saatnya jadi petani lebih cepet kaya dari pada buat mobil. Tapi yang jelas bukan sekarang.

Offline skuler

  • Staff
  • Profesor
  • *****
  • Tulisan: 993
  • IQ: 109
  • Gender: Pria
  • Read! write! Revolt!
    • Read! write! Revolt!
Re: saatnya Indonesia menuju negara sains
« Jawab #28 pada: April 22, 2009, 10:09:57 PM »
saya cendrung stuju sama bung ksatriabajuhitam... sains memang penting tapi ekonomi rill dari tindakan produksi lebih penting lagi. sperti yg telah diutarakan bung ksatriabajuhitam pada page 1, sperti itu pula, yg menurut saya, sebaiknya dilakukan. tidak mungkin sains bkembang tanpa modal. sementara modal harus diperoleh dengan cara aktivitas produksi. cuman sayangnya kawan2 di indon yg sekolanya tinggi2 lebih suka kerja ama bule daripada memakai ilmunya untuk berwirausaha di sektor riil. karna lebi instan dapet duidnya.

Offline Lunaris

  • Dosen
  • ****
  • Tulisan: 266
  • IQ: 0
Re: saatnya Indonesia menuju negara sains
« Jawab #29 pada: April 23, 2009, 06:14:12 PM »
Modal belajar sains itu hanya satu. Membedakan yang mana sains dan yang mana bukan sains. Dan modal yang satu ini tidak perlu duid sepeserpun.

Alasanya mengapa sains jauh lebih maju di negara sekuler dibandingkan negara teokratis sangatlah sederhana. Mengajarkan sains kepada anak-anak di negara sekuler jauh lebih mudah dibandingkan mengajarkan sain kepada anak-anak di negara teokratis. Kemampuan masyarakat untuk membedakan yang mana sains dan yang mana yang bukan adalah dukungan/hambatan yang paling mendasar.

Ada banyak negara teokratis yang kaya dari segi ekonomi, tetapi terpuruk dalam bidang sains sehingga semua teknologi harus diimpor dari luar. Ada artikel yang ditulis oleh jurnalis pakistan tentang total produksi tahunan tulisan Ilmiah (skripsi/thesis/disertasi) dari seluruh (total) negara arab hanya 1% dari total dunia, dimana India bisa memegang 3% sedangkan amerika sampai 60%.

BTW. Tidak perlu sampai S1 untuk bisa membedakan yang mana sains dan yang mana bukan sains.

Kutip
cuman sayangnya kawan2 di indon yg sekolanya tinggi2 lebih suka kerja ama bule daripada memakai ilmunya untuk berwirausaha di sektor riil. karna lebi instan dapet duidnya

Ini adalah fenomena yang disebut brain drain. Alasanya sangat sederhanya. Prospek di dalam negri tidak sebanding dengan prospek diluar. Belajar sampe S1/2/3 itu butuh modal, dan modalnya harus balik. Bukankah tujuan orang-tua menyekolahkan anaknya tinggi-tinggi biar hidupnya enak?

 

Related Topics

  Subyek / Dimulai oleh Jawaban Tulisan terakhir
13 Jawaban
6860 Dilihat
Tulisan terakhir Januari 21, 2012, 08:02:42 AM
oleh ytridyrevsielixetuls
19 Jawaban
9048 Dilihat
Tulisan terakhir Juli 06, 2019, 09:45:51 PM
oleh The Houw Liong
0 Jawaban
2083 Dilihat
Tulisan terakhir Maret 15, 2013, 04:07:15 AM
oleh Nanamari
5 Jawaban
4819 Dilihat
Tulisan terakhir Februari 09, 2016, 01:52:56 AM
oleh Monox D. I-Fly
0 Jawaban
737 Dilihat
Tulisan terakhir Juli 06, 2019, 09:32:29 PM
oleh The Houw Liong