Selamat datang di ForSa! Forum diskusi seputar sains, teknologi dan pendidikan Indonesia.

Selamat datang, Pengunjung. Silahkan masuk atau mendaftar. Apakah anda lupa aktivasi email?

Desember 04, 2021, 01:49:40 PM

Masuk dengan nama pengguna, kata sandi dan lama sesi

Topik Baru

Artikel Sains

Anggota
Stats
  • Total Tulisan: 139668
  • Total Topik: 10408
  • Online Today: 34
  • Online Ever: 441
  • (Desember 18, 2011, 12:48:51 AM)
Pengguna Online
Users: 0
Guests: 56
Total: 56

Ikuti ForSa

ForSa on FB ForSa on Twitter

Penulis Topik: Konflik Perbatasan  (Dibaca 3002 kali)

0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.

Offline syx

  • Global Moderator
  • Profesor
  • *****
  • Tulisan: 4.540
  • IQ: 341
  • Gender: Pria
    • Kliping Koran
Konflik Perbatasan
« pada: Oktober 19, 2011, 04:13:48 AM »
rakyat, terutama wakilnya, lagi ribut masalah perbatasan dengan malaysia. lagi-lagi sikap antimalaysia dikedepankan tanpa mencari akar masalah dan solusi pastinya. daripada melayangkan protes antimalaysia mari kita lihat dengan hati dingin permasalahan yang terjadi.
rakyat daerah perbatasan yang dimaksud ternyata terisolasi dari indonesia. akses jalan dan transportasi tidak memadai. mereka akhirnya mencari makan, pendidikan, dan kebutuhan pokok lainnya di negara tetangga yang lebih mudah dicapai.
rakyat daerah perbatasan menjadi merasa lebih malaysia ketimbang indonesia.
batas negara bergeser, malah ada teori pergeseran garis batas itu dilakukan oleh penduduk setempat (indonesia).

pe-er pemerintah sekarang adalah bagaimana membuat rakyat perbatasan merasa menjadi warga negara indonesia. pemerintah harus bisa membuka isolasi beranda negara, daripada sekedar protes, marah-marah ke malaysia...

Offline exile_rstd

  • Profesor
  • *****
  • Tulisan: 1.027
  • IQ: 38
  • Gender: Wanita
  • Now, I really changed. Life has changed 180 degree
Re: Konflik Perbatasan
« Jawab #1 pada: Oktober 19, 2011, 04:49:29 AM »
menurut saya pemerintahlah yang harus berusaha supaya rakyat perbatasan menjadi wni.
tapi sayang pemerintah hanya terfokus pada 1 inti dan yang terdekat saja. mungkin saking banyaknya pe er untuk pemerintah jadi daerah lain ga terurus.
i adore your intelligence

Offline Farabi

  • Profesor
  • *****
  • Tulisan: 3.282
  • IQ: 171
  • Gender: Pria
  • Nabi Allah
Re: Konflik Perbatasan
« Jawab #2 pada: Oktober 23, 2011, 10:42:13 AM »
Setuju, sangat bijaksana syx. Plus masalah papua, ternyata yang pengen pisah cuma 200 orang, tewas 3, abis mau gimana lagi, okelah saya ngerti, tentara tidak punya pilihan. Yang saya pengen tahu, itu orang 197 hidupnya disana gimana? Sisanya yang jutaan adem adem aja tuh? Jangan jangan itu yang 197 korban kelaparan. Sebaiknya dicek. Ini saran saya loh.
Raffaaaaael, raffaaaaael, fiiii dunya la tadzikro. Rafaael. Fi dunya latadzikro bil hikmah, wa bil qiyad

Maa lahi bi robbi. Taaqi ilaa robbi. La taaqwa, in anfusakum minallaaahi.

Offline viz

  • Mahasiswa
  • **
  • Tulisan: 33
  • IQ: 8
  • Gender: Pria
Re: Konflik Perbatasan
« Jawab #3 pada: Oktober 28, 2011, 05:42:53 PM »
Kalo mau rakyat perbatasan lebih Indonesia jgn cuma ngandalin pemerintah,Indonesia kan kesatuan,semua yg ada di dlm nya jg harus berusaha ngejaga apa yg kita punya..toh yg duduk di Pemerintah jg pilihan rakyat,kalo ada kesalahan kan rakyatnya jg ikut salah udah pilih mereka
do what u love,or die unhappy

Offline syx

  • Global Moderator
  • Profesor
  • *****
  • Tulisan: 4.540
  • IQ: 341
  • Gender: Pria
    • Kliping Koran
Re: Konflik Perbatasan
« Jawab #4 pada: Oktober 31, 2011, 10:37:30 PM »
kita udah urunan bayar pajak kan? rakyat uda melakukan kewajibannya, sekarang tinggal pemerintah yang mengelola duit dari pajak itu... jangan dipake jalan-jalan ke luar negeri ama wakilnya, tapi buat akses jalan ke tempat terpencil dan terkucil di perbatasan.

... dan kebetulan saya tidak milih pemerintahan yang sekarang pas pemilu.

Offline exile_rstd

  • Profesor
  • *****
  • Tulisan: 1.027
  • IQ: 38
  • Gender: Wanita
  • Now, I really changed. Life has changed 180 degree
Re: Konflik Perbatasan
« Jawab #5 pada: November 01, 2011, 02:03:20 AM »
bagaimana mencari orang yg dpat diandalkan pada kondisi seperti ini? teknologi makin maju, life style makin merajalela membuat generasi muda kita serba malas, contoh seperti disekolah saya. kita dgn pemerintahan demokrasi saja tdk sanggup mempersatukan satu sama lain, wlaupun dikatai negara persatuan. karena rakyat kita pnya kebudayaan masing2, yg mana tidak semua org setuju dgn ini dan itu apalg utk sebagian rakyat kita yg berada jauh dipelosok sana.
« Edit Terakhir: November 01, 2011, 02:05:05 AM oleh exile_rstd »

 

Related Topics

  Subyek / Dimulai oleh Jawaban Tulisan terakhir
3 Jawaban
3791 Dilihat
Tulisan terakhir Juni 06, 2009, 02:54:16 PM
oleh marshall