Selamat datang di ForSa! Forum diskusi seputar sains, teknologi dan pendidikan Indonesia.

Welcome to Forum Sains Indonesia. Please login or sign up.

Maret 05, 2024, 08:20:00 PM

Login with username, password and session length

Topik Baru

Artikel Sains

Anggota
Stats
  • Total Tulisan: 139,653
  • Total Topik: 10,405
  • Online today: 62
  • Online ever: 1,582
  • (Desember 22, 2022, 06:39:12 AM)
Pengguna Online
Users: 0
Guests: 21
Total: 21

Aku Cinta ForSa

ForSa on FB ForSa on Twitter

(ask) hubungan PWM n optocoupler

Dimulai oleh agungelzanYH, April 09, 2012, 03:47:44 PM

« sebelumnya - berikutnya »

0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.

agungelzanYH

saya mau merancang driver motor 110V dc.
saya menggunakan PWM timer 1 atmega 8535, optocoupler pc817 sebagai pembatas dan Mosfet IRF740.
saya ingin menyulut mosfet dengan PWM sehinnga keluaran nati bisa berubah-ubah.
tapi timbul masalah ketika saya mengatur pwm sebesar 0%, OCR1A=0 dari 1024 tegangan yang terbaca pada keluaran optocoupler sebesar 2v, secara teori nilai tersebut adalah nol.
mohon pencerahannya, apakah saya ada yang salah atau seperti apa?

mhyworld

berapa tegangan yg muncul saat diberi input 0.1%? bagaimana kalau dinaikkan sampai 1%?
once we have eternity, everything else can wait

agungelzanYH

mengalami penambahan nilai sedkit menjadi 2,...V tapi dengan keadaan max 100% didapatkan nilai volt sebesar 5V sesuai dengan max input(sesuai teori)..

mhyworld

Masalah bisa muncul dari output PWM (input optocoupler) atau dari output optocouplernya. Coba ukur tegangan input dan output optocoupler pada kondisi 0%, 50%, dan 100%, sebaiknya ditulis dalam bentuk tabel.
Berapa nilai RL (Load resistor pada output/pin collector optocoupler)? Jika nilainya diperbesar, apakah berpengaruh pada tegangan output?
Soalnya ada kemungkinan gejala tersebut karena overload pada fototransistor dalam optocoupler tsb.
Apakah sudah pernah coba ganti optocouplernya?
once we have eternity, everything else can wait

agungelzanYH


agungelzanYH

untuk hasil nilainya sudah didapat mas dan sudah sesuai sekarang antara PWM dan optocoupler.
sekarang saya mau gunakan untuk driver motor DC.
spek motor yang mau saya pakai sebesar 125Vdc dan 3.5 A,
tetapi saya tidak berhasil menyulut mosfet IRF 740 yang akan saya gunakan sehingga Vout tidak berubah seiring perubahan PWM, saya pun sudah mencoba menambahkan transistor 2n3904 ttp tidak berhasil.
saya minta masukannya.
terima kasih

mhyworld

transistor 2n3904 nya dipasang di mana?
kalau yang saya baca dari datasheet transistor 2n3904 untuk fungsi switching hanya bisa dioperasikan normal pada arus max 100 mA, tegangan VCE 30V.
Untuk fungsi switching dengan tegangan di atas 100 V biasanya memakai SCR atau TRIAC, tentunya dengan spec arus yang sesuai, silakan cari datasheetnya.
once we have eternity, everything else can wait

agungelzanYH

saya pasang setelah output PWM dari mikro/optocoupler.
jadi PWM masuk basis dan kaki C ke gate mosfet.
dari datasheet nilai mosfet IRF 740 sudah cukup untuk spek diatas.

mhyworld

Maaf, tadi belum baca datasheet mosfet IRF 740.
dari datasheet diketahui bahwa untuk mengenergize mosfet IRF 740 diperlukan tegangan VGS paling tidak sebesar 3V. Berdasarkan tulisan anda di atas, transistor dirangkai dengan konfigurasi common collector, dengan emitter dihubungkan ke ground. Untuk itu diperlukan tambahan resistor dari kaki C ke power supply, nilainya bisa dipilih kira-kira antara 1K ~ 10K Ohm.
once we have eternity, everything else can wait

agungelzanYH

iya bener mas common colector dan E dihubung ke ground.
utk pemasangan resistor sendiri saya telah coba dengan nilai 10k yang saya hubungkan dengan power supply.
alhasil tdk berpengaruh, apa terdapat kesalahan?
beberapa referensi ada juga yang memakai penggrak mosfet tetapi saya blm memperoleh gambaran rangkaiannya.

minsys mikro yang saya pakai memakai sumber dari usb laptop apakah berpengaruh terhadap kinerja PWM?
apa harus memakai power supply sendri, saya punya Power supply 1A.

mhyworld

Apakah MOSFETnya sendiri masih bagus?
coba cek fungsi kerjanya sebagai switch dengan terlebih dahulu melepas koneksi kaki gatenya. Seharusnya tidak ada arus yang mengalir dari drain ke source, dan MOSFET berfungsi seperti switch yang terbuka, VDS mendekati 125V.
kemudian hubungkan kaki gate dengan resistor 10k ke power supply. Seharusnya MOSFET switch ON, VDS mendekati 0V.
once we have eternity, everything else can wait

agungelzanYH

mosfetnya sudah saya ganti-ganti dengan cadangan mas.
dari uji coba yang saya lakukan dengan menghubungkan resitor 10k dengan power supply n rangkaian sebelumnya didapat tegangan vout=vin. saya masih menggunkan Vin sebesar 15v dari power supply 1A karena sumber 125v ada dikampus.
ini untuk kebutuhan skripsi saya mas.
saya bingung ni, kira2 gimana ya mas?

mhyworld

Bisa kirimkan gambar rangkaiannya, yang untuk testing maupun aplikasi aktualnya?
Soalnya ada kemungkinan cadangannya juga bermasalah, atau rangkaiannya yang salah sehingga bolak-balik merusak komponen.
once we have eternity, everything else can wait

agungelzanYH

ini rangkaian yang telah saya bikin tapi hasilnya belum ketemu.
atau ada yang salah dengan rangkaiannya?
terima kasih

mhyworld

Saya sudah lihat gambarnya, ada beberapa kesalahan dalam rangkaian :
- Pin no 4 dari MOC3022 tidak boleh disambung ke ground, karena menyebabkan basis transistor tidak akan pernah mendapatkan supply arus. Seharusnya R5 (10K) menghubungkan basis transistor ke ground, untuk membuang arus bocor dari MOC3022. Basis transistor juga disambung ke pin no 4.
- R7 (22k) dibuang saja, collector transistor langsung disambung ke gate MOSFET dan pull up resistor R6 (10K).

Perlu diingat bahwa transistor di gambar tersebut bersifat inverting, artinya arus yang diberikan ke basisnya justru mematikan MOSFET. Akibatnya kerja PWM-nya jadi terbalik. Jika lebar pulsa dari PWM 25%, lebar pulsa yang sampai ke motor jadi 75%. Kalau tidak mau terbalik, bisa menggunakan transistor berjenis PNP, atau malah gak usah pakai transistor sekalian. Pin 4 dari MOC disambung langsung ke MOSFET, ditambah pull down resistor 10k ke ground untuk membuang arus bocor.
once we have eternity, everything else can wait