Selamat datang di ForSa! Forum diskusi seputar sains, teknologi dan pendidikan Indonesia.

Welcome to Forum Sains Indonesia. Please login or sign up.

Agustus 19, 2022, 09:48:27 AM

Login with username, password and session length

Topik Baru

Artikel Sains

Anggota
  • Total Anggota: 26,765
  • Latest: KlausKep
Stats
  • Total Tulisan: 139,633
  • Total Topik: 10,390
  • Online today: 41
  • Online ever: 441
  • (Desember 17, 2011, 09:48:51 AM)
Pengguna Online
Users: 0
Guests: 33
Total: 33

Aku Cinta ForSa

ForSa on FB ForSa on Twitter

cara membaca output sensor

Dimulai oleh widodo_eko, Agustus 16, 2010, 11:58:49 AM

« sebelumnya - berikutnya »

0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.

widodo_eko

terima kasih sebelumnya..

saya ingin bertanya..
bila saya memiliki sensor cahaya dengan output arus (ampere) akan tetapi software yang saya gunakan untuk mengoperasikan mikrokontroller saya..hanya bisa mengenali input dalam bentuk tegangan (volt)..
apa yang harus saya lakukan..??
apakah saya harus membuat rangkaian tambahan pada output sensor saya..??

terimakasih..

dho_gigikita

heru.htl

Kutip dari: widodo_eko pada Agustus 16, 2010, 11:58:49 AM
terima kasih sebelumnya..

saya ingin bertanya..
bila saya memiliki sensor cahaya dengan output arus (ampere) akan tetapi software yang saya gunakan untuk mengoperasikan mikrokontroller saya..hanya bisa mengenali input dalam bentuk tegangan (volt)..
apa yang harus saya lakukan..??
apakah saya harus membuat rangkaian tambahan pada output sensor saya..??

terimakasih..

dho_gigikita

Kalau ada arus, berarti ada tegangan (prasyarat R dalam hukum Ohm harus ada V (Voltage) dan I (kuat arus), sementara sensor sebenarnya juga bekerja berdasarkan hukum Ohm dengan cara berubah impedansi untuk menghasilkan kuat arus ataupun tegangan berbeda-beda).
Pasalnya, tegangan itu harus cukup tinggi supaya dapat dimengerti oleh perangkat pro-logika macam microcontroler.
Pasal lainnya, tegangan sensor itu outputnya disertai arus AC apa DC (biasanya DC).
Terlepas outputnya AC atau DC, yang jelas tegangan sensor harus diperkuat jika terlalu kecil, yakni menggunakan "Potential Amplifier" atau penguat potensial.

0y1k

Kutip dari: widodo_eko pada Agustus 16, 2010, 11:58:49 AM
terima kasih sebelumnya..

saya ingin bertanya..
bila saya memiliki sensor cahaya dengan output arus (ampere) akan tetapi software yang saya gunakan untuk mengoperasikan mikrokontroller saya..hanya bisa mengenali input dalam bentuk tegangan (volt)..
apa yang harus saya lakukan..??
apakah saya harus membuat rangkaian tambahan pada output sensor saya..??

terimakasih..

dho_gigikita

gunakan konverter arus ke tegangan aja menggunakan Op-amp
disini op-amp bukan untuk penguat, namun konverter
mungkin bisa dilihat disini

[pranala luar disembunyikan, sila masuk atau daftar.]

baca yang ada sensor phototube
لاَ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ الْعَظِيْمُ الْحَلِيْمُ، لاَ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ رَبُّ الْعَرْشِ الْعَظِيْمُ، لاَ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ رَبُّ السَّمَاوَاتِ وَرَبُّ اْلأَرْضِ وَرَبُّ الْع