Selamat datang di ForSa! Forum diskusi seputar sains, teknologi dan pendidikan Indonesia.

Selamat datang, Pengunjung. Silahkan masuk atau mendaftar. Apakah anda lupa aktivasi email?

Desember 04, 2020, 02:05:56 AM

Masuk dengan nama pengguna, kata sandi dan lama sesi

Topik Baru

Artikel Sains

Anggota
  • Total Anggota: 26686
  • Latest: mkrxxi
Stats
  • Total Tulisan: 139608
  • Total Topik: 10377
  • Online Today: 33
  • Online Ever: 441
  • (Desember 18, 2011, 12:48:51 AM)
Pengguna Online
Users: 0
Guests: 33
Total: 33

Ikuti ForSa

ForSa on FB ForSa on Twitter

Penulis Topik: Rangkaian Pengendali  (Dibaca 4519 kali)

0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.

Offline aap07

  • Siswa Baru
  • *
  • Tulisan: 2
  • IQ: 2
Rangkaian Pengendali
« pada: Oktober 28, 2011, 01:35:50 AM »
salam semua, pengen tau beberapa rangkaian pengendali, seperti kendali motor listrik apa ada yang tau ?...

Offline mhyworld

  • Profesor
  • *****
  • Tulisan: 1.503
  • IQ: 50
  • Gender: Pria
  • .start with the end in mind.
Re: Rangkaian Pengendali
« Jawab #1 pada: November 03, 2011, 03:54:22 PM »
pengendali motor listrik tergantung pada jenis motornya.
Kalau pakai motor stepper (sering dipakai untuk robot) pada dasarnya dikendalikan dengan counter/shift register yang menentukan posisi sudutnya. Kalau ingin mengatur kecepatan putarannya, tinggal mengatur kecepatan pergeseran shift register tersebut.
Kalau pakai motor AC asinkron (sering dipakai di industri), biasanya menggunakan inverter. Untuk mengatur kecepatan putaran motor, yang diubah adalah frekuensi tegangan AC-nya. Inverter biasanya sudah dilengkapi dengan feature tambahan seperti current limiter dan output ramp.
Kalau pakai motor DC, pada dasarnya yang diatur adalah torsinya, dengan cara mengendalikan kuat arus listrik yang dialirkan padanya. Kecepatan putaran motor aktual tergantung pada beban yang digerakkan.
once we have eternity, everything else can wait

Offline semut-ireng

  • Profesor
  • *****
  • Tulisan: 2.809
  • IQ: 11
Re: Rangkaian Pengendali
« Jawab #2 pada: November 04, 2011, 02:08:22 AM »
pengendali motor listrik tergantung pada jenis motornya.
Kalau pakai motor stepper (sering dipakai untuk robot) pada dasarnya dikendalikan dengan counter/shift register yang menentukan posisi sudutnya. Kalau ingin mengatur kecepatan putarannya, tinggal mengatur kecepatan pergeseran shift register tersebut.
Kalau pakai motor AC asinkron (sering dipakai di industri), biasanya menggunakan inverter. Untuk mengatur kecepatan putaran motor, yang diubah adalah frekuensi tegangan AC-nya. Inverter biasanya sudah dilengkapi dengan feature tambahan seperti current limiter dan output ramp.
Kalau pakai motor DC, pada dasarnya yang diatur adalah torsinya, dengan cara mengendalikan kuat arus listrik yang dialirkan padanya. Kecepatan putaran motor aktual tergantung pada beban yang digerakkan.

Ada hubungannya dengan DAC dan ADC yah ??

*  DAC  :  Digital to Analog Converter.
    ADC  :  Analog to Digital Converter.

Offline mhyworld

  • Profesor
  • *****
  • Tulisan: 1.503
  • IQ: 50
  • Gender: Pria
  • .start with the end in mind.
Re: Rangkaian Pengendali
« Jawab #3 pada: November 04, 2011, 08:12:31 AM »
Tidak ada hubungan secara langsung.
AC dan DC yang saya sebut itu Alternating Current dan Direct Current.
Kebetulan saja huruf-hurufnya mirip.
Kalau digambarkan grafiknya terhadap waktu, AC membentuk kurva sinusoidal, sedangkan DC membentuk garis lurus horizontal.

Offline semut-ireng

  • Profesor
  • *****
  • Tulisan: 2.809
  • IQ: 11
Re: Rangkaian Pengendali
« Jawab #4 pada: November 04, 2011, 11:57:28 PM »
Tidak ada hubungan secara langsung.
AC dan DC yang saya sebut itu Alternating Current dan Direct Current.
Kebetulan saja huruf-hurufnya mirip.
Kalau digambarkan grafiknya terhadap waktu, AC membentuk kurva sinusoidal, sedangkan DC membentuk garis lurus horizontal.

Mengacu pada kendali memakai shift register,  bukan kendali untuk motor AC asinkron dan motor DC.   Kendali dengan counter / shift register tidak bisa jalan kalo gak pake ADC dan DAC.  Menilik apa yang anda sampaikan,  kalo ingin mengatur kecepatan putarannya dengan cara mengatur kecepatan pergeseran shift register,  saya menduga yang digunakan adalah DAC jenis Time Interval Decoder.


Offline mhyworld

  • Profesor
  • *****
  • Tulisan: 1.503
  • IQ: 50
  • Gender: Pria
  • .start with the end in mind.
Re: Rangkaian Pengendali
« Jawab #5 pada: November 05, 2011, 02:21:02 AM »
Mengacu pada kendali memakai shift register,  bukan kendali untuk motor AC asinkron dan motor DC.   Kendali dengan counter / shift register tidak bisa jalan kalo gak pake ADC dan DAC.  Menilik apa yang anda sampaikan,  kalo ingin mengatur kecepatan putarannya dengan cara mengatur kecepatan pergeseran shift register,  saya menduga yang digunakan adalah DAC jenis Time Interval Decoder.


Kecepatan pergeseran shift register bisa dilakukan dengan sistem full digital. Jadi tinggal menyediakan sumber clock frekuensi tinggi, kemudian tambahkan counter pengatur periode untuk menentukan berapa jumlah pulse dari sumber clock yang diperlukan untuk setiap pergeseran shift register. Shift register dipakai untuk mengatur aktivasi gulungan-gulungan di sekitar rotor untuk menentukan urutan posisinya pada setiap pergeseran.
contoh: frekuensi sumber clock 1 kHz. Jika counter disetel untuk reset pada clock ke 10, maka output counter menghasilkan pulse dengan frekuensi 100 Hz. Frekuensi inilah yang menentukan kecepatan pergeseran shift register, yang kemudian menentukan kecepatan putaran motor stepper (tergantung jumlah pole dan konfigurasinya). Jika setelan reset counter diubah jadi 20, maka kecepatan pergeseran shift register menjadi 50 Hz.

Kontrol motor DC dan AC (sinkron maupun asinkron) bisa dilakukan dengan sistem analog murni. Inilah sebabnya saya bilang DAC dan ADC tidak ada hubungannya secara langsung, karena tidak dipersyaratkan. Namun mereka dapat digunakan untuk mendapatkan kinerja yang lebih baik, antara lain bentuk gelombang yang lebih sempurna serta pengaturan frekuensi yang lebih presisi.

Kebanyakan inverter yang dipakai di industri menggunakan sistem digital pada pengendalinya. Bagian keluaran sistem tersebut berupa wave generator yang menghasilkan sinyal digital yang mewakili bentuk gelombang sinusiodal, bisa berupa data biner maupun PWM(Pulse Width Modulation). Sinyal tersebut kemudian dikonversi menjadi tegangan dengan bentuk gelombang sinus yang sebenarnya menggunakan DAC. Setelah diperkuat, tegangan inilah yang digunakan untuk menggerakkan motor AC.

Offline semut-ireng

  • Profesor
  • *****
  • Tulisan: 2.809
  • IQ: 11
Re: Rangkaian Pengendali
« Jawab #6 pada: November 05, 2011, 05:06:25 AM »
Kecepatan pergeseran shift register bisa dilakukan dengan sistem full digital. Jadi tinggal menyediakan sumber clock frekuensi tinggi, kemudian tambahkan counter pengatur periode untuk menentukan berapa jumlah pulse dari sumber clock yang diperlukan untuk setiap pergeseran shift register. Shift register dipakai untuk mengatur aktivasi gulungan-gulungan di sekitar rotor untuk menentukan urutan posisinya pada setiap pergeseran.
contoh: frekuensi sumber clock 1 kHz. Jika counter disetel untuk reset pada clock ke 10, maka output counter menghasilkan pulse dengan frekuensi 100 Hz. Frekuensi inilah yang menentukan kecepatan pergeseran shift register, yang kemudian menentukan kecepatan putaran motor stepper (tergantung jumlah pole dan konfigurasinya). Jika setelan reset counter diubah jadi 20, maka kecepatan pergeseran shift register menjadi 50 Hz.

Kontrol motor DC dan AC (sinkron maupun asinkron) bisa dilakukan dengan sistem analog murni. Inilah sebabnya saya bilang DAC dan ADC tidak ada hubungannya secara langsung, karena tidak dipersyaratkan. Namun mereka dapat digunakan untuk mendapatkan kinerja yang lebih baik, antara lain bentuk gelombang yang lebih sempurna serta pengaturan frekuensi yang lebih presisi.

Kebanyakan inverter yang dipakai di industri menggunakan sistem digital pada pengendalinya. Bagian keluaran sistem tersebut berupa wave generator yang menghasilkan sinyal digital yang mewakili bentuk gelombang sinusiodal, bisa berupa data biner maupun PWM(Pulse Width Modulation). Sinyal tersebut kemudian dikonversi menjadi tegangan dengan bentuk gelombang sinus yang sebenarnya menggunakan DAC. Setelah diperkuat, tegangan inilah yang digunakan untuk menggerakkan motor AC.

Yak,  benar.  Saya setuju.

 

Related Topics

  Subyek / Dimulai oleh Jawaban Tulisan terakhir
4 Jawaban
3979 Dilihat
Tulisan terakhir November 03, 2009, 05:51:58 PM
oleh erik hardianto
2 Jawaban
4531 Dilihat
Tulisan terakhir Juni 05, 2011, 02:58:50 AM
oleh gerald366
1 Jawaban
3803 Dilihat
Tulisan terakhir Juni 14, 2011, 02:04:25 PM
oleh ksatriabajuhitam
3 Jawaban
3867 Dilihat
Tulisan terakhir November 09, 2012, 09:46:51 AM
oleh mhyworld
5 Jawaban
5771 Dilihat
Tulisan terakhir Juli 27, 2016, 02:12:26 AM
oleh Monox D. I-Fly