Gunakan MimeTex/LaTex untuk menulis simbol dan persamaan matematika.

Selamat datang, Pengunjung. Silahkan masuk atau mendaftar. Apakah anda lupa aktivasi email?

Desember 07, 2021, 01:18:13 AM

Masuk dengan nama pengguna, kata sandi dan lama sesi

Topik Baru

Artikel Sains

Anggota
Stats
  • Total Tulisan: 139668
  • Total Topik: 10408
  • Online Today: 26
  • Online Ever: 441
  • (Desember 18, 2011, 12:48:51 AM)
Pengguna Online
Users: 0
Guests: 34
Total: 34

Ikuti ForSa

ForSa on FB ForSa on Twitter

Penulis Topik: bola lampu bekas  (Dibaca 3251 kali)

0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.

Offline azzkirananta

  • Mahasiswa
  • **
  • Tulisan: 11
  • IQ: 4
bola lampu bekas
« pada: Januari 01, 2011, 05:38:59 AM »
Sejalan dengan kemajuan teknologi yang demikian pesat maka terciptalah produk-produk teknologi yang demikian beragam, diantaranya adalah bola lampu sebagai penerangan di alam kita ini.
Banyak ditawarkan produk-produk bola lampu yang menitik beratkan pada keawetan dan hemat energi, tetapi di sisi lain tidak sedikit pula akibat buruk, terutama kepada lingkungan, dampak produk-produk tersebut.
Bola lampu fluoresen lebih hemat energi dan lebih awet dibandingkan bola lampu biasa. Suatu data menunjukkan dengan hasil cahaya yang sama, untuk pemakaian 5 jam bola lampu fluoresen hanya membutuhkan listrik 25,5 kWH sedangkan bola lampu biasa 109,5 kWH. Usia rata-rata bola lampu fluoresen 10.000 jam sedangkan bola lampu biasa 1.500 jam.
 
Tetapi dari hal positif tersebut di atas, ada sesuatu yang menghawatirkan, ternyata bola lampu fluoresen menggunakan uap air raksa dan fosfor, ketika dialiri listrik elemen ini saling bereaksi menimbulkan cahaya dengan hanya sedikit melepas panas. Nah ….. uap air raksa inilah, walaupun konsentrasinya rendah, bila penanganan pembuangan tidak dilakukan dengan benar dapat merusak lingkungan.

Beberapa sumber mengatakan, bila pembuangan bola lampu fluoresen tidak dilakukan dengan benar dapat menyebabkan air raksa terlepas ke udara atau meresap ke tanah. Pada akhirnya karena proses alam, air raksa tersebut akan masuk ke dalam air, proses biologi akan mengubahnya menjadi racun berbahaya yang dapat bertahan lama.
Air raksa dalam air diubah oleh bakteri menjadi metilmerkuri, semacam racun yang akhirnya menumpuk pada binatang (ikan) dan yang mengkonsumsi ikan. Umumnya manusia akan teracuni air raksa akibat mengkonsumsi ikan yang tercemar dengan tanda-tanda keracunan: mati rasa pada bagian lengan dan kaki, berkurangnya daya ingat, pendengaran dan penglihatan serta akibat-akibat lainnya.

Itulah kenyataan yang harus kita hadapi, barangkali para FS bisa sumbang saran, bagaimana mengurangi dampak negatif akibat bola lampu fluoresen yang sudah tidak terpakai, dan harus di buang



 

Related Topics

  Subyek / Dimulai oleh Jawaban Tulisan terakhir
3 Jawaban
3508 Dilihat
Tulisan terakhir Agustus 01, 2008, 01:26:21 PM
oleh L
12 Jawaban
12376 Dilihat
Tulisan terakhir Juni 09, 2009, 11:46:25 AM
oleh Ariatami
5 Jawaban
8994 Dilihat
Tulisan terakhir Desember 26, 2015, 08:18:00 AM
oleh Farabi
3 Jawaban
8535 Dilihat
Tulisan terakhir Januari 27, 2011, 09:30:10 AM
oleh 12
4 Jawaban
4923 Dilihat
Tulisan terakhir Februari 28, 2011, 05:23:28 AM
oleh Mr.Smiley