Selamat datang di ForSa! Forum diskusi seputar sains, teknologi dan pendidikan Indonesia.

Welcome to Forum Sains Indonesia. Please login or sign up.

Februari 29, 2024, 09:42:15 AM

Login with username, password and session length

Topik Baru

Artikel Sains

Anggota
  • Total Anggota: 27,572
  • Latest: glfiefs
Stats
  • Total Tulisan: 139,653
  • Total Topik: 10,405
  • Online today: 96
  • Online ever: 1,582
  • (Desember 22, 2022, 06:39:12 AM)
Pengguna Online
Users: 0
Guests: 72
Total: 72

Aku Cinta ForSa

ForSa on FB ForSa on Twitter

sapa tau teknik pengolahan styrofoam?

Dimulai oleh reborn, Desember 21, 2008, 12:07:02 AM

« sebelumnya - berikutnya »

0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.

reborn

setahun yg lalu aku sempat meluangkan waktu menyusuri sungai code yogyakarta. lumayan, sekitar 9 jam jalan kaki. sedih...banget manakali mendapati sampah gede2 pada dibuang di sungai ini, bahkan ada pula rongsokan buldoser dibuang di situ. to the point, ternyata selidik punya usut, sampah sterofoam jadi masalah krusial. semakin ke arah hilir semakin banyak ranting2 pohon melintang diatas permukaan sungai. Nah sampah styrofoam inilah yang paling banyak terhambat oleh ranting ataupun tanggul2. Ya tau sendiri kan kalo masa jenis styrofoam bisa dibilang paling ringan dibanding sampah2 sungai yg laen. Sementara bentuknya yg besar2 semakin menghambat laju aliran. Ga kebayang kalo debit air tiba-tiba besar. Ranting2 bersilangan ditambal styrofoam dan akhirnya menyumbat sampah2 lain....banjir deh. saya pikir sampah styrofoam ini jd biang keroknya deh. untuk itu harus disingkirkan dari sungai. trus mau diapain? kan kalo dibakar malah bahaya, dikuburpun ga bisa terbiodegradable.

atas latar belakang diatas saya coba2 bikin styrofoam ini jd produk yg lebih bermanfaat, ada yg buat campuran semen dan pasir, ada yg saya campur dengan gipsum dan jadi asbak ecek2, ada yg sy lelehkan pake resin dan jd batu keras tp bergelembung. tp pd intinya produknya kurang bernilai. shg orang ga mau memakainya kalo ga bener2 sadar lingkungan. mungkin dr temen2 ada yg jago kimia atau material. sampah ini bagusnya jadiin apa ya? saya persilahkan ide2 yg muncul nantinya dipake ato dipatenkan temen2, toh sungai2 kita tetep lestari khan.....


Ditulis ulang dari artikel yang dikirim oleh bencong.
Mohon baca tentang perbedaan artikel dan topik/thread.

biobio

kapan hari pernah dengar tentang Pseudomonas putida yang bisa menguraikan styrofoam menjadi limbah yg mudah diuraikan... Tp ga tau y,berita it bs dipertanggungjwbkan ato ga... Dan kapan hari itu pernah dgr,kulit jeruk atau kulit pisang bs menguraikan styrofoam jg...rasanya si dgn faktor mikroorganisme...ato mlh Pseudomonas putida tadi ya?
"The pen is mightier than the sword"

ipul_catur

Klo menurut saya secara logika styrofoam adalah bahan plastik yang dapat meleleh dengan api, saya pernah coba melebur plastik menjadi plastik cair panas dan dapat dicetak kembali, tapi hasilnya ketika kering menjadi getas atau rapuh. Hasil ini bisa bagus klo ada campuran bahan kimia yang dapat menjadikan bahan plastik ini fleksibel (nah...itu dia yg saya g' tau bahan apa ya? ???).
Klo sudah tau jenis bahan kimianya, hasil dari campuran ini  dapat dibuat bahan yang bernilai jual (nah...ini dia yang saya bisa), saya pernah membuat percobaan percetakan dengan bahan baku plastik cair, resin atau resin fiber. karena saya g' tau campuran bahan plastiknya jadi hasilnya ya........ tetep getas.
itu aja saran saya trimakasih.... ;D

Ammi Hamzah

Wah, ane punya pertanyaan yg sama dg TS
Kalo teknik awal pembuatannya ada yg tau ga?

topazo

Sekadar menambahkan info...  di [pranala luar disembunyikan, sila masuk atau daftar.].
Disebutkan bahwa penambahan styrofoam ke dalam biodiesel (biodiesel bersifat seperti pelarut kuat terhadap styrofoam, tinggal cemplungin, styrofoam akan "menghilang"...)bisa meningkatkan performa mesin diesel sampai 5% (penelitian dari Iowa University)... Memang, tidak menyelesaikan masalah secara total karena toh, styrofoam ujung2nya jadi polusi juga (menjadi asap dari mesin)... Tapi paling tidak, masalah awal tentang sungai mampet bisa dikurangi...
Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?

Abdurrokhim

Kalo misalkan pengolahan styrofoam menjadi material pembantu memang sulit atau nambah kendala. Coba silahkan cari aja informasi gradable styrofoam/polistirena menggunakan Limonen dalam kulit jeruk. Saya pengen membahasnya tapi pasti panjang lebar kalo di komen ini. Hehehe

biobio

Kutip dari: Abdurrokhim pada September 28, 2012, 07:55:23 AM
Kalo misalkan pengolahan styrofoam menjadi material pembantu memang sulit atau nambah kendala. Coba silahkan cari aja informasi gradable styrofoam/polistirena menggunakan Limonen dalam kulit jeruk. Saya pengen membahasnya tapi pasti panjang lebar kalo di komen ini. Hehehe

gradable? degradable kah? :s
"The pen is mightier than the sword"

Monox D. I-Fly

Kutip dari: topazo pada April 15, 2012, 11:04:28 AM
Sekadar menambahkan info...  di [pranala luar disembunyikan, sila masuk atau daftar.].
Disebutkan bahwa penambahan styrofoam ke dalam biodiesel (biodiesel bersifat seperti pelarut kuat terhadap styrofoam, tinggal cemplungin, styrofoam akan "menghilang"...)bisa meningkatkan performa mesin diesel sampai 5% (penelitian dari Iowa University)... Memang, tidak menyelesaikan masalah secara total karena toh, styrofoam ujung2nya jadi polusi juga (menjadi asap dari mesin)... Tapi paling tidak, masalah awal tentang sungai mampet bisa dikurangi...

Ah iya nih, beberapa bulan yang lalu adek saya ada tugas drama di kampus, dan dia mau bikin pedang dari styrofoam tapi dicegah bapakku, soalnya buat bisa dicat harus dilapisi bensin dulu, padahal styrofoam nggak bisa dilapisi bensin... Adikku nggak percaya, terus Bapakku nunjukin ke adikku & aku, beliau teteskan bensin pada styrofoam, dan sesaat kemudian bagian styrofoam yang ditetesi bensin itu pun berlubang...
Gambar di avatar saya adalah salah satu contoh dari kartu Mathematicards, Trading Card Game buatan saya waktu skripsi.