Forum Sains Indonesia

Ilmu Terapan => Teknologi Informasi => Topik dimulai oleh: The Houw Liong pada November 28, 2017, 08:57:57 AM

Judul: Artifisial Inteligens dan Kesadaran (Artificial Intelligence and Consciousness)
Ditulis oleh: The Houw Liong pada November 28, 2017, 08:57:57 AM
Artificial Intelligence dan Kesadaran Manusia


Oleh Putu Lingga

diambil dari newsoffice.mit.ed

Pembahasan tulisan ini akan mencoba untuk merefleksikan secara filosofis mengenai peran dari Ilmu atau hasil dari ilmu pengetahuan terhadap hidup manusia. Telah kita tahu bahwa manusia (human) merupakan pusat untuk memepelajari alam. Dan teknologi meruapakan hasil dari metdoe yang dilakukan manusia untuk menjelaskan bahkan memanfaatkan alam. Terutama yang dibahas pada tulisan ini yaitu peranan Artificial Intelligence dalam kesadaran manusia.
Kesadaran

Kesadaran dalam KamusBahasaIndonesia.org medefinisikan (1) keinsafan; keadaan mengerti: — akan harga dirinya timbul krn ia diperlakukan secara tidak adil; (2) hal yg dirasakan atau dialami oleh seseorang. Robert Pepperell (2009: 22) menunjukan kesadaran mrujuk pada semua sifat yang kita hubungkan dengan kepekaan manusia seperti pikiran, emosi, memori, kesadaran, pengetahuan-diri,rasa mengada (sense of being), dan sebagainya.

Analisis

Dengan menyusun ‘neuron-neuron’ elektronik individual dalam jaringan yang kompleks, para ilmuwan computer mampu membangun sistem yang memiliki kemampuan untuk belajar dari pengalaman. Teknik-teknik semacam itu dituntut untuk menyamai, denganh cara sederhana, operasi otak manusia, yang tentu saja dilihat sebagai matriks raksasa dari sel-sel saraf yang saling terhubung. ‘jaringan-jaringan saraf’ ini terdiri dari susunan-susunan ‘neuron’ virtualnya yang diaturn di dalam memori sebuah computer, masing-masing terhubung dengan yang lain, sebagian melakukan kalkulasi dan yang lain menampilkan hasil dari kalkulasi itu. Pada awalnya susunan itu diberi niali random, tapi dengan data input regular sistem itu mulai menstabilkan dan menampilkan output regular yang berkaitan dengan input melalui berbagai cara; demikianlah, sistem itu mempelajari sesuatu. Yang diharapkan oleh para ilmuwan koognitif adalah bahwa melalui pendekatan ini maka akan dimungkinkan untuk mengembangkan computer-komputer cerdas yang bisa berfikir, merasakan, menalar dan belajar dari pengalaman. Inilah pandangan, misalnya, dari prang seperti Marvin Minsky (1986) di MIT dan Igor Aleksander (2001) di Imperial College, London (Pepperell,2009: 12-13)


Judul: Re:Artifisial Inteligens dan Kesadaran (Artificial Intelligence and Consciousness)
Ditulis oleh: The Houw Liong pada Desember 02, 2017, 07:51:53 AM
Artificial Intelligence
Judul: Re:Artifisial Inteligens dan Kesadaran (Artificial Intelligence and Consciousness)
Ditulis oleh: The Houw Liong pada Desember 02, 2017, 07:55:45 AM
Deep Learning
Judul: Re:Artifisial Inteligens dan Kesadaran (Artificial Intelligence and Consciousness)
Ditulis oleh: The Houw Liong pada Desember 02, 2017, 08:16:49 AM
Neurons in the Brains
Judul: Re:Artifisial Inteligens dan Kesadaran (Artificial Intelligence and Consciousness)
Ditulis oleh: The Houw Liong pada Desember 02, 2017, 08:30:00 AM
How AI affect our Life