Gunakan MimeTex/LaTex untuk menulis simbol dan persamaan matematika.

Selamat datang, Pengunjung. Silahkan masuk atau mendaftar. Apakah anda lupa aktivasi email?

Juni 17, 2021, 10:04:48 PM

Masuk dengan nama pengguna, kata sandi dan lama sesi

Topik Baru

Artikel Sains

Anggota
Stats
  • Total Tulisan: 139653
  • Total Topik: 10396
  • Online Today: 119
  • Online Ever: 441
  • (Desember 18, 2011, 12:48:51 AM)
Pengguna Online
Users: 0
Guests: 28
Total: 28

Ikuti ForSa

ForSa on FB ForSa on Twitter

Penulis Topik: Software Indonesia Raih Dua Merit APICTA 2006  (Dibaca 5695 kali)

0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.

Offline reborn

  • Founder
  • Profesor
  • *****
  • Tulisan: 2.256
  • IQ: 322
  • Gender: Pria
  • ForSa
Software Indonesia Raih Dua Merit APICTA 2006
« pada: November 28, 2006, 12:22:41 PM »
Kontingen Indonesia yang bertolak ke Asia Pacific Information and Communication Technology Award (APICTA) 2006 di Macau, 2-5 November, berhasil meraih dua penghargaan Merit. Masing-masing diraih PT Pesona Edukasi untuk kategori pendidikan dan pelatihan, serta PT. Sqiva Sistem untuk kategori perusahaan start-up.

"Hasil ini memuaskan dan patut kami syukuri, menimbang bahwa para peserta semakin banyak (178 karya dari 12 negara), kompetisi semakin ketat dan mereka masing2 serius mempersiapkan diri, kata Djarot Subiantoro, Ketua Aspiluki saat dihubungi KCM melalui email, Selasa (7/11). Lagipula selisih nilai masing-masing pemenang hanya terpaut dua digit di belakang koma dengan peraih winner (pemennag utama) yang dua-duanya dari Hongkong.

Ia menilai dari sisi produk, software Indonesia tidak kalah, malah beberapa diakui kualitas hasil akhirnya mengagumkan, namun dari variasi fitur dan fungsi masih kurang dibandingkan peserta yang memenangi. Basis implementasi telematika dari Indonesia secara umum masih di aplikasi-aplikasi back-office, sementara negara-negara tetangga maju seperti Hongkong dan Singapura lebih banyak di layanan publik yang diterima langsung khalayak, sehingga fitur dan fungsinya relatif lebih bervariasi, inovatif, dan kreatif.

Misalnya, software belajar Bahasa China secara online yang dikembangkan tim Hongkong. Karena infrastruktur internet yang sudah mapan di Hongkong, software yang terhubung secara online terlihat lebih interaktif dan menarik.

"Software kita sebenarnya siap untuk itu, tapi karena di Indonesia infrastruktur internet masih kurang, produk buatan kita belum dipakai untuk kelangan luas secara online," kata Hary Sudiyono, Direktur Marketing PT Pesona Edukasi.

Saat ini software Pesona Fisika dan Pesona Matematika yang dikembangkannya telah digunakan di 900 sekolah menengah (SLTP dan SLA) di Indonesia dan 12 sekolah di luar negeri. Meski demikian, di 20 sekolah software terhubung dalam jaringan intranet yang masing-masing digunakan rata-rata 750 siswa.

Selain itu, dibanding tahun lalu kualitas software Indonesia jauh lebih baik berupa peningkatan di aspek variasi kategori, kualitas hasil akhir, dan referensi pengguna menyatakan pada umumnya telah diterima dan dimanfaatkan di pasar, baik lokal maupun mancanegara.

Paket software Pesona Fisika dan Matematika senilai 100 dollar AS yang dibawa PT Pesona Edukasi selama APICTA 2006 bergulir, juga langsung dibeli dua juri dari Thailand dan Srilanka.

Saat ini kedua software telah digunakan di enam negara selain Indonesia, yakni Mongolia, Vietnam, Singapura, AS, Thailand, dan Srilanka. Sementara baru tersedia software dalam versi Bahasa Indonesia dan bahasa Inggris, namun Hary menyatakan bahwa pihaknya sedang menjajaki pengembangan untuk berbagai versi bahasa. PT Pesona Edukasi juga akan merambah materi sekolah dasar sampai tahun 2008 selain mengembangkan inovasi lainnya.

Kemenangan PT Sqiva System yang mendapatkan penghargaan Merit dalam kategori perusahaan start-up juga membuktikan bahwa praktisi usaha di Indonesia cukup tangguh.

Menurut Djarot, pengembang software lokal di Indonesia perlu mengadopsi perkembangan teknologi baru, meningkatkan fitur, dan fungsi menjawab kebutuhan layanan publik. Usaha-usaha yang terkoordinasi dari awal dan melibatkan stakeholder telematika akan mendukung daya saing di tingkat global.

Untuk bersaing di industri hardware atau teknologi tinggi yang dikembangkan AS atau Jepang mungkin sulit sekali dikejar. Salah satu bidang yang masih berpeluang besar, menurut Hary, adalah industri konten yang lebih melibatkan skill dan kompetensi SDM.


Sumber : http://www.kompas.com/ver1/Iptek/0611/07/175310.htm

kurtis.stryker

  • Pengunjung
Re: Software Indonesia Raih Dua Merit APICTA 2006
« Jawab #1 pada: Desember 14, 2006, 03:24:10 AM »
saingannya sama negara2 dunia ketiga apa ?

 

Related Topics

  Subyek / Dimulai oleh Jawaban Tulisan terakhir
9 Jawaban
12457 Dilihat
Tulisan terakhir Februari 01, 2007, 05:50:12 AM
oleh masterdaniel
23 Jawaban
19699 Dilihat
Tulisan terakhir Juli 22, 2008, 01:06:22 PM
oleh notwelldefined
0 Jawaban
4706 Dilihat
Tulisan terakhir Juli 18, 2009, 04:11:01 PM
oleh heru.htl
0 Jawaban
1721 Dilihat
Tulisan terakhir Juli 14, 2010, 10:30:14 PM
oleh Monox D. I-Fly
0 Jawaban
2933 Dilihat
Tulisan terakhir September 29, 2010, 10:04:29 PM
oleh syx